Pemerintah Kota Metro Optimalkan PDU Rejomulyo untuk Tekan Residu Sampah
Robertus Didik Budiawan Cahyono August 29, 2026 03:19 PM

Tribunlampung.co.id, Metro – Aktivitas pemrosesan sampah di Pusat Daur Ulang (PDU) Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan, kembali bergeliat seiring dibukanya kembali akses Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Karangrejo. 

Baca juga: Pemkot Metro Salurkan Bantuan Sarana Produksi bagi Petani Terdampak Banjir

Pengoperasian kembali fasilitas ini menjadi batu pijakan Pemerintah Kota Metro dalam memperkuat penataan sistem pengelolaan sampah terpadu dari hulu ke hilir.

Langkah ini berfokus pada adaptasi pemilahan sampah organik dan anorganik secara terukur untuk menekan volume residu yang berakhir di TPAS. 

Pemerintah Kota Metro berupaya memastikan bahwa pengelolaan sampah tidak lagi sekadar berpusat pada kumpul-angkut-buang, melainkan pada pemanfaatan kembali yang berwawasan lingkungan.

Plt. Kepala UPTD TPAS Karangrejo Kota Metro, Raden Muhammad Joni Irwan, menegaskan bahwa seluruh prosedur di PDU Rejomulyo telah dirancang untuk meminimalkan dampak lingkungan, khususnya kekhawatiran warga sekitar terkait potensi bau tak sedap.

"Kami pastikan bau sampah yang dikhawatirkan itu tidak akan terjadi. Proses pemilahan sampah organik dan anorganik di PDU Rejomulyo berjalan dengan baik dan terukur," kata Raden, Sabtu (29/8/2026).

Untuk mengimbangi ritme kedatangan armada dan mencegah penumpukan material, PDU Rejomulyo menyiagakan sedikitnya 20 tenaga kerja yang terbagi dalam sistem shift. 

Pelatihan dan adaptasi bagi para pekerja telah berjalan sejak Sabtu (22/8/2026), tepat sehari setelah pembukaan kembali akses TPAS Karangrejo oleh Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso bersama warga setempat.

"Teman-teman pekerja sudah mulai kita siapkan dan kita berikan pemahaman mengenai mekanisme pemilahan. Dengan sistem shift ini, setiap sampah yang datang bisa langsung ditangani sehingga tidak terlalu lama berada di lokasi," terangnya.

Dalam teknis operasionalnya, sampah yang masuk dipilah ke dalam tiga jalur utama.

Sampah Organik diarahkan ke barak pengomposan untuk diolah secara intensif menjadi pupuk organik, Sampah Anorganik Bernilai Ekonomis dipilah dan dicacah agar dapat masuk ke dalam rantai industri daur ulang, dan Sampah sisa yang sudah tidak dapat diolah kembali baru akan dikirim ke TPAS Karangrejo.

Skema ini diandalkan untuk memangkas pasokan sampah basah menuju TPAS Karangrejo. 

"Pengurangan fraksi organik dinilai menjadi kunci utama dalam meredam bau busuk, mencegah penumpukan air lindi, sekaligus memperpanjang umur pakai (lifetime) penampungan akhir. Di saat yang sama, pembenahan mekanis terhadap gunungan sampah lama di TPAS Karangrejo terus berjalan," kata dia.

Terkait tingginya lalu lalang truk sampah di sekitar PDU Rejomulyo dalam beberapa hari terakhir, Raden menjelaskan hal tersebut merupakan respons cepat atas dampak penumpukan sampah saat pelayanan sempat terhenti selama kurang lebih sepekan. 

Namun, masa transisi pembersihan intensif tersebut kini telah memasuki tahap akhir.

Penguatan fungsi PDU Rejomulyo ini diharapkan menjadi fondasi jangka panjang bagi Kota Metro dalam menciptakan tata kelola persampahan yang modern, bersih, sehat, dan berkelanjutan.

"Mulai besok, lalu lalang armada truk sampah tidak akan sepadat beberapa hari ini karena kondisi kebersihan kota sudah berangsur normal. Ke depan, kapasitas kelola PDU Rejomulyo dipastikan mampu mengelola seluruh pasokan sampah yang diangkut oleh truk-truk sampah di Kota Metro," pungkasnya. (Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.