Kronologi Rumah Aktivis Pati Diduga Ditembak, Ditemukan 14 Peluru Gotri di Lokasi Kejadian dan Kejanggalan Ini
Puput Akad Ningtyas Pratiwi August 30, 2026 12:34 AM

Grid.ID – Demo 27 Agustus 2026 di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat masih menyisakan cerita. Pasalnya, kini ramai berita tentang kronologi rumah aktivis Pati diduga ditembak.

Insiden tersebut terjadi di rumah keluarga aktivis berinisial Y di Desa Kajar, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Mereka baru bahwa menyadari pintu kaca rumah berlubang dan retak pada Selasa (25/8/2026) pagi.

Kerusakan itu ditemukan dua hari sebelum sang aktivis bersama rombongan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) berangkat ke Jakarta untuk mengikuti demo 27 Agustus 2026.

Lantas, bagaimana kronologi rumah aktivis Pati diduga ditembak? Istri Y, Sri Suryanti, mengaku mengetahui kondisi rumah pada Selasa sekira pukul 10.00 WIB. Saat itu, ia sedang menyapu dan mengantarkan makanan ke rumah yang ditempati anaknya.

Ketika membersihkan bagian dalam rumah, Sri menemukan empat butir peluru gotri di dekat pintu. Ia kemudian menyadari kaca pintu depan dalam kondisi berlubang dan retak.

“Tahunya pagi jam 10-an (Selasa). Saat saya menyapu rumah, tahunya ada peluru empat biji. Ditemukan di dalam dekat pintu,” ujar Sri, dikutip dari Kompas.com pada Kamis (27/8/2026).

Keluarga menduga penembakan terjadi pada malam sebelumnya. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai penyebab lubang dan retakan pada kaca tersebut. Beruntung, tidak ada korban luka dalam kejadian ini.

Kejadian ini tak membuat membuat Sri dan keluarganya merasa khawatir. Terlebih, suaminya ikut berangkat ke Jakarta untuk mengikuti demo 27 Agustus 2026. Berharap kejadian serupa tak terjadi lagi, Sri menduga penembakan ini merupakan bentuk intimidasi.

Pasalnya, belakangan diketahui bahwa suami Sri menjadi sopir rombongan AMPB. Rombongan tersebut berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi di Gedung DPR RI. AMPB bersama massa lintas daerah yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu (ARIB) akan menyampaikan tuntutan agar DPR RI mengesahkan RUU Perampasan Aset serta memberlakukan hukuman mati bagi koruptor.

Masih mengutip Kompas.com, Sri juga mengaku sebelumnya menerima teror melalui WhatsApp setelah mengunggah video mengenai aksi AMPB di Jakarta.

Kepolisian langsung turun tangan untuk menangani kasus ini. Setelah menerima informasi, Bhabinkamtibmas Polsek Wedarijaksa segera berkoordinasi dengan Satreskrim Polresta Pati untuk melakukan pemeriksaan awal.

Kemudian Tim Bidlabfor Polda Jateng menerjunkan personel untuk olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Rabu (26/8/2026) sekira pukul 18.00 WIB. Namun, justru ditemukan sebuah kejanggalan.

Mengutip Tribunnews pada Jumat (28/8/2026), petugas mendapati kerusakan pada satu bagian kaca pintu utama serta menemukan 14 buah benda berbentuk gotri yang tersebar di beberapa titik di lokasi kejadian. Yakni 7 butir di dalam rumah, 4 butir di luar rumah atau depan pintu masuk, dan 3 butir di bawah mainan anak-anak di sekitar akuarium.

Wakapolresta Pati, AKBP Ardyan Ukie Hercahyo menjelaskan bahwa temuan peluru gotri tersebut belum bisa dipastikan keterkaitannya dengan kerusakan kaca karena masih menunggu hasil konfirmasi secara ilmiah.

Sementara itu, Kasubbid Balistik Metalurgi Bidlabfor Polda Jateng selaku Katim Pemeriksaan, AKBP Totok Tri Kusuma, mengungkapkan adanya kejanggalan ukuran antara gotri dan lubang kaca. Bahwa ukuran gotri lebih besar daripada ukuran lubang pada kaca.

“Dari hasil rekonstruksi sementara, gotri yang ditemukan tidak dapat melewati lubang kerusakan kaca karena ukurannya lebih besar dibandingkan diameter lubang pada kaca,” kata AKBP Totok, masih mengutip Tribunnews.

Ia membeberkan bahwa diameter gotri tercatat sekitar 6,34 milimeter, sedangkan lubang pada kaca hanya berukuran sekitar 3,67 hingga 4,68 milimeter. Temuan tersebut diperkuat oleh hasil uji awal menggunakan Bullet Testing Kit pada bagian kaca yang rusak, yang menunjukkan hasil negatif atau tidak ditemukannya kandungan timbal dari gesekan peluru maupun gotri.

Meski demikian, tim laboratorium forensik masih terus melanjutkan pemeriksaan konfirmasi terhadap barang bukti dan hasil swab. Untuk menuntaskan kasus ini, penyidik Polresta Pati menegaskan akan terus mendalami kronologi rumah aktivis Pati diduga ditembak, keterangan saksi, hingga rekaman CCTV dan petunjuk lain di sekitar TKP.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.