- Enam bulan perang dengan Iran berlalu, Amerika Serikat belum mendapatkan kemenangan yang diharapkan.
Menurut analis New York Times pada Jumat (28/8), tujuan utama Washington masih jauh dari kata selesai.
Trump sebelumnya memperkirakan perang hanya berlangsung sekitar empat hingga enam minggu.
Namun kenyataannya, konflik justru berjalan lebih lama tanpa strategi keluar yang jelas.
AS kini berada di posisi sulit antara melanjutkan perang besar atau mencari jalan menuju kesepakatan.
Masalahnya, sebagian besar target awal AS belum benar-benar tercapai.
Kemampuan militer Iran memang mengalami kerusakan, namun Teheran masih mampu menyerang pangkalan AS dan sekutunya di kawasan.
Program nuklir Iran juga rusak parah, tetapi belum membuat Teheran menyerah untuk membangunnya kembali.
Pemerintahan Iran pun tetap bertahan meski menghadapi serangan besar dan kehilangan sejumlah pejabat penting.
Salah satu kartu terkuat Iran adalah Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan energi dunia.
Rata-rata kapal yang melintas disebut turun drastis dari sekitar 130 menjadi hanya 12 kapal per hari.
Gangguan tersebut ikut mengguncang pasar minyak dan membuat harga bensin di AS meningkat.
Perang juga mulai menguras persediaan senjata AS, termasuk rudal pencegat Patriot.
Di dalam negeri, dukungan publik terhadap perang ikut menurun dan semakin banyak warga mempertanyakan manfaat konflik ini.
Meski begitu, pendukung Trump menilai tekanan terhadap Iran tetap berhasil melemahkan Teheran tanpa perang darat besar-besaran.
Para kritikus justru melihat perang ini sebagai beban besar yang belum menghasilkan kemenangan jelas bagi Washington.
Enam bulan berlalu, AS masih mencari jalan keluar, sementara Iran tetap bertahan dan persaingan di Timur Tengah terus berlanjut.