PABKI Pecahkan Rekor MURI Tancapkan 600 Pisau Serentak, Pembukaan Kejurnas di Kota Bandung Dibuka
Muhamad Syarif Abdussalam August 29, 2026 02:31 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Perkumpulan Olahraga Lempar Pisau dan Kapak Indonesia atau PABKI mencatatkan sejarah baru dengan memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui aksi penancapan 600 pisau serentak ke papan target, di Kiara Artha Park, Bandung, Sabtu (29/8/2026).

Momen ini menjadi pembuka kejuaraan nasional atau Kejurnas lempar pisau dan kapak yang memperebutkan hadiah berupa 12 unit sepeda motor untuk para juara utama.

Aksi penancapan 600 pisau melibatkan lebih dari 300 pelempar profesional dari 15 kontingen provinsi di seluruh Indonesia. Setiap peserta dibekali satu set perlengkapan standar kompetisi yang terdiri atas empat bilah pisau lempar.

Ketua Harian PABKI, Hendri Jay Agustian, menjelaskan pencapaian ini menjadi kali pertama diselenggarakan di tingkat dunia. Ajang ini dirancang sebagai katalis strategis untuk mengakselerasi popularitas cabang olahraga lempar bilah dan kapak di kancah nasional maupun internasional.

"Kegiatan MURI yang kami laksanakan ini bisa dikatakan pertama kali di dunia, bukan hanya di Indonesia. Kami memaksimalkan 600 lemparan menancap di target putih. Ini menjadi bukti simbolis betapa masifnya perkembangan olahraga ini di tanah air," kata Hendri.

Dalam teknis penilaian rekor bersama pihak MURI, PABKI mengedepankan prinsip sportivitas dan transparansi yang ketat. Setiap pisau yang berhasil menancap sah dihitung satu poin. Bahkan, apabila terdapat pisau yang tertimpa lemparan pisau lain lalu terjatuh, poin tetap diakui berkat pengawasan tim asisten juri khusus di sisi kiri dan kanan papan sasaran.

Setelah pemecahan rekor, rangkaian acara langsung berlanjut ke agenda Kejurnas yang berlangsung maraton selama dua hari penuh hari ini dan besok. Sebanyak 12 kelas dipertandingkan untuk memperebutkan total 72 gelar juara.

Kejuaraan ini menerapkan sistem terbuka (open tournament), dengan komposisi 85 hingga 90 persen anggota resmi PABKI dan sisanya berasal dari pelempar umum non-anggota.

Hendri menyebut meskipun komunitas olahraga ini telah aktif menggelar kejuaraan sejak 2010, Kejurnas edisi kali ini menjadi tonggak pertama yang menerapkan standardisasi tata kelola olahraga profesional secara paripurna, termasuk sistem siaran langsung daring.

Siaran langsung tersebut dipantau secara simultan oleh sekitar 50 hingga 100 pelempar profesional mancanegara. Momentum ini sekaligus dimanfaatkan sebagai tahap pra-registrasi atlet internasional menjelang perhelatan Piala Dunia Lempar Pisau yang dijadwalkan berlangsung di Indonesia pada akhir tahun depan.

Kemudian, terkait legalitas keolahragaan nasional, PABKI saat ini sedang merampungkan proses finalisasi administrasi untuk bergabung secara resmi di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Seluruh kelengkapan tata kelola dan persyaratan organisasi telah terpenuhi, dengan Kejurnas sebagai puncaknya.

Tahun depan, PABKI menargetkan kenaikan jumlah partisipasi atlet hingga tiga kali lipat untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama olahraga lempar pisau di pentas dunia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.