6 Tahun Tekuni Susu Sapi, Peternak Sidrap Ini Produksi 20 Liter Sehari dari 30 Ekor
Ansar August 28, 2026 07:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP — Sebanyak sekitar 30 ekor sapi menjadi modal Ahmad Yani mempertahankan sekaligus mengembangkan usaha susu sapi murni yang diwariskan orangtuanya di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.

Dari peternakan yang dikelolanya di Desa Tanete, Kecamatan Maritengngae, Ahmad mampu menghasilkan rata-rata 20 liter susu sapi murni setiap hari.

Susu tersebut tidak hanya dipasarkan kepada warga sekitar, tetapi juga dikirim untuk konsumen di luar daerah.

Desa Tanete berjarak sekitar 5,2 kilometer dari Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Sidrap di Jalan Lanto Dg Pasewang, Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae.

Di bawah rumahnya, Ahmad menjalankan sebagian proses pengolahan dan pengemasan susu sebelum dipasarkan.

Aktivitas tersebut menjadi bagian dari usaha yang telah ia kelola selama sekitar enam tahun.

Ahmad bukan orang pertama yang menjalankan usaha tersebut. Ia meneruskan peternakan yang sebelumnya dirintis orangtuanya, kemudian mencoba meningkatkan produksinya agar memiliki nilai ekonomi yang lebih besar.

Selain dijual sebagai susu segar, hasil peternakan tersebut juga memiliki peluang untuk diolah menjadi produk lain.

Salah satunya dangke, produk olahan susu yang dikenal sebagai makanan khas Kabupaten Enrekang.

Sementara sapi yang dipelihara Ahmad tidak hanya menghasilkan susu.

Sebagian hasil peternakannya juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pelaku usaha kuliner, termasuk pedagang coto dan sop saudara.

Pemasaran menjadi salah satu perubahan yang dilakukan Ahmad dalam mengembangkan usaha keluarga tersebut.

Ia memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan produk sehingga informasi mengenai susu yang diproduksinya tidak hanya beredar dari pelanggan ke pelanggan secara langsung.

Cara tersebut membuat jangkauan pemasaran produk menjadi lebih luas.

Bagi Ahmad, meneruskan usaha keluarga bukan sekadar mempertahankan pekerjaan orangtua.

Ia ingin peternakan tersebut berkembang menjadi usaha yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi keluarganya sekaligus menyediakan produk pangan bagi masyarakat.

“Awalnya hanya meneruskan usaha orangtua, tapi saya bertekad untuk mengembangkannya lebih jauh. Alhamdulillah, kini hasilnya dirasakan manfaatnya. Semoga bisa bermanfaat dan menginspirasi warga Sidrap,” ujar Ahmad Yani, Jumat (28/8/2026).

Susu sapi sendiri dikenal mengandung protein dan mineral seperti kalsium serta fosfor yang dibutuhkan tubuh. Namun, manfaat konsumsi susu tetap bergantung pada kebutuhan masing-masing orang, jumlah yang dikonsumsi, serta kondisi kesehatan dan pola makan secara keseluruhan.

Dari sisi ekonomi lokal, usaha Ahmad memperlihatkan bagaimana hasil peternakan dapat dikembangkan tidak berhenti pada komoditas ternak, tetapi masuk ke rantai pengolahan dan pemasaran pangan.

Dengan produksi sekitar 20 liter per hari, kapasitas usaha tersebut mencapai sekitar 600 liter dalam 30 hari apabila produksi berlangsung konsisten.

Angka itu menunjukkan adanya potensi usaha yang dapat terus dikembangkan melalui peningkatan produktivitas sapi, pengemasan, pemasaran, maupun diversifikasi produk.

Namun, pengembangan tersebut juga membutuhkan keberlanjutan produksi, kualitas susu, pengelolaan peternakan, serta akses pasar yang stabil.

Bagi Ahmad, langkah tersebut menjadi bagian dari upayanya menjaga usaha yang telah dimulai keluarganya agar tetap hidup dan memiliki nilai ekonomi lebih besar. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.