Viral Serial Animasi Melangkah dari Timur, Angkat Kisah Masa Kecil Bahlil Lahadalia
Briandena Silvania Sestiani August 30, 2026 06:19 AM

TRIBUNKALTIM.CO - Sebuah serial animasi Indonesia berjudul Melangkah dari Timur belakangan menjadi perhatian dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Serial tersebut mengisahkan perjalanan seorang anak laki-laki yang tumbuh di wilayah Indonesia Timur dan berusaha mengejar cita-citanya di tengah berbagai keterbatasan.

Tokoh utama dalam serial animasi tersebut bernama Baha.

Di balik karakter Baha, terdapat kisah yang terinspirasi dari perjalanan hidup Bahlil Lahadalia, terutama pada masa kecil dan masa pendidikannya.

Baca juga: Bahlil Perintahkan Meutya Hafid Bentuk ‘Pasukan Udara’ Golkar untuk Hadapi Serangan Medsos

Sebagai informasi, Bahlil Lahadalia merupakan sosok Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia sejak era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yaitu pada 19 Agustus 2024.

Ia ditunjuk oleh Presiden Jokowi untuk menggantikan Arifin Tasrif di sisa masa jabatan Kabinet Indonesia Maju yang tinggal sekitar dua bulan.

Sebelum ditunjuk menjadi Menteri ESDM, Bahlil memegang beberapa posisi penting lain di era pemerintahan Jokowi yaitu sebagai Kepala BKPM (Oktober 2019 – April 2021 dan Menteri Investasi/Kepala BKPM (April 2021 – Agustus 2024).

Setelah masa jabatan Jokowi berakhir, Bahlil kembali dipercaya dan dilantik lagi untuk posisi yang sama di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. 

Bahlil juga menjabat sebagai ketua umum Partai Golkar setelahg terpilih pada tanggal 21 Agustus 2024 dalam Musyawarah Nasional (Munas) XI Partai Golkar yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan.

Serial Melangkah dari Timur disebut mengangkat sejumlah pengalaman Bahlil sejak menjalani pendidikan di bangku sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Cerita perjalanan hidup tersebut kemudian dikemas dalam bentuk animasi dengan sejumlah penyesuaian dramatik.

Kisah mengenai serial ini dikonfirmasi oleh Eminensi selaku produser ketika dihubungi. Ia menjelaskan bahwa serial tersebut memang mengambil inspirasi dari perjalanan hidup Bahlil Lahadalia pada masa kecil.

“Iya bener, jadi ini series animasi delapan episode yang menceritakan mengenai kehidupan di masa kecil dari SD, SMP sampai SMA dari Menteri Bahlil Lahadalia,” ujar Eminensi, Kamis (27/8/2026).

Serial ini kemudian menjadi perbincangan setelah potongan tayangannya beredar dan viral di media sosial. Cerita perjuangan seorang anak dari Indonesia Timur yang berusaha meraih mimpi menjadi bagian utama dalam narasi yang dibangun melalui tokoh Baha.

Baha Disebut Merepresentasikan Bahlil Lahadalia

Tokoh Baha menjadi pusat cerita dalam serial Melangkah dari Timur.

Karakter tersebut menggambarkan seorang anak laki-laki yang tinggal di wilayah Timur Indonesia dan menjalani berbagai pengalaman dalam proses mengejar masa depannya.

Eminensi mengonfirmasi bahwa Baha merupakan representasi dari Bahlil Lahadalia.

Perjalanan yang ditampilkan dalam serial itu mencakup masa ketika tokoh utama menjalani pendidikan sejak tingkat sekolah dasar atau SD, kemudian sekolah menengah pertama atau SMP, hingga sekolah menengah atas atau SMA.

Sejumlah pengalaman yang diangkat dalam cerita disebut berasal dari perjalanan hidup Bahlil. Pengalaman tersebut berkaitan dengan kondisi ekonomi keluarga dan proses menjalani pendidikan di tengah keterbatasan fasilitas.

Salah satu pengalaman yang kemudian diangkat dalam serial animasi tersebut berkaitan dengan kondisi belajar yang dilakukan menggunakan lampu berbahan bakar minyak sebagai sumber penerangan.

Pengalaman tersebut menggambarkan situasi ketika fasilitas yang tersedia masih terbatas. Cerita itu kemudian dikembangkan ke dalam bentuk animasi agar dapat menjadi bagian dari perjalanan tokoh utama.

Meski mengambil inspirasi dari kisah nyata, serial tersebut tidak disusun sebagai penggambaran yang sepenuhnya identik dengan perjalanan kehidupan Bahlil. Sejumlah bagian cerita dikembangkan melalui penyesuaian dramatik untuk kebutuhan penyajian dalam format serial animasi.

Awalnya Bukan Ide dari Bahlil

Di balik pembuatan serial Melangkah dari Timur, terdapat fakta bahwa ide awal proyek tersebut disebut bukan berasal dari Bahlil Lahadalia sendiri.

Menurut Eminensi, ketika rencana pembuatan film animasi itu mulai dikerjakan, Bahlil bahkan belum mengetahui adanya proyek yang sedang dipersiapkan.

Eminensi mengatakan serial tersebut bukan dibuat atas gagasan Bahlil.

“Bukan dari beliau, malah beliau nggak tahu kalau mau bikin film animasi ini,” katanya.

Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa proses pengembangan proyek dilakukan tanpa Bahlil mengetahui rencana awal pembuatan animasi yang mengangkat perjalanan hidupnya.

Cerita kemudian dikembangkan dengan mengambil sejumlah bagian dari pengalaman masa kecil dan perjalanan pendidikan Bahlil.

Perjalanan tersebut menjadi dasar untuk membangun karakter Baha sebagai tokoh utama yang menghadapi berbagai keterbatasan, tetapi tetap menjalani proses untuk menggapai mimpi.

Diproduksi Selama Sekitar Tiga Bulan

Pembuatan serial Melangkah dari Timur melibatkan Patopo Animation yang berasal dari Bandung, Jawa Barat.

Eminensi menjelaskan bahwa proses produksi serial tersebut membutuhkan waktu sekitar tiga bulan sejak tahap awal diskusi.

" Sekitar tiga bulan sih, dari kita diskusi. Jadi animasi ini dibuat sama Patopo Animation dari Bandung, biasanya emang mereka mengerjakan film animasi," bebernya.

Proses tersebut dimulai dari diskusi sebelum kemudian masuk ke tahap produksi bersama tim animasi.

Animasi merupakan bentuk karya audiovisual yang menampilkan gambar atau karakter bergerak untuk menyampaikan sebuah cerita. Dalam produksi Melangkah dari Timur, kisah perjalanan hidup kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk visual melalui karakter, narasi, serta berbagai adegan yang menggambarkan perjalanan tokoh utama.

Kehadiran Patopo Animation dari Bandung menjadi bagian dari proses produksi serial tersebut.

Serial ini dibuat dalam format episodik atau cerita yang dibagi ke dalam beberapa bagian. Secara keseluruhan, Melangkah dari Timur direncanakan memiliki delapan episode.

Setiap Episode Berdurasi Tujuh Menit

Serial Melangkah dari Timur dibuat dalam durasi yang relatif singkat.

Setiap episode berdurasi sekitar tujuh menit.

Dengan format tersebut, cerita perjalanan tokoh Baha disampaikan secara bertahap melalui delapan episode yang direncanakan.

Menariknya, cerita tidak disusun sepenuhnya secara kronologis atau berdasarkan urutan waktu dari awal hingga akhir secara lurus.

Serial tersebut menggunakan teknik kilas balik untuk menceritakan perjalanan tokoh utamanya.

Kilas balik merupakan teknik penceritaan yang membawa cerita kembali ke peristiwa yang terjadi pada masa sebelumnya.

Selain itu, perjalanan cerita juga dihubungkan melalui narasi Baha versi dewasa.

Kehadiran narasi dari Baha ketika telah dewasa berfungsi sebagai penghubung dalam menceritakan berbagai fase kehidupan yang pernah dilalui oleh tokoh utama.

Melalui format tersebut, perjalanan Baha sejak masa sekolah hingga berbagai pengalaman dalam hidupnya disajikan secara bertahap.

Cerita tentang masa kecil, pendidikan, kondisi keluarga, hingga berbagai keterbatasan yang dihadapi menjadi bagian dari perjalanan yang diangkat dalam serial animasi tersebut.

Mengangkat Kisah Perjuangan di Tengah Keterbatasan

Salah satu bagian penting dari cerita Melangkah dari Timur adalah penggambaran perjuangan tokoh utama dalam menjalani kehidupan dan pendidikan.

Kisah tersebut mengambil sejumlah pengalaman yang disebut berasal dari perjalanan hidup Bahlil Lahadalia.

Kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu latar yang diangkat.

Selain itu, pengalaman menjalani pendidikan dengan keterbatasan fasilitas juga menjadi bagian dari cerita.

Salah satu pengalaman yang secara khusus disebut adalah ketika proses belajar dilakukan dengan menggunakan lampu berbahan bakar minyak sebagai sumber cahaya.

Kondisi tersebut kemudian menjadi bagian dari narasi mengenai perjalanan seorang anak yang hidup dalam keterbatasan.

Pengalaman tersebut dikembangkan dalam format animasi dengan sejumlah unsur dramatik.

Penyesuaian dramatik berarti pengembangan cerita untuk kebutuhan penyampaian narasi agar dapat disajikan secara lebih utuh dalam sebuah karya.

Dengan demikian, serial tersebut mengambil inspirasi dari perjalanan hidup yang disebut berasal dari pengalaman Bahlil, namun dikemas melalui bentuk penceritaan animasi.

Tokoh Baha menjadi karakter utama yang membawa penonton mengikuti perjalanan seorang anak dari wilayah Timur Indonesia dalam proses mengejar mimpinya.

Tayang Gratis di YouTube untuk Memberikan Motivasi

Serial Melangkah dari Timur tidak ditayangkan melalui layar lebar.

Serial tersebut dipilih untuk disajikan melalui platform YouTube dan dapat ditonton secara gratis.

Eminensi menjelaskan alasan pemilihan platform tersebut.

“Kita kasih nonton gratis di YouTube karena mau kasih motivasi ke masyarakat luas. Kalau ke layar lebar, mungkin dibutuhkan dana yang besar,” ujar Eminensi.

Menurut penjelasan tersebut, tujuan penayangan gratis melalui YouTube adalah agar serial tersebut dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.

YouTube dipilih sebagai media distribusi karena memungkinkan penonton mengakses serial tersebut secara terbuka.

Selain pertimbangan akses yang lebih luas, Eminensi juga menyebut pertimbangan kebutuhan dana apabila serial tersebut ditayangkan melalui layar lebar.

Melalui penayangan gratis, serial tersebut diharapkan dapat menyampaikan pesan motivasi kepada masyarakat luas.

Kisah perjuangan yang digambarkan melalui perjalanan tokoh Baha menjadi bagian dari tujuan penyampaian serial tersebut.

Awalnya Direncanakan sebagai Hadiah Ulang Tahun Bahlil

Pembuatan serial Melangkah dari Timur pada awalnya memiliki rencana khusus.

Serial tersebut semula dipersiapkan sebagai hadiah ulang tahun Bahlil Lahadalia yang ke-50.

Target penayangan awal direncanakan pada 7 Agustus 2026.

Namun, jadwal tersebut tidak dapat terlaksana sesuai rencana karena terdapat kendala teknis.

Akibat kendala tersebut, jadwal penayangan kemudian mengalami perubahan.

Serial Melangkah dari Timur akhirnya ditayangkan pada 25 Agustus 2026.

Setelah tayang, potongan dari serial animasi tersebut kemudian ramai diperbincangkan dan menjadi viral di media sosial.

Perhatian masyarakat terhadap serial tersebut membuat kisah mengenai latar belakang pembuatannya ikut menjadi sorotan.

Cerita Masa Kecil hingga Masa SMA

Secara keseluruhan, serial Melangkah dari Timur direncanakan terdiri atas delapan episode.

Setiap episode berdurasi sekitar tujuh menit dan mengisahkan perjalanan tokoh utama dari berbagai fase kehidupan.

Eminensi menjelaskan bahwa perjalanan yang diceritakan mencakup masa sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas.

Karakter Baha menjadi representasi perjalanan tersebut.

Cerita mengenai kondisi keluarga, pengalaman pendidikan, serta berbagai keterbatasan yang dihadapi menjadi bagian dari latar perjalanan tokoh utama.

Salah satu pengalaman yang dimasukkan adalah penggunaan lampu berbahan bakar minyak sebagai sumber penerangan ketika belajar.

Cerita tersebut kemudian menjadi bagian dari rangkaian perjalanan Baha dalam mengejar masa depan.

Penceritaan tidak berjalan sepenuhnya berdasarkan urutan waktu. Serial menggunakan teknik kilas balik dan narasi Baha versi dewasa untuk menghubungkan berbagai fase kehidupannya.

Dengan delapan episode yang direncanakan, perjalanan masa kecil hingga masa pendidikan tokoh utama disajikan dalam beberapa bagian.

Serial ini juga dibuat dengan tujuan untuk memberikan motivasi kepada masyarakat luas melalui kisah perjuangan yang ditampilkan.

Diproduksi di Bandung dan Mengangkat Kisah dari Indonesia Timur

Melangkah dari Timur menghadirkan perpaduan antara cerita yang mengambil inspirasi dari perjalanan seorang tokoh yang tumbuh di wilayah Timur Indonesia dengan proses produksi animasi yang dikerjakan bersama Patopo Animation dari Bandung, Jawa Barat.

Proses produksinya disebut berlangsung selama sekitar tiga bulan sejak tahap diskusi.

Setelah proses produksi dilakukan, serial tersebut kemudian disiapkan untuk tayang dalam delapan episode.

Tokoh Baha yang menjadi pusat cerita menggambarkan perjalanan seorang anak laki-laki yang berjuang untuk menggapai mimpinya.

Kisahnya mengambil inspirasi dari masa kecil Bahlil Lahadalia, termasuk perjalanan pendidikan yang dilalui sejak SD, SMP, hingga SMA.

Serial tersebut awalnya direncanakan sebagai kejutan atau hadiah ulang tahun Bahlil yang ke-50.

Namun, rencana awal penayangan pada 7 Agustus 2026 mengalami perubahan akibat kendala teknis.

Penayangan kemudian dilakukan pada 25 Agustus 2026.

Tidak lama setelah itu, potongan serial tersebut menjadi perbincangan di media sosial.

Tonton serialnya Episode 1  KLIK LINK DI SINI

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.