Detik-detik Penembakan Jukir oleh Oknum Polisi di Palu, Korban Sempat Cekcok & Serang Pakai Sajam
ahmadshalsamalkhaponda August 29, 2026 03:12 PM

- Seorang juru parkir tewas seusai ditembak oleh seorang oknum anggota Polda Sulawesi Tengah di depan sebuah minimarket di Kota Palu pada Kamis (27/8/2026).

Sebelum penembakan terjadi, juru parkir tersebut sempat terlibat cekcok bahkan melakukan pembacokan terhadap anggota polisi tersebut.

Detik-detik perselisihan keduanya terekam dalam kamera pengawas serta video amatir warga.

Dalam video terlihat juru parkir berinisial D dan oknum polisi Aipda A terlibat adu mulut dekat mobil yang terparkir di halaman minimarket di Jalan Tombolotutu, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore sekira pukul 20.44 Wita.

Tidak berapa lama, terjadi adu fisik antara D dan Aipda A yang membuat situasi menjadi tegang.

D juga terlihat mengeluarkan senjata tajam dan mengayunkannya ke arah Aipda A.

Mendapat serangan tersebut, Aipda A berusaha menghindar hingga menjatuhkan sebuah motor yang terparkir.

Kondisi ini membuat pengendara yang semula duduk di motornya memilih kabur menghindar.

Tak berapa lama, Aipda A terlihat mengeluarkan senjata api dan mengarahkannya pada D.

Adapun dalam video yang diambil warga, D sudah terkapar dan dilarikan oleh sejumlah orang untuk pertolongan medis.

Seorang saksi bernama Ferlin mengatakan, dirinya sempat berniat melerai kedua orang tersebut namun urung dilakukan karena mereka masing-masing membawa senjata.

Ferlin juga mendengar kurang lebih delapan kali bunyi tembakan saat insiden berlangsung.

Tembakan tersebut rupanya turut melukai warga lain berinisial M yang berada di dekat lokasi.

Diduga M terkena peluru nyasar yang melukai bagian lehernya saat mengintip kejadian dari tempat usahanya.

Kasatreskrim Polresta Palu AKP Ismail Bobby dalam keterangan pada Jumat (28/8/2026) mengatakan, Aipda A merupakan anggota yang bertugas di Bidpropam Polda Sulteng.

Propam nantinya akan melakukan pemeriksaan terhadap Aipda A untuk menelusuri dugaan kelalaian dalam penggunaan senjata api.

Lebih lanjut Bobby mengatakan, dalam peristiwa ini, Aipda A mengalami luka bacok bahkan jarinya dilaporkan putus seusai diserang D.

Mendapat serangan tersebut, Aipda A kemudian melepaskan tembakan peringatan.

Namun, D tetap melakukan penyerangan dengan senjata tajam hingga membuat Aipda A melumpuhkannya.

Dari hasil olah TKP, polisi memastikan ada delapan peluru yang keluar dari senjata api milik A.

Saat ini MA dan A masih menjalani perawatan medis karena luka yang dialami, sedangkan D meninggal seusai dirawat di rumah sakit.

(TribunVideo.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.