Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mewaspadai potensi gempa megathrust yang dapat memicu tsunami di wilayah pesisir selatan.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi, mengatakan gempa megathrust merupakan fenomena yang pasti terjadi. Namun, waktu terjadinya belum dapat diprediksi.
"Untuk megathrust pasti terjadi. Cuma kita tidak bisa mendeteksi kapan waktunya. Termasuk BMKG juga sama, tidak bisa," ujar Dodo dihubungi Tribun Jabar melalui WhatsApp, Sabtu (29/8/2026) siang.
Menurutnya, ketidakmampuan memprediksi waktu kejadian bukan berarti masyarakat boleh mengabaikan potensi bencana tersebut.
Kewaspadaan terhadap gempa bumi, tsunami, maupun megathrust harus terus ditingkatkan.
Baca juga: NIK Terindikasi Judi Online, Lansisa di Pangandaran Sempat Tak Bisa Terima Bansos
Dodo meminta masyarakat mengikuti rambu-rambu kebencanaan serta informasi resmi yang disampaikan pemerintah.
"Ikuti rambu-rambu yang dibuat pemerintah. Ikuti informasi yang datang dari pemerintah," katanya.
BPBD bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperkuat sistem peringatan dini tsunami atau Early Warning System (EWS).
Ia berharap masyarakat memahami tanda peringatan yang diberikan EWS, termasuk ketika sirine tsunami berbunyi.
"Kepada masyarakat yang mendengar sirine EWS itu harus selalu waspada. Harus secepatnya mengevakuasi mandiri," ucap Dodo.
Dodo bersyukur, pada tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Pangandaran mendapat tambahan perangkat EWS sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi tsunami. (*)