TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Sederet fakta terkait tragedi lansia bernama Maria (86) tewas terbakar usai disiram bensin oleh cucunya sendiri, Merin alias M (27), pada Jumat (28/8/2026).
Insiden tersebut sempat menggegerkan warga Lorong Batujajar, Jalan Sukarela, Kecamatan Sukarami, Palembang.
Berikut 5 fakta di balik insiden maut yang merenggut nyawa nenek Maria.
Baca juga: Sebelum Siram Nenek Dengan Bensin hingga Tewas Terbakar, Wanita di Palembang Disebut Sering Mengamuk
Peristiwa tragis ini bermula sekitar pukul 05.30 WIB ketika korban tengah berada di area dapur.
Pelaku tiba-tiba masuk sambil meluapkan emosinya dan menyiramkan bensin ke tubuh sang nenek.
Anak korban, Agustina (47), yang menyaksikan langsung kejadian tersebut menceritakan situasi mencekam sebelum peristiwa terjadi.
"Posisi di dapur ada ibu saya (korban) dan kakak di kamar mandi. Pelaku ini datang sambil ngoceh-ngoceh tidak jelas. Ibu saya mengetuk pintu kamar mandi nanya ke kakak sudah apa belum, tapi pelaku mungkin belum terlampiaskan marahnya, dilemparkan minyak ke ibu saya," ujar Agustina saat dijumpai, Sabtu (29/8/2026).
Minyak bensin yang disiramkan langsung menyambar lantaran api kompor di ruangan dapur masih dalam kondisi menyala.
Walaupun sempat dimatikan, uap minyak di ruangan tertutup tersebut membuat api menyambar dengan cepat saat korban mencoba memungut benda di lantai.
"Begitu saya masuk ruangan dapur, ada suara api nyambar ternyata kompor ku yang goreng pempek masih hidup. Karena ruangan di dapur kedap udara masih tertutup, jendela dan pintu belum dibuka mungkin api menyambar. Jarak antara kompor dengan minyak sekitar 10 meter, terus posisi ibu mau memungut tutup botol yang tumpah," tutur Agustina.
Baca juga: Sosok M, Cucu di Sukarami Palembang Siram Bensin ke Nenek hingga Tewas Terbakar, Kini Dibawa ke RSJ
Usai api menyambar, pelaku justru ditemukan pingsan dan tergeletak di lantai dapur.
Sementara itu, Agustina panik berusaha memadamkan api yang membakar tubuh ibunya sambil berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
"Saya kaget dan buka pakaian ibu karena api sudah membakar tubuhnya sampai rambut habis. Saya buka pakaian dan baru bisa dipadamkan apinya, saya teriak minta bantuan warga sekitar," katanya.
Nenek Maria sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis akibat luka bakar serius.
Namun, setelah bertahan selama beberapa jam, korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 16.00 WIB.
Aksi nekat Merin rupanya bukan pertama kali terjadi.
Menurut pihak keluarga, pelaku memang sering meluapkan emosi tanpa alasan yang jelas hingga meresahkan penghuni rumah.
"Malam sebelum kejadian dia marah-marah tidak jelas. Karena kami sudah resah, minta tolong Ketua RT untuk menyuruhnya pergi menjauh dari rumah," ungkap Agustina.
Meski sempat diminta menjauh, pelaku kembali keesokan harinya pada pagi buta.
"Pagi kejadian dia balik lagi ke sini, ke rumah ibu di sebelah. Terus terjadilah peristiwa itu," lanjutnya.
Di balik aksi kejinya, Merin ternyata memiliki riwayat gangguan jiwa yang cukup berat.
Agustina mengonfirmasi bahwa keponakannya tersebut sudah pernah menjalani perawatan medis spesialis jiwa berkali-kali.
"Iya, memang ada riwayat gangguan jiwa. Sempat diamankan Polsek Sukarami, tetapi sepertinya sudah dibawa ke RS Ernaldi Bahar," ujar Agustina.
Ia juga menambahkan latar belakang perawatan pelaku sebelumnya.
Agustina mengungkapkan bahwa Merin sebelumnya sudah pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Ernaldi Bahar Palembang sebanyak dua kali.
"Memang pernah dirawat di rumah sakit," singkat Agustina. (Aggi Suzatri/Rachmad Kurniawan/Tribunsumsel.com)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com