Dikecam karena Tarik AMPB saat Demo di DPR, Botok Ada Penyusup Mau Chaos, Telat Dikit Pati Hancur
Tribun-video August 29, 2026 10:42 AM

Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok mengungkap alasan langsung membawa massa AMPB pulang dalam aksi demo pada Kamis (27/8/2026).

Botok menegaskan bahwa massa AMPB diarahkan untuk meninggalkan gedung DPR lantaran melihat situasi mulai tidak kondusif.

AMPB melihat bahwa banyak massa yang diduga mulai menyusupi aksi demo yang diprakarsai AMPB.

Oknum perusuh ini dilaporkan mulai memprovokasi massa ketika sejumlah perwakilan AMPB sedang menemui pimpinan DPR RI untuk menyampaikan tuntutan.

“Kami sudah berpamitan, mungkin situasi tidak kondusif. Karena saya ditarik-tarik biar segera keluar lokasi massa,” ujar Botok.

Botok mengatakan, awalnya aksi AMPB berlangsung damai.

Massa kemudian mendapat kesempatan untuk beraudiensi langsung dengan pimpinan DPR RI guna menyampaikan tuntutan. 

Dalam pertemuan tersebut, salah satu tuntutan AMPB terkait pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset mendapat komitmen dari pimpinan DPR RI.

Botok juga menduga bahwa kericuhan bukan berasal dari massa AMPB yang sejak awal datang menyampaikan aspirasi.

Ia menyebut keberadaan orang-orang yang tidak dikenal membuat situasi semakin sulit dikendalikan.

Massa penyusup itu juga dideteksi mulai menganggu anggota AMPB yang sedang berada di lokasi.

“Target mereka (provokator) demo orang Pati ricuh (chaos), teman-teman ditangkap polisi, termasuk saya. Mereka menggerakkan massa memprovokasi mengganggu kita untuk menyampaikan aspirasi,” ungkapnya.

Karena situasi semakin tidak terkendali, Botok memilih segera meninggalkan lokasi bersama massa AMPB.

Ia bahkan menduga ada rencana agar anggota AMPB ditangkap dalam kericuhan tersebut.

Jika hal itu terjadi, Botok mengaku khawatir keselamatan dirinya turut terancam.

“Kalau telat sedikit Pati hancur,” katanya.

Botok juga membantah tudingan bahwa dirinya dan massa AMPB sengaja meninggalkan lokasi setelah mendapatkan uang dari pimpinan DPR RI.

“Narasi amplop itu hoaks,” kembali ditegaskannya.

Hal ini merespons ungkapan dari seorang ibu-ibu yang mengenakan jaket ojol.

Wanita bernama Melva Pardede ini menuding kepulangan AMPB lantaran sudah mendapatkan amplop dari anggota dewan.

“Apa yang disampaikan ibu-ibu ojol tidak mewakili semua elemen karena waktu itu situasi tidak kondusif. Yang menyelamatkan saya di situasi tersebut ojol,” ujarnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.