Renungan Harian Kristen 30 Agustus 2026 - Allah yang Memberikan
Bacaan ayat: 2 Samuel 8:6 (TB) Kemudian Daud menempatkan pasukan-pasukan pendudukan di daerah orang Aram dari Damsyik. Orang Aram itu takluk kepada Daud dan harus mempersembahkan upeti. TUHAN memberi kemenangan kepada Daud ke mana pun ia pergi berperang.
Oleh Pdt Feri Nugroho
Perang! Ach, membayangkan saja rasanya enggan, mengingat betapa merugikan perang itu bagi kehidupan.
Ibarat peribahasa, "Menang jadi arang, kalah jadi abu"; semua yang terlibat dalam perang akan sama-sama merugi.
Itu sebabnya peradaban yang semakin modern memperlihatkan pola paham yang semakin meninggalkan perang.
Sayangnya masih ada yang sepakat memakai perang dijadikan sebagai alat untuk mendominasi dan menunjukkan kualitas diri. Apalagi jika dibungkus dengan paham kebencian maka perang menjadi semakin brutal dan mengerikan.
Seseorang bisa memilih menyandang bom dengan daya ledak tinggi, berbaur dalam kerumunan orang-orang dan meledakkan diri.
Sangat berbeda dengan konteks dunia berabad-abad silam. Perang itu legal, sebab hukum rimba diberlakukan. Yang kuat, itulah yang berkuasa.
Maka dalam rangka menunjukkan dominasi dan luasnya wilayah kekuasaan, perang menjadi alat transaksi.
Tawaran damai diberikan. Ketika terjadi penolakan maka alat bukti dominasi ditunjukkan melalui perang. Dalam konteks inilah Daud melakukan tugasnya.
Ia memerangi para musuh dengan kemenangan yang gilang gemilang.
Namun ada yang berbeda bahwa kemenangan itu bukan tentang aktualisasi diri Daud untuk mendominasi. Ini tentang karya yang lebih besar, yaitu tentang Allah yang menyatakan kehendak-Nya.
Itu sebabnya, perang yang mereka alami adalah perang yang unik.
Pertama, umat Tuhan percaya bahwa kemenangan terjadi karena anugerah Tuhan.
Ini bukan tentang kemegahan diri melainkan kemuliaan Tuhan yang membuktikan bahwa para ilah adalah hampa karena tidak pernah eksis dalam sejarah.
Kedua, ini bukan dominasi kekuasaan. Sejak awal Allah telah menetapkan batas wilayah yang menjadi milik dan harus dikuasai. Begitu batas wilayah tercapai maka damaipun diperjuangkan.
Ketiga, ini tentang otoritas Allah yang mutlak atas apa yang Ia telah ciptakan. Sebagai pemegang kuasa yang absolut maka Ia akan bertindak sebagaimana rancangan-Nya untuk menyelamatkan.
Bahkan umat bentukan-Nya pun berada dibawah otoritas-Nya yang mutlak. Ketika mereka tidak setia, mereka dihukum.
Hari ini seharusnya perang tidak boleh lagi terjadi. Meskipun fakta lapangan memperlihatkan hal yang sebaliknya.
Perjuangan kita orang percaya ialah hidup dalam damai untuk saling mengasihi. Allah adalah kasih. Itu sebabnya damai atas dasar kasih harus terus menjadi fokus kehidupan. Amin
Renungan Kristen oleh Pdt Feri Nugroho, GKSBS Siloam Palembang