TRIBUNNEWS.COM - Tottenham Hotspur kembali mendapat sorotan setelah mengawali Liga Inggris 2026/2027 dengan hasil yang jauh dari harapan.
Setelah dihantam Brentford 0-3 pada pekan pembuka, Tottenham kembali gagal meraih poin ketika menjamu Newcastle United.
Bermain di Tottenham Hotspur Stadium, Sabtu (29/8/2026), pasukan Roberto De Zerbi takluk 0-2.
Anthony Elanga dan Yoane Wissa menjadi mimpi buruk Tottenham lewat gol mereka pada babak kedua.
Hasil tersebut membuat Tottenham berada di dasar klasemen sementara sementara Liga Inggris dengan nirpoin.
Lebih buruk lagi, Spurs belum mampu mencetak satu gol pun dalam dua pertandingan liga.
Padahal, manajemen Tottenham sudah memberikan dukungan besar kepada De Zerbi pada bursa transfer musim panas.
Lebih dari 300 juta pounds sterling atau sekitar Rp7,2 triliun dihabiskan untuk mendatangkan sejumlah pemain anyar demi membangun skuad yang diharapkan mampu bangkit setelah dua musim terakhir berkutat di papan bawah.
Tottenham mendatangkan sejumlah nama besar pada musim panas ini.
Sandro Tonali dan Mateus Fernandes menjadi dua rekrutan mahal di lini tengah. Keduanya disebut didatangkan dengan nilai transfer sekitar 100 juta pounds dan 85 juta pounds sterling.
Di lini belakang, Spurs mendatangkan Jan Paul van Hecke dari Brighton dengan nilai sekitar 52 juta pounds.
Sementara itu, winger Savio juga digaet dari Manchester City dengan nilai sekitar 75 juta pounds.
Omar Marmoush turut memperkuat lini depan Tottenham. Striker asal Mesir itu menjalani debutnya saat menghadapi Newcastle setelah bergabung dengan status pinjaman dari Manchester City, dengan kesepakatan permanen akan berlaku pada musim panas berikutnya.
Namun, deretan pemain mahal tersebut belum mampu mengangkat performa Tottenham di Liga Inggris.
Bahkan, Spurs kembali memperlihatkan masalah yang sama seperti musim lalu.
Baca juga: Klasemen Liga Inggris: Liverpool Terjebak, Hull City Setara Manchester City, Spurs Babak Belur
Kekalahan dari Newcastle membuat tekanan terhadap De Zerbi semakin besar.
Namun, pelatih asal Italia itu memilih tetap tenang.
De Zerbi mengaku kecewa dengan hasil pertandingan, tetapi menegaskan tidak ingin timnya panik hanya karena mengawali musim dengan dua kekalahan.
"Saya tidak marah. Kami bekerja dengan baik dan hari ini kami kurang beruntung dengan hasilnya," ujar De Zerbi, dikutip dari BBC Sport.
De Zerbi juga menegaskan dirinya mengetahui arah yang ingin dituju Tottenham.
"Saya tahu ke mana kami akan pergi, apa rencananya dan masalah sulit apa yang mungkin kami temui di perjalanan," katanya.
Menurut De Zerbi, Tottenham membutuhkan waktu untuk menyatukan banyak pemain baru.
Ia pun meminta skuadnya tetap tenang dan bekerja lebih keras di lapangan.
"Kami harus tetap tenang dan fokus untuk berkembang. Kami memiliki skuad dan pemain yang hebat. Kami tidak bisa menggunakan semua pemain yang kami datangkan, tetapi jika kami bekerja seperti ini dan percaya pada diri sendiri, saya pikir kami bisa mengubah dua musim terakhir," ujar De Zerbi.
Kekalahan dari Newcastle juga memperpanjang catatan buruk Tottenham di kandang.
Spurs hanya meraih tiga kemenangan dalam 23 pertandingan kandang terakhir mereka di Liga Inggris.
De Zerbi menilai penampilan timnya sebenarnya lebih baik dibandingkan ketika dikalahkan Brentford pada pekan pertama.
"Sejujurnya, sampai gol pertama yang kami kebobolan, kami bermain lebih baik daripada Newcastle," kata De Zerbi.
Meski demikian, ia mengakui masih ada pekerjaan besar yang harus diselesaikan, terutama dalam membangun koneksi antarpemain.
"Kami harus bekerja keras di lapangan dan menemukan kembali koneksi antarpemain," tegasnya.
Tottenham kini dituntut segera bangkit.
Dengan investasi lebih dari 300 juta pounds sterling dan skuad yang bertabur pemain baru, De Zerbi harus segera menemukan formula terbaik agar Spurs tidak kembali terjebak dalam pertarungan zona degradasi.
Pasalnya, setelah dua musim terakhir berakhir dengan Tottenham finis di posisi ke-17 dan nyaris terdegradasi, awal musim kali ini justru kembali berjalan ke arah yang sama.
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)