Sosok Gus Yahya yang Kembali Maju Jadi Ketua Umum PBNU: Allahu Robbuna, Niatku Ora Kliru
Arie Noer Rachmawati August 28, 2026 07:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, memastikan dirinya tetap maju dalam pemilihan Ketua Umum PBNU.

Gus Yahya menyampaikan keyakinannya setelah mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangkaian pembukaan Muktamar ke-35 NU pada Kamis (27/8/2026) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Saat ditanya mengenai alasan kembali mencalonkan diri, Gus Yahya memberikan jawaban singkat namun penuh makna.

"Allahu Robbuna. Niatku ora kliru," ujar Gus Yahya dalam keterangan yang diterima TribunJatim.com, Jumat (28/8/2026).

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Gus Yahya tetap teguh dengan keputusannya untuk kembali maju.

Ia menilai pencalonan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab dan bentuk pengabdiannya kepada NU.

Baca juga: Muktamar Ke-35 NU, Gus Yahya Tegaskan Kembali Maju Ketum PBNU dan Bantah Intervensi Prabowo

Profil Gus Yahya, Tokoh Penting NU

KH Yahya Cholil Staquf atau yang lebih dikenal dengan sapaan Gus Yahya merupakan salah satu tokoh penting Nahdlatul Ulama (NU). 

Ia lahir di Rembang, Jawa Tengah, pada 15 Februari 1966.

Gus Yahya tumbuh di lingkungan keluarga besar ulama NU.

Ia merupakan putra KH Cholil Bisri dan Nyai Hj Muchsinah. 

Ia juga merupakan cucu KH Bisri Mustofa, ulama asal Rembang yang dikenal sebagai penyusun kitab Tafsir Al-Ibriz.

Di dalam keluarganya, Gus Yahya juga memiliki hubungan dekat dengan sejumlah tokoh NU.

Ia merupakan kakak dari KH Abdul Ghaffar Rozin dan adik dari KH Yahya Cholil Staquf?

Gus Yahya menempuh pendidikan agama sejak kecil.

Ia belajar di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, pesantren yang didirikan oleh kakeknya, KH Bisri Mustofa.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan pesantren di Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta, di bawah asuhan KH Ali Ma'shum.

Pada masa tersebut, Gus Yahya juga bersekolah di SMA Negeri 1 Yogyakarta. 

Baca juga: Sosok M Nuh yang Pimpin Sidang Pleno I Muktamar ke-35 NU, dari Rektor ITS hingga Menteri Pendidikan

Kiprah di Nahdlatul Ulama

Keterlibatan Gus Yahya di lingkungan NU sudah berlangsung sejak usia muda.

Ia kemudian dipercaya menempati sejumlah posisi dalam struktur organisasi NU.

Pada Muktamar NU ke-33 di Jombang pada 2015, Gus Yahya mendapat amanah sebagai Katib Aam PBNU.

Sebelumnya, ia juga aktif dalam berbagai kegiatan dan dinamika organisasi NU. 

Karier organisasinya kemudian mencapai posisi tertinggi di jajaran tanfidziyah. 

Dalam Muktamar NU ke-34 di Lampung pada Desember 2021, Gus Yahya terpilih sebagai Ketua Umum PBNU untuk masa khidmat 2021–2026. 

Di luar NU, Gus Yahya juga pernah mendapat kepercayaan dari pemerintah. 

Pada 31 Mei 2018, Presiden Joko Widodo melantiknya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). 

Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2018. 

Baca juga: Sosok KH Hasib Wahab Hasbullah, Pengasuh Ponpes Tambakberas Sebut 8 Angka Prabowo di Muktamar NU

Fokus Gus Yahya di PBNU

Selama memimpin PBNU, Gus Yahya banyak mendorong agar NU tidak hanya bergerak dalam urusan keagamaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Gagasan tersebut kembali ia sampaikan dalam pembukaan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27 Agustus 2026.

Dalam forum tersebut, Gus Yahya menekankan pentingnya kerja sama antara NU dan pemerintah.

Menurutnya, kemitraan tersebut diperlukan agar berbagai program dan potensi NU dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. 

Ia juga mengajak warga NU menghidupkan kembali semangat ta'awun, yakni sikap saling membantu.

Nilai tersebut dinilai penting untuk menjaga kehidupan masyarakat dan memperkuat kebersamaan. 

Baca juga: Ratusan Santri Dikerahkan Bersihkan Kawasan Muktamar Ke-35 NU Jombang, Ada 8 Ton Sampah Perhari

Gus Yahya dan Muktamar NU 2026

Pada 2026, perhatian terhadap Gus Yahya kembali meningkat seiring berlangsungnya Muktamar NU ke-35.

Muktamar tersebut digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026.

Forum ini menjadi momentum penting bagi NU untuk membahas arah organisasi dan berbagai agenda strategis ke depan. 

Dalam forum tersebut, Gus Yahya mendorong agar generasi muda ikut menentukan arah perjalanan NU pada abad kedua.

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan NU sebagai organisasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan latar belakang keluarga pesantren, pengalaman panjang di NU, serta pernah terlibat dalam lembaga kenegaraan, Gus Yahya menjadi salah satu figur yang memiliki perjalanan cukup panjang di antara tokoh-tokoh NU saat ini.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Tribunjatim.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.