Kronologi hingga Sosok Juru Parkir Tewas Ditembak Polisi, Affandi Juga Terkena Peluru Nyasar
Dewi Agustina August 30, 2026 07:38 AM


TRIBUNNEWS.COM, PALU - D, seorang juru parkir (jukir) tewas setelah terkena tembakan dari oknum anggota Polda Sulteng berinisial Aipda AA, Kamis (27/8/2026).

Sementara seorang warga lainnya, Muhammad Affandi mengalami luka tembak usai terkena peluru nyasar dari kejadian itu.

Affandi telah menjalani operasi dan kini masih dirawat di RS Dr Shindu Trisno Palu.

Baca juga: Update Dugaan Penembakan di Rumah Aktivis Pati: Polisi Ungkap Kejanggalan dan Temuan 14 Peluru Gotri

Kronologi Penembakan

Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Achmad Muhaimin menjelaskan kronologi kejadian penembakan tersebut.

Peristiwa itu terjadi di depan minimarket Jl Tombolututu, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Kamis (27/8/2026).

Hasil investigasi tim gabungan di lapangan, Aipda AA melakukan tindakan tegas terukur lantaran D--juru parkir di lokasi--melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam berupa parang.

 

PENEMBAKAN JURU PARKIR - Lokasi penembakan juru parkir (jukir) berinisial D hingga tewas yang dilakukan oknum anggota Polda Sulteng berinisial Aipda AA di depan minimarket Jl Tombolututu, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Kamis (27/8/2026).
PENEMBAKAN JURU PARKIR - Lokasi penembakan juru parkir (jukir) berinisial D hingga tewas yang dilakukan oknum anggota Polda Sulteng berinisial Aipda AA di depan minimarket Jl Tombolututu, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Kamis (27/8/2026). (Tribun Palu/Supriyanto)

 

Kombes Pol Achmad Muhaimin menerangkan, peristiwa bermula saat Aipda AA datang menggunakan Toyota Avanza putih.

Dia kemudian berhenti di sekitar warung makan Gorontalo untuk berbelanja di minimarket. 

"Sekitar pukul 20.40 Wita, setelah keluar dari minimarket, Aipda AA didatangi seorang pria yang disebut mengenakan baju merah. Pria tersebut kemudian bertanya terkait parkir dan terjadi kontak fisik hingga berujung cekcok dan perkelahian," kata Kombes Achmad Muhaimin, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/8/2026).

Dalam perkelahian itu, D disebut menyerang Aipda AA menggunakan senjata tajam ke arah wajah.

Aipda AA berusaha menangkis serangan tersebut hingga mengalami luka pada tangan kanan dan jari manis tangan kiri terputus. 

"Aipda AA kemudian mengeluarkan senjata api jenis HS dan melepaskan satu tembakan peringatan," jelasnya.

Namun berdasarkan hasil investigasi, D masih mengejar dengan parangnya sehingga Aipda AA melepaskan sejumlah tembakan ke arah D.

Pada saat bersamaan, seorang warga bernama MA yang berada di dalam boot jahit sepatu di samping minimarket mendengar suara tembakan.

Saat mengintip dari jendela, dia baru menyadari terdapat luka pada bagian leher kanan yang diduga akibat terkena peluru nyasar. 

MA selanjutnya dievakuasi ke RS Tingkat III Dr Shindu Trisno untuk mendapatkan perawatan.

"Usai kejadian, Aipda AA dibantu warga menuju RS Bhayangkara Palu untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara saudara D dan MA dibawa ke RS Tingkat III Dr Shindu Trisno. Polisi kemudian memasang garis polisi di lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara," sebutnya.

Sekira pukul 23.30 Wita, D selanjutnya dirujuk ke RSUD Anutapura Palu untuk mendapatkan penanganan medis. 

Namun pada Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 02.30 WITA, D dinyatakan meninggal dunia. 

Kabid Humas Polda Sulteng menyatakan penanganan perkara masih dilakukan penyelidikan dan pengembangan di lapangan untuk mengungkap seluruh rangkaian kejadian.

Pihak kepolisian akan mendalami fakta-fakta di lapangan, termasuk penggunaan senjata tajam dan senjata api dalam insiden tersebut.

"Kami mengimbau kepada seluruh warga masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan mempercayakan seluruh proses penanganan perkaranya kepada pihak kepolisian," jelasnya.

Polda Sulteng juga mengucapkan bela sungkawa atas insiden yang menghilangkan nyawa juru parkir itu.

"Sebelumnya, pimpinan dan seluruh jajaran Polda Sulawesi Tengah mengucapkan turut berduka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya saudara D dalam peristiwa yang terjadi tadi malam. Semoga almarhum mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan," pungkasnya. 

Sosok Aipda AA

Kasatreskrim Polresta Palu, AKP Ismail Bobby, mengatakan Aiptu AA bertugas di satuan Bidpropam Polda Sulteng.

Polda Sulteng berlokasi di Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 78, Palu.

Dari Polda Sulawesi Tengah di Jl. Sam Ratulangi No. 78, Palu, menuju minimarket di Jl. Tombolututu Atas, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore jaraknya relatif dekat. 

Alamat Polda tersebut berada di kawasan Talise/Mantikulore, sementara Jalan Tombolututu juga berada di Talise.

Perkiraan jarak sekitar 2–3 km, atau sekitar 5–10 menit dengan kendaraan, tergantung kondisi lalu lintas.

Bobby mengatakan, Propam akan menangani kelalaian dan kesalahan prosedur penggunaan senjata api oleh oknum A.

"Kalau ada kelalaian prosedur, akan ditangani Propam," ucap Ismail.

Dia menyebut keduanya terlibat cekcok sebelum terjadi penembakan.

Oknum inisial A sempat melepas tembakan peringatan.

Namun tak dihiraukan korban dan tetap mengejar dengan parang.

Mendapat serangan hingga jari putus, A melumpuhkan dengan tembakan ke arah tubuh D.

"Sebelum menembak korban, A melepas dua kali tembakan peringatan ke atas. Karena terkena sajam, A langsung melumpuhkan korban," ucap pria dengan sapaan akrab Bobby itu.

Sejauh ini, polisi belum mengetahui pasti berapa tembakan yang mengarah ke tubuh korban.

Namun ia memastikan sebanyak 8 butir peluru keluar dari senjata api milik A.

Sosok Muhammad Affandi 

 

PENEMBAKAN - Muhammad Affandi (26), tukang cuci sepatu, menjadi korban peluru nyasar dalam insiden penembakan juru parkir berinisial DD yang melibatkan anggota Bidpropam Polda Sulawesi Tengah, Aipda AA, di depan minimarket di Kelurahan Talise Valangguni, Kota Palu, Kamis (27/8/2026) malam.
PENEMBAKAN - Muhammad Affandi (26), tukang cuci sepatu, menjadi korban peluru nyasar dalam insiden penembakan juru parkir berinisial DD yang melibatkan anggota Bidpropam Polda Sulawesi Tengah, Aipda AA, di depan minimarket di Kelurahan Talise Valangguni, Kota Palu, Kamis (27/8/2026) malam. (Tribun Palu/Zulfadli)

 

Tak hanya juru parkir yang menjadi korban penembakan, Muhammad Affandi (26) juga ikut jadi korban.

Affandi mengalami luka tembak pada bagian lehernya pada peristiwa itu.

Affandi sehari-harinya menyediakan jasa perawatan dan cuci sepatu di sekitar Jalan Tombolotutu, tak jauh dari lokasi kejadian.

Dia merupakan warga kawasan Perumahan Dosen (Perdos) Universitas Tadulako yang berjarak sekitar 4 kilometer dari lokasi penembakan.

Menurut keterangan kakak korban, Idham, Affandi saat kejadian sedang menjaga lapaknya seorang diri.

Ia duduk sambil bermain HP dan tidak memperhatikan keributan yang terjadi di sekitar lokasi.

Affandi kemudian mendengar suara seperti ban meletus sebanyak tiga kali.

Karena suara tersebut terdengar berulang, Affandi kemudian mengintip untuk mengetahui apa yang terjadi.

Saat mengintip, ia melihat seseorang membawa pistol.

Affandi kemudian merunduk. Tak lama setelah itu, terdengar beberapa kali suara tembakan.

"Begitu dia ngintip, dia lihat memang ada pistol. Dia lihat pistol, akhirnya dia merunduk. Begitu merunduk, ada beberapa kali tembakan," kata Idham, saat ditemui di Rumah Sakit Dr Shindu Trisno, Jumat (28/8/2026) malam. 

Setelah suara tembakan berhenti, Affandi baru menyadari tubuhnya terasa hangat.

Ia kemudian memegang bagian pundaknya dan mendapati adanya darah.

"Setelah beberapa kali tembakan selesai, dia mulai sadar tubuhnya terasa hangat. Akhirnya dia coba pegang pundaknya, ternyata ada darah," ujar Idham.

Dalam kondisi panik, Affandi kemudian berjalan sendiri menuju sebuah apotek di sekitar Jalan Tombolotutu untuk meminta pertolongan.

Sesampainya di apotek, pegawai melihat darah pada tubuh Affandi.

Pegawai tersebut kemudian berinisiatif membawa Affandi ke Rumah Sakit Tentara Dr Sindhu Trisno di Jalan Sisingamangaraja, Kota Palu.

Menurut Idham, Affandi masih dalam kondisi sadar ketika tiba di rumah sakit sekitar pukul 21.30 WITA.

"Dia masih sadar sampai dibawa ke rumah sakit," kata Idham.

Affandi selanjutnya menjalani operasi untuk menangani luka tembak di bagian leher sebelah kanan.

Ia dirawat di ruangan Satria Balia, Kamar C, RS Dr Shindu Trisno. 

Proses operasi disebut berlangsung sekitar dua jam dan selesai sekitar pukul 16.00 WITA pada Jumat (28/8/2026) petang. 

Setelah menjalani operasi, kondisi Affandi disebut cukup baik. Namun, ia masih merasakan nyeri dan sempat mengalami kedinginan yang diduga akibat efek anestesi.

"Alhamdulillah baik. Cuma memang sejak kejadian itu masih nyeri. Setelah diangkat, kedinginan aja karena mungkin efek anestesi," ujar Idham.

Menurut informasi yang diterima keluarga, luka tembak berada di bagian leher sebelah kanan. Proyektil disebut masuk dari bagian bawah leher.

Saat ini, keluarga masih fokus pada proses pengobatan dan pemulihan Affandi.

Idham berharap pihak-pihak terkait dapat membantu memastikan penanganan terhadap adiknya serta memberikan kejelasan mengenai pertanggungjawaban atas kejadian tersebut.

Keluarga juga mengaku sempat mendapat informasi mengenai rencana bantuan dari pihak kepolisian.

Untuk biaya perawatan, keluarga juga masih belum mengetahui secara pasti mekanisme pembiayaan yang akan digunakan, termasuk apakah melalui BPJS Kesehatan atau mekanisme lainnya.

Sebelumnya, Kasatreskrim Polresta Palu AKP Ismailbobby mengatakan pihak kepolisian kemungkinan akan menanggung biaya perawatan korban. 

Penulis: Zulfadli/Supriyanto

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.