Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Forum Sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) IV Gereja Bethel Indonesia (GBI) di Kupang berhasil menghimpun donasi tahap II sebesar Rp 827.942.000 untuk korban gempa bumi di Pulau Flores.
Langkah itu merupakan kepedulian Sinode GBI terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Flores, NTT sekaligus sebagai wujud solidaritas kemanusiaan.
Donasi tersebut diserahkan oleh Ketua Umum BPP Sinode GBI Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham, Sekretaris Umum Pdt. Himawan Leenardo, dan Bendahara Umum Pdt. Ir. Suwito H. Hartanto kepada Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) GBI NTT.
Selanjutnya, bantuan tersebut akan disalurkan kepada masyarakat di sejumlah wilayah di Pulau Flores yang terdampak gempa bumi.
Penggalangan dana dan penyerahan donasi berlangsung dalam rangkaian Pembukaan Sidang MPL IV Sinode GBI yang digelar di Hotel Aston, Kota Kupang, pada 26 - 28 Agustus 2026.
Ketua Umum BPP Sinode GBI, Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian keluarga besar GBI terhadap masyarakat Flores yang masih menghadapi dampak bencana.
Menurut Rubin, bantuan yang diberikan bukan sekadar persoalan materi, tetapi merupakan wujud kehadiran gereja di tengah masyarakat yang sedang mengalami masa sulit.
“Bagi kami, bantuan ini bukan sekadar angka atau materi. Ini adalah wujud kasih, kepedulian, dan kehadiran Gereja bersama masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit,” kata Rubin, Sabtu (29/8/2026) dalam keterangannya.
Ia menyadari bantuan yang diberikan belum mampu menghapus seluruh penderitaan masyarakat terdampak. Namun, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban dan memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban, memenuhi kebutuhan yang mendesak, serta memberikan kekuatan dan pengharapan bagi mereka,” ujarnya.
Pdt Rubin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaat, pejabat gereja, BPD, BPLN, serta keluarga besar GBI yang telah mengambil bagian dalam gerakan kemanusiaan tersebut.
Prosesi penyerahan donasi turut disaksikan Asisten I Setda Provinsi NTT, Alex Lumba, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTT dan Kota Kupang.
Hadir pula perwakilan Kantor Kementerian Agama, pimpinan aras gereja, serta pimpinan gereja-gereja sahabat.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya sinergi lintas lembaga dan lintas denominasi dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Bagi Sinode GBI, kepedulian terhadap korban gempa merupakan bagian dari panggilan gereja untuk menghadirkan kasih melalui tindakan nyata.
Pelayanan gereja, kata Rubin, tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan di dalam gedung gereja, tetapi juga melalui kehadiran di tengah masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
“Ketika saudara kita berduka, kita hadir. Ketika mereka membutuhkan pertolongan, kita bergerak. Karena kasih Kristus mendorong kita untuk saling menanggung beban,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh keluarga besar Sinode GBI untuk terus mendoakan masyarakat Flores agar diberikan kekuatan, pemulihan, dan keteguhan dalam menghadapi situasi pascabencana.
“Kiranya bantuan ini menjadi berkat dan tanda bahwa mereka tidak berjalan sendirian. GBI hadir, GBI peduli, dan GBI bersama saudara-saudara kita di Flores,” ujar Rubin.
Donasi tahap II sebesar Rp 827.942.000 tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat terdampak, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar dan mendukung proses pemulihan pascabencana.
Bagi Sinode GBI, duka masyarakat Flores merupakan duka bersama. Karena itu, kepedulian tersebut diharapkan terus bergerak melalui doa, pelayanan, solidaritas, dan tindakan nyata untuk membantu masyarakat bangkit dan memulihkan kehidupan mereka. (fan)