POS-KUPANG.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) mendeteksi Sirkulasi Siklonik terbentuk di Samudera Pasifik.
Kemunculan Sirkulasi Siklonik ini akan berdampak terhadap cuaca hari ini di Sejumlah Wilayah di Indonesia.
BMKG menyebut, kondisi tersebut akan memicu terjadinya hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah seperti Ppaua Tengah dan Papua Selatan.
Sirkulasi Siklonik di Samudera Pasifik juga memicu terjadinya hujan ringan di Sejumlah wilayah Indonesia.
Karena itu, BMKG masyarakat yang berada di wilayah terdampak agar waspada.
BMKG menjelaskan, Sirkulasi Siklonik tersebut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di perairan utara Papua Nugini serta di sekitar sistem.
Baca juga: Prakiraan Cuaca NTT Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 Cerah Berawan Mendominasi,Waspada Angin Kencang
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi maupun konfluensi.
BMKG juga meminta masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Papua Tengah dan Papua Selatan.
Sirkulasi Siklonik Terbentuk di Samudra Pasifik
Dalam pembaruan informasi cuaca terbarunya, Jumat (28/8/2026), BMKG menyebut sirkulasi siklonik terbentuk di Samudra Pasifik utara Papua Nugini.
Sistem tersebut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di perairan utara Papua Nugini dan di sekitar sirkulasi siklonik.
Keberadaan sistem tersebut dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah sekitarnya.
Selain di sekitar sirkulasi siklonik, BMKG memprakirakan daerah perlambatan angin atau konvergensi terbentuk di sejumlah wilayah Indonesia.
Konvergensi tersebut diprakirakan terbentuk dari Sumatera Selatan hingga Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Tengah, serta dari Sulawesi Utara hingga Laut Sulawesi.
Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG NTT 29 Agustus 2026: Didominasi Cerah Berawan, Suhu hingga 32 Derajat Celsius
Daerah konvergensi juga terbentuk di Maluku hingga Laut Seram.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi.
BMKG juga memprakirakan daerah pertemuan angin atau konfluensi terbentuk di sejumlah wilayah perairan.
Daerah tersebut meliputi Laut Andaman, Laut China Selatan, Laut Filipina, Laut Banda, Laut Maluku, Laut Halmahera, Laut Arafuru, serta Samudra Pasifik utara Papua.
Kombinasi sirkulasi siklonik, konvergensi, dan konfluensi tersebut dapat mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.
Papua Tengah dan Papua Selatan Waspada Hujan Lebat
Kombinasi dinamika atmosfer tersebut menyebabkan potensi cuaca cukup signifikan di beberapa wilayah Indonesia.
BMKG meminta masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Papua Tengah dan Papua Selatan.
Selain itu, terdapat potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah lain seperti Sumatera.
Masyarakat di wilayah yang berpotensi mengalami cuaca signifikan diimbau tetap memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG.
Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG NTT Kamis 27 Agustus 2026: Kupang Waspada Angin Kencang
Prakiraan Cuaca Kota-Kota Besar Indonesia
Untuk wilayah barat Indonesia, hujan ringan diprakirakan terjadi di Medan, Padang, dan Tanjung Selor.
Banda Aceh, Tanjung Pinang, Bengkulu, Pangkal Pinang, sebagian besar Jawa, dan Samarinda diprakirakan mengalami kondisi cerah berawan hingga berawan tebal.
Potensi udara kabur terdapat di Pekanbaru, Jambi, Palembang, Pontianak, dan Palangkaraya.
Sementara itu, Bandar Lampung dan Banjarmasin berpotensi mengalami asap atau kabut.
Untuk wilayah timur Indonesia, Nabire berpotensi mengalami hujan sedang.
Hujan ringan diprakirakan terjadi di Mamuju, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke.
Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Palu, Gorontalo, Manado, Ternate, dan Manokwari diprakirakan mengalami kondisi cerah berawan hingga berawan tebal.
Adapun Ambon berpotensi mengalami udara kabur, sedangkan Sorong berpotensi mengalami asap atau kabut. (*)