TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tarakan bersama BPBD setempat terus memutus aliran api bawah tanah di Jalan Amal Lama, Kota Tarakan, Kalimantan Utara.
Langkah ini dilakukan lewat pengerukan lapisan batu bara menggunakan ekskavator serta merencanakan pembuatan sumur atau kolam pendingin di sekitar area terdampak.
Langkah darurat tersebut diambil usai terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membakar endapan batu bara di bawah badan jalan, hingga menyisakan rongga menganga setinggi 2 hingga 3 meter di bawah aspal.
Kepala DPUPR Kota Tarakan, Fandariansyah menjelaskan setelah jalur diputus, fokus utama tim saat ini adalah mencegah penyeberangan serta perambatan api ke lapisan batu bara yang berada lebih dalam di bawah permukaan bumi.
"Aliran aliran batu baranya sudah kita putus, insya Allah tidak akan menyeberang. Nah, sekarang yang menjadi PR kita adalah posisi yang turun ke bawah ke dalam bumi. Itu masih ada sisi di badan jalan, saya kira perlu kecermatan menanganinya," tegas Fandariansyah, Jumat (28/8/2026).
Baca juga: BPBD Tarakan Petakan 3 Lokasi Rawan Kebakaran Batu Bara, tak Hanya Pantai Amal
Menurutnya penyiraman air secara langsung justru berisiko membuat batu bara terbakar lebih hebat akibat kandungan oksigen dalam air.
Oleh sebab itu, skema yang disiapkan adalah pembuatan sumur atau kolam pendingin untuk meredam suhu panas secara bertahap.
"Kalau disiram makin jadi dia. Yang bisa dilakukan cuma didinginkan. Jangan sampai dia terbakar. Kalau disiram tambah jadi dia, batu bara tuh kan aus oksigen, itu yang berbahaya," bebernya.
Sebagai solusi teknis, DPUPR Tarakan merencanakan pembuatan kolam pendingin di lokasi seberang area pengerukan.
Ini sebagai langkah alternatif memadamkan serta menstabilkan suhu batuan.
"Nanti begitu sudah selesai kita bongkar. Terus yang kedua, batu bara yang arah ke bumi ke dalam itu juga sudah kita ketahui. Nah, untuk pendinginan nya kita akan bikin sumur. Ada 5 sumur, ukuran 2x2 dalam 2 meter. Tapi kedalaman ini tentatif ya. Kita belum tahu di mana posisi lapisan batu baranya," jelas Fandariansyah.
"Di seberangnya di tanahnya PLN tuh kita rencana mau bikin kolam yang itu kita isi air nanti untuk mendinginkan kalau ada batu bara di situ tidak sampai terbakar," tambahnya.
Baca juga: Jalan Amal Lama Ditutup Imbas Karhutla Batu Bara, Warga Terpaksa Putar Jauh Lewat Jalur Alternatif
Proses pengerukan badan jalan sepanjang 20 hingga 30 meter tersebut membuat akses utama menuju Pantai Amal ditutup sementara karena berbahaya bagi pengguna jalan.
Pihak Pemkot Tarakan mengalihkan arus lalu lintas masyarakat melalui jalan lingkungan dan jalur alternatif TMMD.
Fandariansyah memastikan, setelah potensi kebakaran batu bara di bawah tanah benar-benar padam dan kondisi tanah sudah steril, DPUPR Tarakan akan kembali merekonstruksi dan mengaspal ulang jalan tersebut.
"Baru kita perbaiki, kita rekonstruksi lagi. Kita rekonstruksi, kita bongkar, ya kita tutup, kita kembalikan seperti semula," pungkasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah