Cari Cadangan Migas Baru, Pertamina EP Siapkan Survei Seismik 2D di 17 Kecamatan di Bojonegoro
Sudarma Adi August 28, 2026 06:32 PM

Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Misbahul Munir

TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Upaya mencari sumber minyak dan gas bumi (migas) baru di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memasuki tahap persiapan.

Pertamina EP akan melakukan survei seismik darat 2D untuk memetakan kondisi bawah permukaan bumi di 17 kecamatan.

Survei tersebut merupakan bagian dari kegiatan survei seismik 2D yang mencakup tiga kabupaten di Jawa Timur yakni di Kabupaten Lamongan, Tuban, Bojonegoro (Lamtoro).

Sebagai tahap awal Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Pemkab Bojonegoro menggelar sosialisasi yang di ikuti oleh Forkopimda, OPD terkait serta sejumlah Camat di Ruang Rapat Angling Dharma, Lantai 2 Gedung Lama Pemkab Bojonegoro, Jumat (28/8/2026).

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, survei seismik dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi bawah permukaan tanah sekaligus mengetahui kemungkinan adanya sumber migas.

Menurutnya kegiatan uji seismik ini menjadi penting bagi Bojonegoro di tengah tren penurunan produksi migas.

“Karena saat ini eksploitasi migas di Bojonegoro lifting-nya adalah 157 ribu barel per hari atau BOPD. Ini mengalami penurunan,” kata dia.

Sasar 17 Kecamatan di Bojonegoro

Adapun wilayah di Kabupaten Bojonegoro, yang bakal dilakukan survei seismik mencakup 17 kecamatan yang dibagi menjadi dua wilayah yakni wilayah timur dan barat.

Untuk wilayah timur, survei meliputi Kecamatan Balen, Baureno, Kanor, Kedungadem, Kepohbaru, Sugihwaras, Sukosewu, dan Sumberrejo.

Sedangkan di wilayah barat mencakup wilayah Kecamatan Bubulan, Dander, Gondang, Ngambon, Ngasem, Purwosari, Sekar, Tambakrejo, dan Temayang.

Nantinya, hasil survei seismik ini lanjut Nurul diharapkan dapat memberikan gambaran awal mengenai potensi sumber migas baru.

Meski demikian, Nurul menekankan bahwa pelaksanaan kegiatan ini harus tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan dampak pada lingkungan. Dia meminta seluruh pihak memastikan kegiatan survei tidak mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Jangan sampai kegiatan ini mengganggu kenyamanan masyarakat, misalnya kalau berdebu ya Dinas Lingkungan Hidup harus memberikan warning,” tegas Nurul.

Sementara itu, Analis Senior SKK Migas Perwakilan Jabanusa, Misbahul Munir, menjelaskan survei seismik 2D yang akan dilakukan Pertamina EP merupakan bagian dari tahapan eksplorasi untuk memperoleh gambaran awal struktur geologi di bawah permukaan bumi.

"Terutama untuk mengetahui indikasi adanya struktur atau jebakan hidrokarbon yang berpotensi mengandung minyak dan gas bumi," terang Munir.

Munir menjelaskan dari hasil survei tersebut nantinya menjadi salah satu dasar untuk melihat apakah terdapat struktur geologi yang berpotensi menyimpan hidrokarbon.

Dari hasil itu kemudian dilakukan tahapan eksplorasi berikutnya untuk memastikan ada atau tidaknya potensi Migas dibawah permukaan bumi.

Untuk suksesi hal itu, Munir menambahkan koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan eksplorasi.

Ia juga meminta Pertamina EP menjadikan keselamatan sebagai prioritas selama kegiatan survei berlangsung.

“Keberhasilan industri hulu migas tidak hanya diukur dari seberapa bagus hasil seismik atau seberapa tinggi produksi yang dihasilkan oleh sumur-sumur minyak, tetapi juga diukur dari seberapa bagus dukungan antara kontraktor hulu migas dengan stakeholder di wilayah kami,” tambahnya.

Untuk mendukung sukses kegiatan ini Pemkab Bojonegoro meminta para camat di wilayah yang masuk dalam cakupan survei untuk meneruskan informasi kepada pemerintah desa dan masyarakat.

Camat diharapkan menjadi koordinator di wilayah masing-masing sehingga masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai rencana kegiatan, termasuk tahapan pelaksanaan dan aspek keselamatan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.