Pokmas Alam Tani Kembangkan Tanaman Kopi Robusta di Lahan Gambut
Nolpitos Hendri August 29, 2026 08:18 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai) melalui program Community Involvement dan Development (CID) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sejak 2023 sukses mendampingi Kelompok Masyarakat Alam Tani, menyulap lahan tidur bekas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur  menjadi lahan produktif dengan mengembangkan kegiatan pertanian hortikultura.

Setelah berhasil mengembangkan tanaman Sorgum dan berbagai tanaman sayuran lainnya, Kelompok Masyarakat Alam Tani di Kelurahan Tanjung Palas, kini mulai mencoba peruntungan baru dengan mengembangkan pertanian kopi robusta di lahan gambut.

Sebanyak 1.000 bibit kopi robusta ditanam sejak 14 Juli 2026 secara bertahap di lahan seluas dua hektar dari enam hektar total lahan pertanian yang digarap oleh Pokmas Alam Tani binaan Pertamina Patra Niaga.

Penanaman 1.000 bibit kopi robusta tersebut menjadi tahap lanjutan setelah keberhasilan uji coba penanaman 100 batang kopi dilakukan pada 2022 silam.

Local Hero Pokmas Alam Tani, Maiyudi atau yang akrab disapa Rudi menceritakan bahwa penanaman kopi robusta yang dimulai empat tahun lalu tersebut berhasil dipanen perdana pada awal 2026.

"Untuk hasil panen satu batang biasanya menghasilkan satu kilogram biji kopi robusta, dan hasil panennya masih sebatas kami konsumsi sendiri," katanya, Jumat (28/8/2026).

Dirinya mengaku, selama ini tanaman kopi robusta identik dikenal sebagai tanaman yang tumbuh di dataran tinggi dengan iklim yang sejuk atau dingin pada ketinggian sekitar 800-1500  diatas permukaan laut (mdpl).

Dijelaskanya, keberhasilan penanaman kopi yang dikembangkan oleh Pokmas Alam Tani bersama Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai ini, menunjukkan bahwa lahan gambut yang dikelola dengan serius juga bisa memiliki potensi sebagai komoditas bernilai ekonomi.

Diakuinya, tidak hanya menjadi bagian dari roadmap program jangka panjang, pengembang ini  juga sejalan dengan melihat tren gaya hidup masyarakat kekinian, yang menghabiskan harinya dengan ngopi, ditandai dengan semakin menjamurnya bisnis-bisnis kedai kopi di berbagai daerah, mulai dari skala UMKM hingga sektor retail.

Menurutnya,  keberhasilan penanaman kopi pertama yang berhasil dikembangkan membuktikan bahwa, lahan gambut yang dikelola secara serius juga memiliki peluang menjadi lahan produktif dan menghasilkan.

"Penanaman biji kopi memberi peluang cukup besar di Indonesia. Apalagi di Kota Dumai belum ada petani yang menanam bibit biji kopi, biasanya tempat yang sering menghasilkan kopi itu kan ada di Aceh dan Lampung.

Maka dari itu kita mulai coba kembangkan di Kota Dumai, saya juga berharap kopi ini nantinya bisa dikenal orang sebagai kopi gambut," ucapnya.

Sementara, Area Manager Communication, Relations, dan CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Tengku Muhammad Rum mengungkapkan, program pertanian Kelompok Masyarakat Alam Tani tidak hanya menjadi upaya perusahaan memberdayakan masyarakat lewat kegiatan pertanian produktif, tetapi juga sekaligus menjadi strategi menjaga lahan gambut dari ancaman Karhutla.

M. Rum menerangkan, penanaman kopi ini merupakan bagian dari penguatan program untuk mendukung kemandirian serta keberlanjutan usaha kelompok ke depan.

"Melalui pendampingan yang diberikan, kami berharap kapasitas kelompok terus meningkat sehingga ketika tanaman kopi ini nanti sudah memasuki waktunya panen, hasilnya tidak hanya memberikan tambahan pendapatan bagi kelompok dan masyarakat sekitar, tetapi juga bisa berkembang menjadi komoditas unggulan khas lahan gambut Kota Dumai yang memiliki nilai tambah dan daya saing," pungkasnya.

( Tribunpekanbaru.com / Donny Kusuma Putra )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.