Demo di Jakarta 27 Agustus Berujung Maut, Bambang Disebut Digeret dan Dipukuli di Tengah Kerumunan
Eko Setiawan August 28, 2026 08:07 PM


TRIBUNBATAM.id, JAKARTA
– Aksi demonstrasi pada Kamis (27/8/2026) di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, berujung duka.

Seorang warga Bendungan Hilir, Bambang Setiyawan (59), ditemukan meninggal dunia setelah berada di tengah kericuhan yang terjadi di sekitar Jalan Pejompongan Raya.

Kisah terakhir Bambang sebelum tewas menyisakan kepiluan bagi keluarga. Ia sempat berpamitan kepada istrinya, Sudarsi (56), untuk melihat situasi aksi massa di sekitar tempatnya berjualan. Namun, Bambang tak kunjung pulang.

Keluarga bahkan baru mengetahui kabar kematian Bambang setelah anaknya mengenali sosok sang ayah dalam sebuah video yang beredar di media sosial.

Disebut Digeret dan Dipukuli

Kesaksian warga di lokasi menyebut Bambang sempat berada di tengah situasi kericuhan.

Ketua RT tempat Bambang tinggal, Aban Sobandi, mengaku berada di lokasi saat kejadian. Namun, ia tidak bisa melihat secara jelas kondisi Bambang karena pandangannya terhalang kerumunan.

Aban kemudian mengetahui kejadian yang menimpa Bambang melalui rekaman video yang dibuat warga.

"(Bambang) Digeret-geret," kata Aban.

Kesaksian lain datang dari warga bernama Aditia.

Menurut Aditia, Bambang sempat kembali ke depan tempatnya berjualan untuk mematikan lampu toko cermin miliknya.

Saat kondisi semakin ramai, Bambang disebut terdorong mundur oleh aparat yang berada di lokasi.

"(Pak Bambang) balik lagi ke depan untuk matiin lampu kaca. Terus dipukul mundur sama polisi, dipukul mundur sama polisi," ujar Aditia.

Aditia juga menyebut Bambang sempat mengalami pemukulan. Peristiwa tersebut, menurut dia, terekam dalam video.

Baca juga: Akui Banyak Penyusup dalam Demo DPR, Botok Tegaskan Rombongan Asal Pati Tidak Rusuh

Sempat Menutup Dagangan

Sebelum kejadian, Bambang masih berjualan cermin di pinggir Jalan Pejompongan Raya.

Sekitar pukul 16.30 WIB, Sudarsi meminta suaminya menutup dagangan karena melihat jumlah massa mulai bertambah.

"Saya lihat massa udah dari sana udah banyak, akhirnya saya bilang sama bapaknya, 'Itu massa udah banyak,' saya bilang tutup. Pas dia melihat, 'Oh ya udah, tutup.' Saya bantuinlah kan," ujar Sudarsi di rumah duka, Jumat (28/8/2026).

Setelah menutup sebagian dagangannya, Bambang sempat mengantar seseorang yang sedang sakit ke Rumah Sakit Pelni bersama anaknya menggunakan sepeda motor.

Sekitar pukul 21.00-21.30 WIB, Bambang kembali ke rumah.

Saat itu, situasi di sekitar Pejompongan masih diwarnai kericuhan.

Bambang Kembali Keluar Rumah

Setelah situasi dianggap lebih aman, Bambang kembali keluar rumah menuju toko cermin miliknya.

Sudarsi mengaku tidak melarang suaminya keluar karena Bambang memang kerap melihat situasi ketika terjadi kericuhan.

"Saya berpikir karena ada anak saya, saya nggak ngegah kan. Saya biarin dia keluar karena alasan dia memang biasanya kalau ada kejadian ini kan nggak sekali ini aja, udah berkali-kali," tutur Sudarsi.

Menurut Sudarsi, Bambang biasanya hanya melihat situasi. Bahkan, terkadang ia membantu warga dengan menyediakan air untuk mencuci muka ketika terjadi kericuhan.

Namun, malam itu menjadi kali terakhir Sudarsi melihat suaminya.

Tak Kunjung Pulang hingga Dini Hari
Hingga larut malam, Bambang tidak juga kembali ke rumah.

Sekitar pukul 01.30 WIB, Sudarsi masih berusaha mencari keberadaan suaminya.

Ia mendatangi tempat teman-teman Bambang dan meminta mereka menyampaikan pesan agar suaminya segera pulang jika ditemukan.

"Saya masih berharap ketemu kan. Ternyata saya ke situ nggak ada," kata Sudarsi.

Sudarsi kemudian kembali ke rumah dan sempat tidur sekitar 1,5 jam.

Sekitar pukul 02.30 WIB, ia terbangun setelah mendapat pesan WhatsApp dari teman yang sebelumnya diantar Bambang ke RS Pelni.

Temannya menanyakan keberadaan Bambang.

Keluarga Kenali Bambang dari Video

Sekitar pukul 04.00 WIB, keluarga akhirnya mengetahui Bambang telah meninggal dunia.

Kabar itu bukan pertama kali datang dari pihak rumah sakit, melainkan setelah anak Bambang mengenali sosok ayahnya dalam video yang beredar di media sosial.

"Justru kita tahunya dari video. Kita nggak ada yang lihat jelas nih posisi mayat ini, posisi dia dipukulin, posisi dia dibawa, kita nggak tahu," tutur Sudarsi.

Jenazah Bambang kemudian diketahui telah dibawa ke Rumah Sakit Polri.

Jenazah selanjutnya dibawa ke rumah duka di kawasan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, sebelum dimakamkan di TPU Kemanggisan, Jakarta Barat.

Kematian Bambang kini menyisakan pertanyaan mengenai kronologi sebenarnya di tengah kericuhan demo.

Kesaksian warga dan rekaman video yang beredar menjadi bagian dari informasi mengenai detik-detik terakhir Bambang sebelum ditemukan meninggal dunia.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.