TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nama Inul Daratista tentu sudah tidak asing di dunia hiburan Tanah Air.
Ia dikenal sebagai salah satu pedangdut ternama yang berhasil mempertahankan eksistensinya hingga saat ini.
Baca juga: Suara Artis Jelang Demo Hari Ini, Pesan Sayang Inul Daratista, Jefri Nichol Sorot Rekening Diblokir
Namun, popularitas dan kesuksesan yang kini dimiliki Inul tidak diraih dengan mudah.
Di balik kehidupannya sebagai penyanyi dangdut sukses, tersimpan perjalanan panjang dan cerita masa kecil yang penuh keterbatasan.
Inul tumbuh di tengah keluarga sederhana. Sejak kecil, ia sudah merasakan bagaimana kondisi ekonomi keluarga yang serba terbatas.
Ayahnya bekerja sebagai seorang penjahit, sedangkan ibunya sehari-hari menjadi ibu rumah tangga.
"Bapak saya penjahit, Ibu saya rumah tangga biasa gitu, dan aku tahu kehidupan aku sama adik-adikku enggak enak," kata Inul Daratista dikutip dari Youtube C8 Podcast, Jumat (28/8/2026).
Kondisi tersebut membuat Inul turut membantu orang tuanya mencari tambahan penghasilan.
Pemilik goyang ngebor itu bahkan pernah berjualan di pinggir jalan demi membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
Inul mengaku dirinya bersama sang ibu menjalankan sejumlah usaha kecil-kecilan, termasuk berjualan rokok dan kacang.
Ia juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga gerobak dagangan setiap harinya.
"Jadi aku sama Ibuku tuh dulu jualan rokok di jalan, terus punya jualan kacang juga, terus punya gerobak yang aku harus jagain setiap hari," ujarnya.
Baca juga: Inul Daratista Geram Video Lawasnya Dikaitkan dengan Konflik Ruben-Sarwendah: Jangan Sembarangan
Sempat Membuat Ayah Terpukul
Perjalanan Inul untuk menjadi penyanyi dangdut juga tidak berjalan mulus. Pilihannya terjun sebagai biduan sempat membuat sang ayah merasa sedih.
Terlebih, ayah Inul dikenal sebagai seorang imam masjid sehingga profesi yang dijalani putrinya saat itu menimbulkan kekhawatiran tersendiri.
"Cuman Bapak sebelum meninggal itu pernah lihat VCD aku, VCD bajakan beli gitu, 'Aduh Nak, kamu nyanyinya kok kayak gitu ya? Kalau Bapak sama Emak ini jadi orang kaya, kamu enggak bakalan nyanyi kayak gini'," jelas Inul.
"Bapakku tuh kan dulu imam masjid gitu. Jadi ada rasa malu juga mungkin," lanjutnya.
Meski demikian, Inul tidak ingin pilihan kariernya membuat kedua orangtuanya kecewa.
Ia kemudian berusaha membuktikan bahwa profesi sebagai penyanyi dangdut tidak selalu identik dengan hal-hal negatif.
Inul pun bertekad menjaga nama baik sekaligus mengangkat martabat keluarganya melalui karier yang dijalaninya.
"Tapi aku bilang sama Bapakku, 'Nanti aku akan menjadi penyanyi dangdut yang baik, yang Bapak lihat tidak semua penyanyi dangdut itu nakal'," jelas Inul.
Baca juga: Inul Daratista Bisa Tersenyum, Ucap Syukur Tagihan Honornya di Stasiun TV Dijanjikan Dibayar
Goyang Ngebor Tuai Kontroversi
Ujian besar dalam perjalanan karier Inul terjadi ketika goyangan khasnya, goyang ngebor, menuai kontroversi.
Kala itu, Inul bahkan menghadapi aksi boikot hingga pencekalan yang membuat perjalanan kariernya semakin berat.
Meski berada dalam situasi sulit, Inul memilih tidak menceritakan penderitaan yang dialaminya kepada sang ayah.
Ia berusaha menyembunyikan masalah yang dihadapinya agar kedua orang tuanya tidak ikut terbebani.
"Aku susah, aku lagi repot, lagi gimana gitu, aku enggak pernah ngomong sama orangtua," tutur Inul.
"Orangtua tahunya pokoknya enak aja dikasih jajanan, udah. Sampai Bapakku meninggal," pungkasnya.