Laporan Wartawan TribunJatim.com, Madchan Jazuli
TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Ruas jalan Pandean-Malasan di Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, yang sebelumnya menjadi sorotan karena kondisinya rusak kini mulai mendapat penanganan.
Aspal hotmix mulai dilapiskan pada jalur yang menjadi salah satu akses alternatif menuju Kabupaten Tulungagung tersebut.
Perbaikan jalan itu ditinjau langsung oleh rombongan Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Ruas Pandean-Malasan selama ini tidak hanya menjadi jalur alternatif antarwilayah, tetapi juga banyak digunakan masyarakat untuk beraktivitas dan berlalu lintas.
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan peninjauan tersebut dilakukan secara tidak terencana. Ia kebetulan memiliki agenda ziarah ke makam bupati-bupati terdahulu di wilayah Durenan.
"Di Durenan ada pekerjaan ruas Pandean-Malasan yang dulu sempat viral karena dari Tulungagung masuk ke Trenggalek jalannya jelek. Sekarang jalan ini sedang dikerjakan," terang Mochamad Nur Arifin, Jumat (28/8/2026).
Baca juga: Turonggo Yakso Makin Mendunia, Seniman Trenggalek Khawatir 50 Persen Gerakan Pakem Hilang
Bupati yang akrab disapa Mas Ipin itu menjelaskan, perbaikan ruas Pandean-Malasan memiliki nilai kontrak sekitar Rp6,8 miliar. Panjang jalan yang mendapat penanganan mencapai sekitar 5,6 kilometer.
"Anggaran kontraknya 6,8 miliar dengan panjang sekitar 5,6 kilometer," bebernya.
Menurutnya, ruas Pandean-Malasan menjadi salah satu prioritas karena masuk dalam usulan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) serta daftar panjang pekerjaan infrastruktur Pemkab Trenggalek.
"Usulan-usulan musrenbang terus kita tampung. Kita juga memiliki daftar panjang pekerjaan. Begitu ada dana yang bisa dimanfaatkan, langsung kita gunakan," ulasnya.
Bupati yang hobi bermain sepak bola ini menyebut anggaran perbaikan jalan tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan mendapat pengawalan dari anggota DPR RI.
"Kebetulan dananya bersumber dari DAK dan dikawal anggota DPR RI. Terima kasih. Ini sekaligus menjadi bentuk pertanggungjawaban bahwa dananya sudah kita laksanakan tahun ini," terangnya.
Mas Ipin berharap pengerjaan jalan dilakukan dengan baik karena prosesnya mendapat pengawasan dari dinas terkait.
Ia menambahkan, anggaran pembangunan infrastruktur Kabupaten Trenggalek mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
"Rata-rata sebelumnya kita baru bisa membangun infrastruktur dengan anggaran Rp 45 miliar. Sekarang sudah hampir mendekati Rp 200 miliar," jelasnya.
Dengan mempertahankan anggaran pembangunan sekitar Rp200 miliar hingga Rp250 miliar per tahun, ia optimistis tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Trenggalek dapat mencapai 90 persen dalam empat hingga lima tahun mendatang.
"Kalau setiap tahun kita pertahankan lajunya Rp200 miliar sampai Rp250 miliar, paling tidak empat atau lima tahun lagi jalan mantap kita sudah 90 persen. Tinggal pekerjaan yang mahal-mahal, seperti jembatan," tuturnya.
Menurutnya, pembangunan jembatan membutuhkan anggaran lebih besar dibandingkan penanganan jalan. Karena itu, ia meminta tim anggaran segera melakukan langkah-langkah penyehatan fiskal agar pembangunan infrastruktur tetap berjalan.
"Jembatan lebih mahal. Karena itu, kita memiliki tugas kepada tim anggaran untuk segera melakukan aksi-aksi penyehatan fiskal. Sehingga, kalau nanti ada pekerjaan dari pusat, tidak terlalu memengaruhi pembangunan yang ada di bawah," katanya.
Mas Ipin mengatakan, pada akhir tahun ini terdapat banyak pekerjaan infrastruktur yang harus dipantau. Ia berencana lebih sering turun langsung untuk mengecek perkembangan pekerjaan di lapangan.
"Tahun ini banyak sekali pekerjaan. Mungkin nanti saya akan sering berkeliling untuk mengecek progresnya," ucapnya.
Selain perbaikan jalan, Pemkab Trenggalek juga menyiapkan sejumlah pekerjaan lain. Program tersebut mencakup pembangunan drainase, sektor pariwisata, percantikan kota, hingga pertanian.
"Kalau yang PU, kita fokus pada ruas kabupaten. Untuk drainase, dikerjakan tahun ini. Jadi, jalan dan drainase tahun ini. Awal tahun depan ada pariwisata, percantikan kota, dan pertanian," tutupnya.