Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Universitas Cenderawasih (Uncen) terus melakukan pembinaan terhadap mahasiswa penerima beasiswa yang dikelola Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK).
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI), tengah menjalin kerjasama dengan Uncen untuk siswa-siswi peserta dari Amungme Kamoro dan tujuh suku kekerabatan guna penerima beasiswa pendidikan.
Hal tersebut disampaikan Akademisi Uncen, Prof. Dr. Vince Tebay, S.Sos., M.Si., saat menerima kunjungan Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pendidikan YPMAK di Jayapura.
Baca juga: Aktivis Pelajar di Jayawijaya Gelar Konsolidasi Tolak MBG demi Pendidikan Gratis
Vince mengatakan, pihaknya telah mengelola mahasiswa sejak 2019 melalui kerja sama dengan lembaga terkait dan YPMAK.
Hingga Agustus 2026, tercatat sebanyak 29 mahasiswa masih berada dalam pengelolaan dan pembinaan di Uncen.
"Ada yang sudah lulus, tetapi ada juga yang keluar atau mengundurkan diri. Puji Tuhan, sampai hari ini lebih banyak yang lulus," kata Vince , di Hotel Horison Kotaraja, Jayapura, Provinsi Papua, Jumat (28/8/2026).
Ia menjelaskan, dari total mahasiswa yang pernah diterima, dua orang telah menyelesaikan pendidikan, sementara mahasiswa lainnya tersebar di sejumlah tempat tinggal yang disediakan.
Baca juga: Menjelang MoU September, Astra Motor Papua Pertajam Kompetensi Guru Vokasi Sorong
Seiring berkurangnya jumlah mahasiswa, beberapa asrama atau tempat tinggal sebelumnya seperti Perumnas II dan III telah ditutup. Mahasiswa kemudian dipusatkan di Perumahan Dosen Uncen, Kotaraja.
Menurut Vince, pemusatan tempat tinggal tersebut juga bertujuan memudahkan proses pembinaan mahasiswa.
"Kami pusatkan di Perumahan Dosen Uncen di Kotaraja. Di sana mereka dibina oleh bapak dan ibu dosen yang sudah kami tugaskan," ujarnya.
Selain pembinaan akademik, pengelola juga melakukan pemantauan perkembangan studi mahasiswa secara berkala melalui portal akademik Uncen.
Mahasiswa diminta memberikan akses data akademiknya agar pengelola dapat memantau nilai, Kartu Hasil Studi (KHS), Kartu Rencana Studi (KRS), serta perkembangan perkuliahan.
Baca juga: Hari Pelanggan 2026, Pimpinan Astra Motor Papua Turun Langsung Servis Kendaraan Konsumen
"Secara berkala kami mengecek portal mereka, apakah nilainya sudah masuk, KRS sudah dibuat, KHS sudah ada atau belum, dan KHS akhirnya sudah disusun atau belum," jelasnya.
Vince menyebut pembinaan tidak hanya berfokus pada akademik. Mahasiswa juga dibekali berbagai keterampilan atau life skill yang diharapkan dapat menjadi modal ketika mereka menyelesaikan pendidikan.
Sejumlah pelatihan yang diberikan antara lain pembuatan sofa dan kursi, daur ulang bahan bekas, pembuatan pot bunga, pemanfaatan ban bekas, hingga pengolahan limbah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Mahasiswa juga mendapatkan pelatihan budidaya ikan lele, pertanian hidroponik, hingga keterampilan lain yang dapat dikembangkan menjadi usaha.
"Kami ingin mereka tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga life skill. Kalau dibentuk kelompok kerja, setelah mereka lulus keterampilan itu bisa dikembangkan menjadi usaha," katanya.
Baca juga: Wabup Biak Numfor Jimmy Kapissa Lulusan Pertama INCITA: Peluang Anak Papua yang Rindu Pendidikan
Menurut Vince, keterampilan tersebut dapat menjadi bekal mahasiswa untuk membuka lapangan pekerjaan baru setelah menyelesaikan pendidikan.
Ia berharap YPMAK turut melakukan pendataan terhadap para lulusan sehingga dapat dibina dalam pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
"Kami berharap lulusan-lulusan ini didata sehingga mereka bisa membangun UMKM dan tidak lagi tergantung kepada orang tua, tetapi bisa mandiri," ujarnya.
Dalam aspek kesejahteraan, mahasiswa juga mendapatkan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari layanan kesehatan, obat-obatan, percetakan buku, makanan, perlengkapan mandi, pakaian, hingga kebutuhan lainnya.
Vince mengatakan, mahasiswa dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan yang telah disiapkan ketika mengalami gangguan kesehatan.
Baca juga: Curhat Mahasiswa Penerima Beasiswa YPMAK di Uncen Jayapura: Minta Laptop hingga Asrama yang Aman
Ia juga menyampaikan bahwa pembinaan mahasiswa dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi akademik, jasmani maupun rohani.
Di bidang olahraga, mahasiswa difasilitasi mengikuti klub futsal. Pengelola menyediakan fasilitas latihan, perlengkapan olahraga, pakaian dan sepatu sesuai kebutuhan mahasiswa.
Sementara untuk pembinaan rohani, kegiatan ibadah dilakukan pada awal dan akhir semester sebagai bagian dari pembentukan karakter mahasiswa.
"Kami membina mereka baik jasmani maupun rohani. Motivasi kami adalah bagaimana anak-anak ini bisa menjadi pemimpin di kemudian hari," katanya.
Ada Mahasiswa Masuk Kategori Waspada
Dalam monitoring akademik, Vince mengungkapkan terdapat sejumlah mahasiswa yang perlu mendapatkan perhatian khusus.
Dari data mahasiswa yang dipantau, terdapat tujuh mahasiswa yang masuk kategori waspada atau mendapat penanda kuning dalam evaluasi akademik.
Baca juga: Curhat Mahasiswa Penerima Beasiswa YPMAK di Uncen Jayapura: Minta Laptop hingga Asrama yang Aman
Dari jumlah tersebut, empat mahasiswa telah diarahkan untuk mengikuti proses Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan melakukan daftar ulang agar tidak terkena risiko putus kuliah atau Drop Out (DO).
"Sementara tiga anak masih kami follow up supaya bisa mendaftar dan menyelesaikan pendidikannya tahun depan," ungkapnya.
Ia mengatakan, capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa bervariasi. Ada mahasiswa yang memperoleh IPK sekitar 2,5, 2,7 hingga di atas 3.
Karena itu, pemantauan secara rutin dinilai penting agar mahasiswa yang mengalami penurunan prestasi dapat segera mendapatkan pendampingan.
Vince juga mencontohkan salah satu mahasiswa, Yulian, yang memiliki prestasi akademik baik dan aktif mendampingi dosen dalam kegiatan di lapangan untuk memberikan materi kepada masyarakat.
Ia berharap mahasiswa tersebut dapat didorong melanjutkan pendidikan ke jenjang magister atau S2. "Kami berharap anak-anak yang memiliki prestasi seperti ini bisa didorong mengambil S2 dan diberikan kesempatan mendapatkan beasiswa," katanya.
Berharap Pembiayaan Tepat Waktu
Dalam kesempatan tersebut, Vince juga meminta agar proses pembiayaan mahasiswa dapat berjalan tepat waktu, terutama ketika memasuki semester baru.
Baca juga: Hujan Mengguyur Jayapura: PTC Entrop Terendam Banjir 1 Meter, Sampah Menumpuk Tumpah ke Jalan
Menurutnya, ketepatan pencairan anggaran sangat penting agar program pembinaan dan kebutuhan pendidikan mahasiswa dapat berjalan tanpa hambatan.
"Harapan kami pembiayaan bisa berjalan tepat waktu. Begitu masuk semester baru, dananya sudah masuk sehingga kami tidak mengalami kendala dalam menjalankan program yang sudah kami siapkan," pungkasnya.(*)