Makin Garang! Indonesia Gandeng Turki Produksi Rudal CAKIR, Bidik Teknologi Antariksa Dunia
Aura Dewi Arafuru August 29, 2026 06:11 PM

- Indonesia kini mengambil langkah baru dalam memperkuat industri pertahanannya bersama Turki.

Keduanya mulai bergerak menuju kerja sama produksi rudal di dalam negeri Indonesia.

Salah satu sistem yang menjadi perhatian adalah rudal jelajah CAKIR buatan Roketsan.

Dalam kesepakatan tersebut, teknologi produksi CAKIR akan ditransfer ke Indonesia.

Langkah ini membuka peluang bagi produksi sistem rudal tertentu dilakukan secara lebih lokal.

Kerja sama itu juga menjadi bagian dari hubungan industri pertahanan yang semakin dalam antara Jakarta dan Ankara.

Roketsan sebelumnya telah menandatangani kontrak dengan perusahaan Indonesia untuk memperkuat kerja sama teknologi dan pengembangan kemampuan.

Menariknya, kerja sama kedua negara tidak berhenti pada CAKIR saja.

Indonesia juga menunjukkan minat terhadap sejumlah sistem pertahanan Turki lainnya.

Di sisi lain, Roketsan sedang memperluas portofolio teknologinya dengan berbagai senjata generasi baru.

Dalam IDEF 2025, perusahaan itu memperkenalkan sejumlah sistem untuk operasi udara, darat, dan laut.

Ada GOKBORA untuk pertempuran udara, EREN untuk serangan jarak jauh, hingga sistem AKATA yang diluncurkan dari kapal selam.

Roketsan juga memperkenalkan TAYFUN Block-4 yang dirancang untuk menyerang sasaran strategis dari jarak jauh.

Namun yang paling menarik bukan hanya senjata.

Turki juga memperlihatkan SIMSEK-2, kendaraan peluncur antariksa yang sedang dikembangkan.

Sistem itu dirancang untuk membawa satelit berbobot hingga 1.500 kilogram ke orbit.

Artinya, Ankara kini tidak hanya mengejar kemampuan rudal, tetapi juga akses mandiri ke teknologi antariksa.

Jika transfer teknologi ini terus berkembang, hubungan Indonesia-Turki bisa masuk ke level kerja sama yang jauh lebih strategis.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.