Jalan Alternatif Menuju Baduy di Lebak Rusak, Wisatawan Keluhkan Akses hingga Minim Penerangan
Ahmad Tajudin August 30, 2026 11:00 AM

 

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Jalan alternatif menuju kawasan adat Baduy di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Kondisi jalan yang rusak tersebut dikeluhkan pengendara hingga wisatawan yang hendak menuju salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Lebak.

Kerusakan terlihat di ruas Jalan Raya Aweh-Gununganten-Cikapek. Sejumlah bagian jalan beton tampak berlubang dan bergelombang.

Bahkan, permukaan beton di beberapa titik sudah terkelupas dan menyisakan batu-batu kecil di badan jalan.

Kondisi tersebut membuat pengendara harus lebih berhati-hati saat melintas, terutama pada malam hari.

Pasalnya, ruas jalan tersebut juga minim penerangan jalan umum (PJU) dan terdapat sejumlah bagian jalan yang berada jauh dari permukiman warga.

Pantauan TribunBanten.com, Sabtu (29/8/2026), kerusakan terlihat tersebar di beberapa titik sepanjang ruas jalan.

Permukaan beton yang terkelupas membuat perjalanan menjadi kurang nyaman, khususnya bagi pengendara sepeda motor.

Seorang pengendara, Aris (34), mengatakan kondisi jalan rusak di Kabupaten Lebak masih menjadi persoalan yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah.

"Kalau ngomongin kondisi jalan di Kabupaten Lebak itu sepertinya bosan diceritakan. Jangan di jalan pedesaan, di ruas jalan raya saja banyak yang rusak," kata Aris kepada TribunBanten.com saat ditemui dalam perjalanan.

Baca juga: Waspada Potensi Banjir Rob di Banten, Ada Fenomena Fase Perigee hingga Purnama pada September 2026

Menurut Aris, kondisi jalan menuju kawasan adat Baduy semestinya menjadi perhatian serius karena jalur tersebut tidak hanya digunakan oleh masyarakat sekitar, tetapi juga wisatawan.

"Ini jalan alternatif menuju kawasan adat Baduy. Banyak pengendara melintasi sini karena lebih dekat. Seharusnya pemerintah lebih peka terhadap kondisi jalan ini," ujarnya.

Aris khawatir kerusakan jalan yang tidak segera diperbaiki dapat memengaruhi kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Lebak.

Terlebih, Lebak memiliki banyak destinasi wisata yang sebagian besar mengandalkan akses transportasi darat.

"Lebak memiliki banyak objek wisata, mulai dari pantai, wisata alam, sampai Baduy. Jangan sampai gara-gara jalan rusak, wisatawan enggan datang lagi ke Kabupaten Lebak," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Kanekes, Jaro Oom, mengatakan pemerintah desa mendukung percepatan pembangunan dan perbaikan akses menuju kawasan adat Baduy.

Menurutnya, kawasan Baduy selama ini menjadi salah satu tujuan wisata yang banyak dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah.

Bahkan, kata dia, wisatawan mancanegara juga tidak sedikit yang datang untuk melihat langsung kehidupan masyarakat adat Baduy.

"Yang mengunjungi Baduy ini berlapis-lapis, dari mana-mana sudah datang. Bahkan kadang-kadang ada juga yang dari luar negeri," ujar Jaro Oom.

Ia mengungkapkan, kerusakan akses jalan tidak hanya ditemukan pada jalur alternatif melalui Aweh.

Menurutnya, sejumlah kerusakan juga terdapat pada akses dari wilayah Kalanganyar.

"Setahu saya kerusakan jalan itu ada juga ketika memasuki wilayah Kalanganyar. Dari Aweh juga ada. Semuanya sekarang ada yang rusak," katanya.

Keluhan mengenai kondisi jalan tersebut, lanjut Jaro Oom, juga mulai disampaikan oleh wisatawan yang berkunjung ke kawasan Baduy.

Salah satunya wisatawan asal Jakarta yang mempertanyakan kondisi akses jalan menuju kawasan adat Baduy.

"Pengunjung banyak yang menanyakan. Katanya jalan menuju Baduy cukup lumayan rusak. Mau lewat Kalang Anyar atau Aweh, katanya sama-sama ada yang rusak," tuturnya.

Menurut Jaro Oom, perbaikan akses jalan menjadi semakin penting karena kawasan Baduy saat ini memasuki musim durian lokal.

Kondisi tersebut biasanya turut menarik wisatawan sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Karena itu, ruas Aweh-Gununganten-Cikapek dinilai memiliki fungsi penting, bukan hanya sebagai jalur alternatif bagi masyarakat, tetapi juga sebagai akses menuju kawasan wisata dan pusat aktivitas ekonomi lokal.

Jaro Oom berharap Pemerintah Kabupaten Lebak dapat segera mengambil langkah perbaikan terhadap ruas jalan tersebut.

"Jalan menuju Baduy ini salah satunya merupakan ikon Lebak. Jadi kami mendukung dan mendorong agar pembangunan akses menuju Saba Baduy dipercepat," ujarnya.

Menurutnya, akses jalan yang aman dan nyaman akan memberikan dampak positif terhadap mobilitas masyarakat serta wisatawan yang datang ke kawasan Baduy.

Kerusakan jalan dan minimnya penerangan menjadi persoalan yang perlu diperhatikan seiring dengan pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Lebak.

Sebab, daya tarik destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan objeknya, tetapi juga kemudahan dan kenyamanan akses yang dilalui wisatawan.

"Bagi kawasan adat Baduy yang menjadi salah satu ikon wisata Kabupaten Lebak, keberadaan jalan yang layak dan aman, menjadi bagian penting untuk mendukung aktivitas masyarakat sekaligus perekonomian lokal," pungkasnya.  

 


  

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.