TRIBUN-MEDAN.com - Kasus pembunuhan seorang pedagang rempah-rempah berusia 28 tahun mengungkap fakta mengejutkan.
Pria tersebut awalnya dilaporkan sebagai korban perampokan.
Ternyata pria itu merupakan korban pembunuhan yang telah direncanakan oleh sang istri, bersama kekasih gelapnya.
Dikutip dari Sanook.com Jumat (28/8/2026), Devkrishna ditemukan tewas di dalam rumahnya pada larut malam, 7 April lalu.
Pada awal kejadian, kasus tersebut dilaporkan sebagai aksi pembobolan rumah yang disertai perampokan. Namun, penyelidikan polisi kemudian menemukan sejumlah kejanggalan yang membuat dugaan perampokan mulai dipertanyakan.
Priyanka, istri korban, sebelumnya memberikan keterangan kepada polisi dan media bahwa sekelompok perampok telah masuk ke rumah mereka untuk mengambil barang-barang berharga.
Dalam keterangannya, Priyanka mengaku dirinya diikat oleh para pelaku. Ia juga menyebut pakaiannya disobek dan dirinya diancam agar menyerahkan harta benda yang dimiliki.
Priyanka mengatakan dirinya telah memohon kepada para pelaku agar tidak membunuh dirinya maupun suaminya. Namun, menurut pengakuannya saat itu, permintaannya tidak berhasil menyelamatkan Devkrishna.
Ia mengaku harus menyaksikan sang suami diserang hingga meninggal dunia di depan matanya.
Keterangan Priyanka pada awalnya membuat banyak orang merasa iba. Kondisi rumah yang tampak berantakan juga seolah mendukung cerita mengenai adanya aksi perampokan. Cerita tersebut kemudian tersebar di media sosial dan mendapat simpati dari masyarakat.
Namun, polisi tidak berhenti pada keterangan awal tersebut. Petugas melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap lokasi kejadian dan menemukan sejumlah hal yang dianggap janggal.
Salah satu kejanggalan yang ditemukan adalah kondisi pintu rumah. Polisi mendapati pintu tersebut tidak dalam keadaan terkunci. Temuan ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana para pelaku yang disebut sebagai perampok dapat masuk ke dalam rumah.
Kecurigaan polisi semakin kuat setelah barang-barang berharga dan perhiasan yang sebelumnya diklaim Priyanka telah dicuri ternyata ditemukan masih berada di dalam rumah.
Barang-barang tersebut ditemukan dalam kondisi tersembunyi. Temuan itu bertentangan dengan keterangan Priyanka yang sebelumnya menyebut bahwa harta benda milik mereka telah dirampas oleh kelompok perampok.
Ketika diperiksa dan ditanyai lebih mendalam, keterangan Priyanka mulai berubah. Ia disebut memberikan penjelasan yang tidak konsisten dan mengubah sejumlah detail dalam keterangannya.
Polisi kemudian memeriksa catatan komunikasi dari telepon seluler Priyanka. Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan adanya komunikasi intensif antara Priyanka dan seorang pria.
Penyelidikan lebih mendalam akhirnya mengarah kepada seorang pria bernama Kamlesh. Polisi menemukan bahwa Priyanka ternyata memiliki hubungan dekat dengan Kamlesh.
Hubungan tersebut kemudian diduga menjadi salah satu bagian penting dalam kasus pembunuhan Devkrishna. Berdasarkan hasil penyelidikan, Priyanka dan Kamlesh diduga menganggap Devkrishna sebagai penghalang bagi hubungan mereka.
Keduanya kemudian diduga menyusun rencana untuk menyingkirkan Devkrishna.
Dalam rencana tersebut, Kamlesh disebut menyewa seorang pria bernama Surendra Bhati untuk melakukan pembunuhan. Surendra diduga dijanjikan bayaran sekitar 100.000 rupee atau sekitar Rp35 juta.
Sebagian uang untuk pembayaran tersebut bahkan disebut telah diberikan sebagai uang muka sebelum aksi dilakukan.
Pada malam kejadian, Priyanka diduga sengaja membiarkan pintu rumah terbuka. Hal tersebut dilakukan agar orang yang telah ditugaskan untuk melakukan pembunuhan dapat masuk ke dalam rumah dengan lebih mudah.
Surendra kemudian diduga masuk ke rumah dan membunuh Devkrishna ketika korban sedang tidur.
Setelah Devkrishna meninggal dunia, Priyanka diduga mengacak-acak barang-barang di dalam rumah. Tindakan tersebut dilakukan untuk menciptakan kesan seolah-olah rumah tersebut telah menjadi lokasi perampokan.
Priyanka juga diduga membuat dirinya terlihat sebagai korban dalam kejadian tersebut. Ia sebelumnya mengaku telah diikat dan diserang oleh para perampok.
Namun, skenario yang diduga telah dibuat tersebut akhirnya terbongkar setelah polisi menemukan berbagai bukti yang bertentangan dengan cerita awal.
Ketika berhadapan dengan bukti-bukti yang ditemukan polisi, Priyanka akhirnya mengakui keterlibatannya dalam kasus tersebut saat menjalani pemeriksaan.
Selain hubungan dengan Kamlesh, polisi juga mendapatkan informasi mengenai persoalan rumah tangga antara Priyanka dan Devkrishna.
Menurut informasi dari keluarga korban, hubungan rumah tangga keduanya telah menghadapi masalah dalam waktu yang cukup lama.
Priyanka disebut kerap merendahkan penampilan dan warna kulit suaminya. Ia bahkan disebut sering mengatakan bahwa Devkrishna tidak pantas bersamanya.
Polisi menduga konflik rumah tangga yang telah berlangsung lama serta keinginan Priyanka untuk hidup bersama kekasihnya menjadi motif utama dalam pembunuhan tersebut.
Kasus ini kemudian berujung pada penangkapan pihak-pihak yang diduga terlibat. Polisi telah menangkap Priyanka dan Kamlesh untuk menjalani proses hukum.
Sementara itu, Surendra Bhati yang disebut sebagai orang yang melakukan pembunuhan masih berada dalam proses penanganan sesuai prosedur hukum atau dalam upaya pelacakan lebih lanjut.
Kematian Devkrishna yang semula diduga sebagai korban perampokan akhirnya membuka rangkaian fakta lain setelah polisi menemukan berbagai kejanggalan di lokasi kejadian dan dalam keterangan istrinya.
Keluarga korban kini berharap seluruh pihak yang terlibat dalam kasus tersebut diproses sesuai hukum. Mereka juga meminta agar pihak-pihak yang terbukti terlibat mendapatkan hukuman tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
(cr31/tribun-medan.com)