Liputan6.com, Jakarta - Cara membuat pekarangan produktif bisa menjadi solusi bagi pemilik rumah yang memiliki lahan terbatas. Area seluas satu meter pun dapat dimanfaatkan untuk memelihara ikan sekaligus menanam sayuran dengan penataan yang tepat.
Menggunakan rak bertingkat, pot gantung, atau sistem akuaponik dapat membantu memaksimalkan ruang secara vertikal. Konsep cara membuat pekarangan produktif ini membuat area sempit tetap mampu menghasilkan bahan pangan.
Selain fungsional, kombinasi kolam ikan dan tanaman juga dapat membuat pekarangan terlihat lebih hijau dan menarik. Dengan perawatan sederhana, cara membuat pekarangan produktif dapat diterapkan tanpa membutuhkan lahan yang luas.
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang cara membuat pekarangan produktif dengan kolam ikan dan sayuran di lahan 1 meter, Kamis (27/8/2026).

Akuaponik vertikal menjadi pilihan efektif untuk memanfaatkan pekarangan satu meter. Kolam ikan ditempatkan di bagian bawah, sedangkan tanaman diletakkan pada rak bertingkat di atas atau di sampingnya. Air dari kolam yang mengandung nutrisi dialirkan ke tanaman, lalu kembali ke kolam setelah melewati akar dan media tanam.
Model ini dapat menggunakan rak tiga susun sehingga jumlah tanaman lebih banyak tanpa membutuhkan lahan tambahan. Selain hemat tempat, susunan vertikal juga membuat area budidaya terlihat lebih rapi.
Rak bertingkat dapat menambah kapasitas tanam tanpa memperluas area pekarangan. Letakkan rak di samping kolam atau dekat dinding, kemudian isi setiap tingkat dengan pot berisi sayuran berbeda.
Pilih rak yang kokoh dan tahan air serta memiliki jarak antartingkat yang cukup. Dengan begitu, tanaman tetap memperoleh cahaya dan mudah dirawat maupun dipanen.

Pipa PVC bisa dimanfaatkan sebagai tempat menanam sayuran dengan sistem hidroponik sederhana. Pipa diberi beberapa lubang tanam, lalu disusun horizontal bertingkat atau vertikal di dekat kolam. Air dari kolam dialirkan melalui pipa untuk memberikan air dan nutrisi kepada tanaman sebelum kembali ke kolam.
Metode ini cocok untuk sayuran seperti selada, pakcoy, kangkung, dan sawi. Pipa juga mudah dibersihkan serta dapat disesuaikan dengan bentuk lahan.
Kolam ikan tidak harus dibuat permanen pada pekarangan satu meter. Bak fiber, terpal dengan rangka, ember besar, atau boks plastik dapat digunakan selama kuat dan tidak mudah bocor.
Sesuaikan ukuran kolam dengan luas lahan dan jumlah ikan yang dipelihara. Hindari memasukkan ikan terlalu banyak agar kualitas air tetap terjaga dan ikan dapat tumbuh dengan baik.

Sistem rakit apung atau Deep Water Culture (DWC) memungkinkan sayuran ditanam langsung di permukaan kolam. Tanaman seperti kangkung dan selada dapat ditempatkan pada papan atau rakit yang mengapung, dengan akar menjuntai ke dalam air.
Cara ini memanfaatkan permukaan kolam sebagai area tanam tambahan. Namun, jangan menutup seluruh permukaan air agar sirkulasi dan pertukaran oksigen tetap berlangsung dengan baik.
Dinding, pagar, dan sisi kolam dapat digunakan sebagai area vertikultur. Pasang pot gantung, wall planter, atau rak kecil untuk menanam sayuran dan tanaman herbal.
Pemanfaatan ruang vertikal membuat pekarangan lebih efisien sekaligus menarik secara visual. Pastikan rak atau pot terpasang kuat dan tidak menghalangi akses menuju kolam.

Jenis ikan dan tanaman perlu disesuaikan dengan kapasitas lahan. Lele dan nila dapat menjadi pilihan untuk kolam skala rumah tangga, sedangkan kangkung, bayam, selada, sawi, dan pakcoy cocok ditanam pada area terbatas.
Tanaman herbal seperti kemangi atau daun bawang juga dapat ditambahkan di bagian rak yang masih kosong. Pilih tanaman yang relatif cepat panen agar hasilnya bisa dinikmati secara berkala.
Tempatkan sistem budidaya di area yang mendapatkan sinar matahari cukup untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Atur posisi rak agar tanaman di bagian bawah tidak terlalu tertutup oleh susunan di atasnya.
Tanaman yang membutuhkan banyak cahaya sebaiknya ditempatkan di bagian paling terbuka. Sementara itu, tanaman yang lebih toleran terhadap naungan bisa diletakkan di area yang sedikit teduh.

Perawatan rutin diperlukan agar ikan dan tanaman dapat tumbuh optimal. Berikan pakan ikan secukupnya, periksa kualitas air, serta pastikan pompa, pipa, dan filter tidak tersumbat.
Tanaman juga perlu diperiksa dari hama atau daun yang menguning. Dalam akuaponik yang berjalan baik, tanaman dapat memanfaatkan nutrisi dari metabolisme ikan sehingga kebutuhan pupuk tambahan dapat dikurangi. Dengan penataan dan perawatan yang tepat, lahan satu meter pun bisa menghasilkan ikan dan sayuran sekaligus.
Sistem akuaponik vertikal terpadu menggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu siklus, memanfaatkan ruang ke atas dengan kolam ikan di bawah dan tanaman pada rak-rak vertikal di atasnya. Air kaya nutrisi dari kotoran ikan dipompa untuk menyirami tanaman, lalu disaring kembali ke kolam.
Jenis ikan yang cocok antara lain lele, nila, patin, atau ikan mas, karena tahan terhadap fluktuasi kondisi air dan sesuai untuk budidaya skala kecil.
Untuk menjaga kestabilan kualitas air, kolam ikan minimalis sebaiknya memiliki volume minimal 200 hingga 300 liter.
Tidak, pemupukan tanaman tidak diperlukan dalam sistem akuaponik karena nutrisi sudah terpenuhi dari sisa pakan dan metabolisme ikan.