- Hubungan Israel dan Turki kembali memanas usai Tel Aviv melancarkan serangan ke Suriah.
Serangan itu menghantam Pangkalan Udara Abu al-Duhur di Idlib pada Selasa (18/8).
Ankara langsung mengecam serangan tersebut dan menilai langkah Israel bisa mengganggu stabilitas kawasan.
Ketegangan meningkat karena Turki juga semakin aktif memperkuat kerja sama dengan pemerintahan baru Suriah.
Di tengah situasi itu, perhatian mulai tertuju pada kemampuan rudal terbaru yang dikembangkan Turki.
Namanya Yildirimhan, senjata strategis yang diperkenalkan dalam pameran pertahanan SAHA 2026.
Rudal ini diklaim memiliki jangkauan hingga 6.000 kilometer.
Jika klaim tersebut benar, wilayah Israel secara teori sudah berada dalam cakupan serangan dari daratan Turki.
Yildirimhan juga disebut mampu melaju hingga kecepatan Mach 25.
Kecepatan seperti itu membuat waktu tempuh menuju sasaran bisa berlangsung sangat singkat.
Lintasan, kecepatan aktual, dan tahapan penerbangan bisa membuat waktu tempuh menjadi lebih lama.
Sejumlah perkiraan menempatkan waktu sebenarnya di kisaran empat hingga enam menit.
Namun, Yildirimhan masih dalam tahap pengembangan dan belum terbukti digunakan dalam pertempuran.
Artinya, seluruh kemampuan yang disebutkan masih harus dibuktikan melalui pengujian lebih lanjut.
Namun jika semua klaim itu benar-benar terealisasi, kemampuan serangan jarak jauh Turki akan meningkat signifikan.
Perkembangan ini menjadi semakin sensitif karena Ankara dan Tel Aviv kini berebut pengaruh militer di Suriah.
Jika ketegangan berubah menjadi perang terbuka, Yildirimhan bisa menjadi salah satu kemampuan paling diperhatikan Israel