TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Oktavianus, Sp.P., FISR, melakukan kunjungan kerja ke RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Bali, Jumat 28 Agustus 2026.
Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam penguatan implementasi Cek Kesehatan Gratis (CKG), penanggulangan Tuberkulosis (TB), dan Integrasi Layanan Primer (ILP) di wilayah Bali.
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WITA tersebut dirangkaikan dengan Pertemuan Konsolidasi Implementasi CKG, TB, dan ILP di Aula dr. AA Made Djelantik, RS Ngoerah.
Pertemuan ini digelar bersama Kementerian Dalam Negeri dan dihadiri oleh jajaran Kemenkes, Direksi RS Ngoerah, Dinas Kesehatan se-Bali, UPTD Puskesmas, RSUD se-Bali, para Camat, Lurah, hingga Ketua DPD Partai Gerindra Bali.
Baca juga: Badung Siapkan Layanan Kesehatan 24 Jam, Wisatawan dan Masyarakat Bisa Akses Langsung
Direktur Utama RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Dr. I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma, S.Kp., M.Kes., menjelaskan bahwa kedatangan Wamenkes kali ini dilakukan bersama tim dari Kementerian Dalam Negeri untuk meninjau langsung penanganan program prioritas nasional tersebut di Bali.
"Beliau kebetulan ada penugasan kunjungan kerja bersama tim dari Wamendagri juga terkait program penanggulangan TB dan implementasi CKG di provinsi Bali, sekalian melihat dari dekat pelayanan kesehatan di RS Ngoerah," ujar Sukadarma.
Ia menekankan bahwa keberhasilan penanganan TB sangat bergantung pada deteksi dini dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat hingga tingkat daerah.
RSUP Ngoerah sendiri berfokus pada penanganan kuratif sebagai rujukan akhir.
"Kalau di RS Ngoerah karena kita dihilir pusat rujukan dan kebanyakan setelah pasien TB sakit, pastinya pendekatan kita kuratif. Beliau tadi mengajak dan mengundang unsur Mendagri bahwa penanganan TB harus melibatkan lintas sektor, dari masyarakat sendiri, kader, kelurahan, camat puskesmas dan RS," jelasnya.
Sukadarma menambahkan bahwa penemuan kasus sejak dini melalui skrining CKG menjadi kunci utama pencegahan penyebaran TB yang sedang digencarkan pemerintah.
"Tentunya penemuan kasus TB sangat penting makanya dilakukan CKG dan sekrining untuk digencarkan, kemenkes mengajak unsur-unsur di atas untuk menyukseskan program ini. Kita di RSUP Prof Ngoerah, tidak melayani CKG dan untuk TB kita lebih banyak pendekatan kuratif," tambah Sukadarma.
Terkait data teknis cakupan kasus TB dan CKG di wilayah Bali secara menyeluruh, pihaknya menyarankan untuk mengonfirmasi langsung ke Dinas Kesehatan Provinsi Bali.
"Rasanya paling tepat konfirmasi ke Pak Kadinkes Provinsi Bali, beliau banyak punya data terkait hal niki," tutupnya.
Di sela kegiatan konsolidasi, Wamenkes juga meninjau langsung fasilitas layanan di Ngoerah Sun Wellness & Aesthetic Center (NSWAC) serta Klinik Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) RS Ngoerah, sekaligus berdialog dengan para tenaga kesehatan yang sedang bertugas.