Ketua Pemuda Adat Soya Buka Suara, Sebut Massa Bobby Datang Bawa Spanduk Tanpa Izin
Mesya Marasabessy August 29, 2026 01:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Ketua Pemuda Adat Negeri Soya, Nimbrod Soplanit, memberikan klarifikasi terkait insiden keributan yang terjadi di halaman Kantor Pemerintah Negeri Soya, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Rabu (26/8/2026) sore.

Menurutnya, kedatangan dengan membawa atribut tersebut memicu pertanyaan dari masyarakat adat Negeri Soya terkait maksud dan mekanisme yang digunakan.

"Ini perlu diluruskan agar masyarakat mendapatkan informasi yang berimbang dan tidak hanya melihat dari satu sisi," kata Nimbrod, Jumat (28/8/2026).

Ia menjelaskan, saat mengetahui adanya konsentrasi massa di kantor negeri, dirinya bersama Bhabinkamtibmas serta pihak Pemerintah Negeri Soya datang untuk melakukan mediasi dan menjaga situasi tetap kondusif.

Namun, di lokasi terjadi adu argumen antara pemuda setempat dengan rombongan Jacobis Rehatta alias Bobby terkait keberadaan spanduk yang dibawa.

Menurut Nimbrod, situasi kemudian memanas hingga terjadi kontak fisik.

"Pertanyaan terkait keabsahan keberadaan kelompok tersebut kemudian memicu emosi hingga terjadi kontak fisik berupa aksi saling dorong dan pukul," ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan pihaknya bersama aparat keamanan langsung berupaya menghentikan keributan agar tidak meluas.

Baca juga: Krisis Makin Parah, Masyarakat Pulau Ay Mesti Merogoh Kocek Jutaan tuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih

Baca juga: Istri Penyanyi Vicky Salamor Disomasi atas Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos

Bantah Pengeroyokan

Terkait laporan Bobby Rehatta yang mengaku menjadi korban pengeroyokan, Nimbrod menyatakan pihaknya memiliki pandangan berbeda.

Ia membantah adanya aksi pengeroyokan secara bersama-sama seperti yang dilaporkan.

Menurutnya, tiga nama yang dilaporkan Bobby, yakni Andre Rehatta, Cliven Rehatta, dan Herman Rehatta, justru berada di lokasi untuk membantu meredakan situasi.

"Tiga individu tersebut berada di lokasi untuk membantu melerai massa dan menenangkan situasi," katanya.

Nimbrod juga meminta agar proses hukum berjalan dan semua pihak menghormati asas praduga tak bersalah.

Ia menilai fakta di lapangan perlu dilihat secara utuh, termasuk melalui rekaman yang ada.

Latar Belakang Persoalan Adat

Nimbrod menyebut, keributan tersebut tidak bisa dilepaskan dari dinamika yang terjadi dalam persoalan adat Negeri Soya.

Ia mengklaim masyarakat adat Negeri Soya selama ini merasa dirugikan oleh sejumlah narasi di media sosial yang dinilai tidak sesuai dengan tatanan adat yang berlaku.

Karena itu, Pemuda Adat Negeri Soya mengimbau seluruh pihak agar menahan diri dan tidak memperkeruh keadaan.

"Kami mengajak seluruh masyarakat adat tetap menjaga keamanan dan ketertiban serta tidak mudah terprovokasi," ujarnya.

Laporan Bobby Masih Diproses Polisi

Sebelumnya, Jacobis Rehatta alias Bobby melaporkan dugaan pengeroyokan yang dialaminya ke SPKT Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

Dalam laporannya, Bobby menyebut dirinya diserang setelah keluar dari Kantor Pemerintah Negeri Soya usai mengikuti audiensi bersama keluarga besar Rehatta.

Ia mengaku keributan bermula ketika rombongannya dihadang massa yang diduga hendak mengambil baliho yang dibawanya.

Akibat kejadian tersebut, Bobby mengaku mengalami luka pada bagian dahi, wajah, dan beberapa bagian tubuh lainnya.

Kasus tersebut kini masih ditangani kepolisian untuk mendalami laporan dari pihak pelapor maupun keterangan pihak lainnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.