TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Federasi Nasional Pordasi Berkuda Memanah (FN PBM) resmi menggelar Liga Santri Indonesia Seri ke-2 untuk cabang olahraga berkuda memanah (horseback archery) di Noor Stable, Taktakan, Kota Serang, Banten.
Ajang yang mengusung tema "Membuka Jendela Indonesia" ini berlangsung pada 28 hingga 30 Agustus 2026.
Kompetisi ini diikuti oleh 56 atlet dari 26 lembaga pendidikan atau pondok pesantren yang tersebar di 9 provinsi se-Indonesia. Secara keseluruhan, tercatat ada 108 peserta yang terdaftar pada berbagai kategori lomba.
Baca juga: OMI 2026 Dibuka 27 Agustus: Ini Bidang Lomba, Jadwal, Syarat, dan Cara Daftarnya
Berdasarkan pantauan Tribun Banten.com di lokasi, tampak para peserta berlaga secara bergantian sesuai nomor urut panggilan.
Mereka beraksi memacu kuda dalam kecepatan tinggi sembari melepaskan anak panah ke sasaran.
Satu per satu anak panah melesat dan menancap di papan target hanya dalam hitungan detik.
Setiap titik sasaran yang berhasil ditembus memiliki bobot nilai yang berbeda-beda.
Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) FN PBM Banten, H. Qowiyyul Amin Alfarouq, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran acara tersebut.
Ia berharap gelaran ini mampu melahirkan atlet-atlet yang siap berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.
"Alhamdulillah acara ini berlangsung dengan lancar dan sukses. Dihadiri dari sembilan provinsi, 26 lembaga pendidikan atau pondok pesantren, dan total ada 56 atlet," ujar Qowiyyul kepada TribunBanten.com di lokasi.
Ia menegaskan optimismenya terhadap potensi atlet Banten yang memiliki rekam jejak bagus di ajang nasional.
Untuk jangka pendek, Pengprov FN PBM Banten memasang target tinggi pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2026 serta PON 2028.
"Target kita untuk jangka pendek Kejurnas tahun 2026 ini, insya Allah menargetkan emas di seluruh kategori. Dan di PON 2028, kita juga menargetkan mudah-mudahan atlet-atlet kita bisa membawa pulang emas di semua kategori perlombaan berkuda memanah," tegasnya.
Qowiyyul juga menambahkan bahwa rangkaian kompetisi ini akan berlanjut ke Seri ke-3 yang dijadwalkan berlangsung di Malang, Jawa Timur.
Dukungan penuh turut mengalir dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Banten. Ketua Umum KONI Banten, Kombes Pol. (Purn) Dr. H. Agus Rasyid, menilai kompetisi seperti Liga Santri sangat penting untuk menambah jam terbang atlet muda menuju Kualifikasi PON (Pra-PON) 2027.
"Salah satu cara untuk melahirkan atlet terbaru dan sang juara adalah kompetisi. Saya menyambut baik dan mendukung kegiatan ini. Banyak atlet junior yang perjalanannya masih panjang," kata Agus.
Agus mengingatkan bahwa cabang olahraga berkuda memanah Banten menyumbang medali emas pada PON XXI Aceh-Sumut 2024 lalu melalui atlet Muhammad Nishfi. Ia meyakini ajang ini mampu melahirkan sosok pemenang baru di masa depan.
Sebagai bentuk komitmen pembinaan, KONI Banten menyiapkan strategi khusus berupa insentif bulanan bagi para peraih medali, pengurus provinsi, hingga pelatih.
"Nanti para peraih medali ini akan kita berikan apresiasi: atletnya, Pengprov-nya, termasuk pelatihnya. Kita berikan tiap bulan, kalau nanti peraih medali emas, perak, perunggu, kita gaji bila perlu," pungkasnya.