Ini Kata Polisi Soal Lansia Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok saat Kerincuhan, Ada Kerlibatan Ormas?
Rr Dewi Kartika H August 29, 2026 08:11 AM

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Polda Metro Jaya membenarkan adanya korban jiwa dalam peristiwa kerusuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan bela sungkawa atas jatuhnya korban jiwa.

"Terkait tentang adanya satu warga, yang pertama kita menyampaikan rasa bela sungkawa yang mendalam terhadap satu warga kita yang berpulang," kata Budi, Jumat (28/8/2026).

Budi mengungkapkan, korban ditemukan dalam kondisi pingsan di lokasi kejadian.

Setelahnya, korban dievakuasi oleh petugas Biddokkes Polda Metro Jaya ke Rumah Sakit (RS) Mintohardjo, Jakarta Pusat, untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, korban dinyatakan meninggal dunia tak lama setelah tiba di rumah sakit.

"Rumah sakit terdekat adalah Rumah Sakit Mintohardjo, dibawa ke rumah sakit. Tapi pada saat penanganan di rumah sakit yang bersangkutan meninggal dunia," ungkap Kabid Humas.

Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Polri untuk kepentingan identifikasi dan visum.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Jumat (13/3/2026).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Jumat (13/3/2026). (TribunJakarta/Annas Furqon Hakim)

Di sisi lain, pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah korban.

"Kami tetap melakukan mengajukan permohonan untuk dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematian. Ini juga ditolak oleh pihak keluarga dan sudah mengeluarkan surat pernyataan," ujar Budi.

Sementara itu, polisi juga tengah mendalami keterlibatan oknum ormas dalam kematian korban.

"Kalau terkait tentang ormas kami masih melakukan pendalaman terkait karena fakta harus terverifikasi. Kami mohon waktu," kata Budi.

Lansia Pedagang Cermin

Lansia bernama Bambang Setiawan (59) yang kesehariannya merupakan pedagang cermin di Jalan Pejompongan Raya tewas diduga dikeroyok orang tak dikenal.

Ditemui di rumah duka yang berada di bantaran rel kawasan Pejompongan, istri korban Sudarsih (56), menceritakan peristiwa yang dialami sang suami.

Sudarsih menuturkan, suaminya sebenarnya sudah menutup lapak cermin dagangannya lebih awal sekira pukul 16.30 WIB karena melihat situasi massa yang mulai memanas. 

Korban kemudian membantu mengantarkan tetangganya yang sakit ke Rumah Sakit Pelni sebelum kembali ke rumah sekitar pukul 20.30 WIB.

Namun, situasi yang sempat melandai membuat Bambang kembali melangkah keluar rumah hanya untuk melihat kericuhan dari dekat.

"Semalam, enggak lama setelah aman, dia keluar. Saya berpikir karena ada anak saya, saya enggak cegah kan. Saya diemin aja keluar karena dia memang biasanya kalau ada kejadian ini kan enggak sekali ini aja, kemarin-kemarin kan.

Dia tuh cuma nonton ya kan, kadang-kadang ngebantu ngucurin air buat cuci muka," papar Sudarsih.

Rasa cemas mulai menyelimuti keluarga ketika Bambang tak kunjung pulang hingga larut malam. 

Sudarsih sempat menyisir sekitar lokasi hingga Jumat (28/8/2026) pukul 01.30 WIB dini hari, namun nihil hasil.

Kenyataan pahit baru terkuak sekitar pukul 02.30 WIB melalui rekaman video kericuhan yang beredar luas di media sosial.

Anak korban yang menerima video tersebut meminta Sudarsih memastikan identitas pria yang menjadi sasaran amuk massa dalam rekaman itu.

"Anak saya bilang ternyata benar. He-eh, itu Bapak," tutur Sudarsih menirukan momen memilukan tersebut.

Sudarsih mengakui keluarga tidak melihat secara langsung detik-detik penganiayaan tersebut di lokasi kejadian. 

Mereka hanya bisa mengelus dada menyaksikan Bambang dipukuli hingga tewas melalui layar ponsel.

Sekitar pukul 03.00 hingga 04.00 WIB, pihak keluarga mendapat kepastian bahwa jenazah Bambang sudah berada di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

"Saya tahunya fix kalau dia bener-bener, udah jadi korban sekitar jam 4 Subuh," katanya.

Saat ini, jenazah Bambang pun telah dimakamkan di TPU Kemanggisan usai sempat disemayamkan sesaat di kediamannya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.