Unik, Umat Katolik Stasi Bello Kupang Kenakan Baju Adat Saat Pesta Pelindung
Edi Hayong August 29, 2026 01:19 PM

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Ratusan umat Katolik Stasi Santo Agustinus Bello, Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua, Kota Kupang, merayakan pesta pelindung kapela pada Jumat (28/8/2026).

Perayaan yang bertepatan dengan Peringatan Wajib Santo Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja ini berlangsung sederhana, khidmat, sekaligus sarat dengan nuansa budaya Nusantara.

Perayaan Ekaristi Kudus ini dipimpin oleh Pastor Paroki Kolhua, RD Longginus Bone sebagai selebran utama, didampingi oleh lima imam konselebran.

Keunikan langsung terlihat sejak awal ibadah. Sebagian besar umat datang mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga: Umat Stasi Bello Kota Kupang Galang Donasi untuk Korban Bencana Gempa Flores

Bahkan, kelompok koor tampil anggun dengan balutan busana adat Manggarai dan melantunkan lagu-lagu liturgi menggunakan bahasa daerah tersebut.

Dalam homilinya, Pater Armando, SVD mengajak seluruh umat untuk memaknai salib Kristus sebagai jalan pertobatan, pelayanan, dan kerendahan hati.

Mengacu pada kisah Injil tentang lima gadis bijaksana dan lima gadis bodoh, ia mengingatkan pentingnya kesiapan iman.

"Mari kita belajar mengampuni, memaafkan, berkorban, melayani, dan rendah hati. Jangan hanya merayakan Santo Agustinus, tetapi hiduplah dengan semangat pertobatan dan pembaruan hidup yang pernah ia jalani," ujar Pater Armando.

Baca juga: Sepekan Menjabat, Lurah Bello Turun Pantau Titik Sampah dan Kunjungi Warga

Ia menegaskan, sejauh apa pun manusia jatuh dalam dosa, pintu kerahiman Tuhan selalu terbuka bagi yang mau bertobat.

Pertumbuhan Komunitas dan Gotong Royong

Pesta pelindung tahun ini juga menjadi cermin pesatnya perkembangan umat di wilayah Bello.

Berdasarkan data hingga Juli 2026, jumlah umat stasi ini telah mencapai 2.600 jiwa. Jumlah tersebut kini tersebar di 20 Kelompok Umat Basis (KUB) dan 11 wilayah.

Seiring pertumbuhan jumlah jiwa, Umat Stasi Bello saat ini tengah bergotong royong merampungkan pembangunan sebuah kapela pendukung di wilayah RT 20.

Pembangunan yang dilakukan secara swadaya tersebut kini sudah memasuki tahap penyelesaian bagian atap.

Mengenang Perintis Iman Sejak 1946

Di sela-sela perayaan, umat juga meluangkan waktu khusus untuk mendoakan para perintis iman Katolik di Bello, salah satunya almarhum Samuel Siki Bekon Saidjuna.

Samuel adalah seorang mantan tentara KNIL. Setelah pulang dari tanah rantau, ia membawa istrinya, Martha Bekon Saidjuna, yang telah lebih dahulu memeluk agama Katolik.

Melalui perantara keluarga kecil inilah, benih-benih iman Katolik mulai diperkenalkan dan tumbuh subur di bumi Bello sekitar tahun 1946.

Perayaan pesta pelindung ini akhirnya ditutup dengan rasa syukur yang mendalam.

Dari sebuah komunitas kecil di masa lalu, kini umat Katolik Bello telah tumbuh menjadi komunitas besar yang siap mewariskan nilai-nilai iman dan persaudaraan kepada generasi mendatang.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.