20 Pekerja Disiagakan di PDU Rejomulyo, Sampah Kota Metro Ditangani dengan Sistem Shift
taryono August 30, 2026 10:19 AM

Tribunlampung.co.id, Kota Metro - Sedikitnya 20 pekerja disiagakan di Pusat Daur Ulang (PDU) Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan, Kota Metro, untuk menangani sampah yang datang setiap hari. Mereka bekerja dalam sistem shift agar proses pemilahan dapat berlangsung secara berkelanjutan dan mencegah sampah menumpuk di lokasi.

Baca juga: Bandar Lampung dan Metro Paling Banyak Minta Bantuan Air Bersih di Tengah Kemarau

Plt Kepala UPTD TPAS Karangrejo Kota Metro, Raden Muhammad Joni Irwan, mengatakan penyiapan tenaga kerja menjadi bagian penting dalam mendukung kembali berjalannya aktivitas pengolahan sampah di PDU Rejomulyo setelah akses Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Karangrejo dibuka kembali.

Pelatihan dan penyesuaian mekanisme kerja bagi para pekerja telah dilakukan sejak Sabtu (22/8/2026), sehari setelah Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso bersama warga setempat membuka kembali akses TPAS Karangrejo.

"Teman-teman pekerja sudah mulai kita siapkan dan kita berikan pemahaman mengenai mekanisme pemilahan. Dengan sistem shift ini, setiap sampah yang datang bisa langsung ditangani sehingga tidak terlalu lama berada di lokasi," kata Raden, Sabtu (29/8/2026).

Dalam pelaksanaannya, sampah yang tiba di PDU Rejomulyo tidak langsung dikirim ke TPAS. Material tersebut terlebih dahulu dipilah berdasarkan jenis dan potensi pemanfaatannya.

Sampah organik diarahkan ke barak pengomposan untuk diolah menjadi pupuk organik. Sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomis dipilah dan dicacah agar dapat disalurkan ke rantai industri daur ulang.

Sementara itu, sampah sisa yang sudah tidak dapat diolah kembali menjadi residu yang dikirim ke TPAS Karangrejo.

Pola tersebut diterapkan untuk mengurangi jumlah sampah yang harus ditampung di TPAS sekaligus menekan masuknya sampah basah yang berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan.

Raden mengatakan pemisahan sampah organik memiliki peran penting dalam pengelolaan di tempat pemrosesan akhir.

"Pengurangan fraksi organik dinilai menjadi kunci utama dalam meredam bau busuk, mencegah penumpukan air lindi, sekaligus memperpanjang umur pakai (lifetime) penampungan akhir. Di saat yang sama, pembenahan mekanis terhadap gunungan sampah lama di TPAS Karangrejo terus berjalan," ujarnya.

Menurutnya, aktivitas PDU Rejomulyo kini kembali berjalan seiring dibukanya akses TPAS Karangrejo. Kondisi tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengembalikan pelayanan persampahan Kota Metro setelah sempat terganggu selama kurang lebih sepekan.

Tingginya lalu lintas truk sampah di sekitar PDU Rejomulyo dalam beberapa hari terakhir, lanjut Raden, terjadi karena armada harus mengangkut sampah yang sempat menumpuk selama pelayanan terhenti.

Kondisi itu membuat aktivitas di PDU meningkat selama masa pembersihan dan penanganan sampah yang tertunda. Namun, proses tersebut kini telah memasuki tahap akhir seiring kondisi kebersihan kota yang berangsur normal.

"Kami pastikan bau sampah yang dikhawatirkan itu tidak akan terjadi. Proses pemilahan sampah organik dan anorganik di PDU Rejomulyo berjalan dengan baik dan terukur," tegasnya.

Raden memastikan ritme pengelolaan di PDU Rejomulyo akan disesuaikan dengan kondisi pasokan sampah dari armada pengangkut sehingga penanganan dapat berlangsung lebih teratur.

"Mulai besok, lalu lintas armada truk sampah tidak akan sepadat beberapa hari ini karena kondisi kebersihan kota sudah berangsur normal. Ke depan, kapasitas kelola PDU Rejomulyo dipastikan mampu mengelola seluruh pasokan sampah yang diangkut oleh truk-truk sampah di Kota Metro," pungkasnya.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.