TRIBUNNEWS.COM - Ko Hee-jin resmi mundur dari jabatannya sebagai pelatih kepala Red Sparks.
Ko Hee-jin merupakan pelatih yang pernah bekerja sama dengan Megawati Hangestri Pertiwi ketika mengarungi Liga Voli Korea 2023/2024 dan 2024/2025.
Kala itu, Ko Hee-jin berstatus sebagai pelatih kepala, sedangkan Megawati didatangkan sebagai pemain asing kuota Asia.
Kabar terbaru, Ko Hee-jin mengajukan pengunduran diri sebagai pelatih Red Sparks setelah terseret kasus pelecehan seksual.
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Red Sparks dalam sebuah unggahan akun Instagram @red__sparks, Jumat (28/8/2026).
Baca juga: Mimpi Timnas Voli Putri Indonesia Ukir Sejarah Pupus usai Gagal Lolos Semifinal AVC Continental 2026
"Kepada seluruh penggemar yang mencintai dan mendukung tim bola voli Jeong Kwan-jang Red Sparks,
Sehubungan dengan Pelatih Ko Hee-jin baru-baru ini menyatakan keinginannya untuk mengundurkan diri secara sukarela sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai pelatih atas serangkaian kejadian yang terjadi, klub telah memutuskan untuk menerima pengunduran dirinya.
Selanjutnya, agar para pemain dapat berkonsentrasi pada latihan dan persiapan pertandingan, klub akan segera memulai proses penunjukan pelatih pengganti. Kami juga akan melakukan segala upaya agar tim dapat secepatnya kembali dalam kondisi stabil.
Kami sekali lagi memohon maaf karena telah membuat para penggemar merasa khawatir selama ini.
Ke depannya, kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk menjadi klub yang semakin dipercaya melalui pengelolaan yang lebih bertanggung jawab.
28 Agustus 2026
Jeong Kwan-jang Red Sparks Volleyball Club," tulis Red Sparks.
Baca juga: Hasil AVC Continental 2026: Semifinal Ambyar, Timnas Voli Putri Indonesia Kena Comeback Iran 1-3
Dengan mundurnya Ko Hee-jin dari kursi pelatih Red Sparks, maka pertemuannya dengan Megawati di Liga Voli Korea 2026/2027 gagal tersaji.
Ko Hee-jin batal bersaing dengan mantan anak asuhnya. Mengingat musim depan Megawati memperkuat Hyundai Hillstate.
Berdasarkan laporan media Korea World Biz & Sports World pada Juli lalu, dugaan insiden pelecehan seksual tersebut terjadi dalam acara makan malam tim Red Sparks pada Januari 2026.
Saat itu, para pemain dan jajaran pelatih Red Sparks menjalani jeda kompetisi musim 2025/2026.
Dalam acara makan malam tersebut, seorang staf pelatih Red Sparks yang disebut sebagai Pelatih B diduga melakukan pelecehan seksual terhadap salah satu pemain voli putri.
Peristiwa itu terjadi di restoran kedua setelah rombongan tim berpindah dari lokasi makan pertama.
Sosok Ko Hee-jin kemudian ikut menjadi perhatian karena ia disebut berada di lokasi saat dugaan pelecehan seksual tersebut terjadi.
Masih dikutip dari sumber yang sama, disebutkan bahwa Ko Hee-jin berada tidak jauh dari lokasi insiden.
Posisi duduk Ko Hee-jin berada tepat di seberang tempat terjadinya dugaan pelecehan seksual.
Lebih lanjut, Ko Hee-jin disebut tidak melakukan tindakan untuk menghentikan situasi yang terjadi. Ia disebut hanya menyaksikan kejadian tersebut.
"Ia hanya berdiri dan membiarkan situasi tersebut."
Selain itu, Ko Hee-jin juga sempat mengeluarkan komentar yang dianggap tidak pantas terkait situasi tersebut.
"Akan berlanjut ke babak ketiga," kata Ko Hee-jin dalam laporan World Biz & Sports World.
Kasus tersebut kemudian dilaporkan kepada Korean Volleyball Federation (KOVO) dan Sports Ethics Center untuk menjalani proses pemeriksaan.
Setelah hasil penyelidikan resmi diterima, KOVO akan menentukan langkah berikutnya, termasuk kemungkinan pembentukan komite disiplin serta sanksi yang dapat dijatuhkan.
(Tribunnews.com/Isnaini)