TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PASURUAN – Komitmen Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam meningkatkan kemudahan akses pelayanan kesehatan mendapat apresiasi di tingkat nasional.
Di bawah kepemimpinan Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo, Pemkab Pasuruan menerima Pemimpin Daerah Awards 2026 dari iNews Media Group untuk kategori Apresiasi Pelayanan Publik.
Penghargaan tersebut diberikan atas sejumlah terobosan Pemkab Pasuruan dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah dan responsif, khususnya di bidang kesehatan dan sosial.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah layanan Puskesmas 24 jam yang diterapkan di seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan.
Baca juga: Sakeramania Peringati HUT Ke 41 Persekabpas, Panjatkan Doa Agar Langkah di Liga 2 Dimudahkan
Melalui layanan ini, masyarakat tetap memiliki akses mendapat pelayanan kesehatan ketika membutuhkan pertolongan di luar jam pelayanan reguler.
Pemkab Pasuruan juga memperkuat penanganan kondisi darurat dengan melibatkan pemerintah desa.
Pelaporan dikoordinasikan secara langsung dengan kepala desa maupun perangkat terkait sehingga proses penjemputan pasien dan penanganan kegawatdaruratan dapat dilakukan lebih cepat.
Kemudahan akses kesehatan juga diwujudkan melalui kebijakan ambulans gratis.
Pemkab Pasuruan membebaskan retribusi jasa ambulans sehingga masyarakat yang membutuhkan layanan transportasi kesehatan tidak lagi dibebani biaya tersebut.
Berbagai upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Tak hanya sektor kesehatan, Pemkab Pasuruan juga mendapat apresiasi atas upaya mempercepat penyelesaian sejumlah regulasi strategis di bidang sosial yang sempat tertunda.
Diantaranya pengesahan Peraturan Daerah tentang Kabupaten Layak Anak serta Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial.
Kedua regulasi tersebut menjadi landasan dalam memperkuat perlindungan anak dan penyelenggaraan kesejahteraan sosial di Kabupaten Pasuruan.
Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo mengatakan, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat.
Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan publik tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak.
Dibutuhkan sinergi antara jajaran pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pemerintah desa hingga masyarakat.
“Penghargaan ini bukan tujuan akhir, tetapi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, lebih mudah, dan lebih dekat dengan masyarakat,” katanya, Jumat (28/8/2026).
Ia menegaskan, penghargaan tersebut akan menjadi pemacu bagi Pemkab Pasuruan untuk terus menghadirkan inovasi pelayanan yang memberikan manfaat.
Baca juga: Menteri Perdagangan Lepas Ekspor Koral Banyuwangi, Tembus 20 Negara di 3 Benua
Bagi pemerintah daerah, ukuran keberhasilan pelayanan bukan semata-mata penghargaan yang diterima, melainkan sejauh mana masyarakat merasakan kemudahan ketika membutuhkan layanan pemerintah.
Karena itu, berbagai program pelayanan kesehatan dan sosial yang telah berjalan akan terus diperkuat.
“Kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan dasar sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutup dia.
(Galih Lintartika/TribunJatimTimur.com)