Manfaatkan Teknologi Geolistrik, TNI dan Pemkab Nabire Mencari Sumber Air Atasi Kemarau Panjang
M Choiruman August 30, 2026 11:29 AM

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE – Dampak musim kemarau yang berkepanjangan  mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. 

Banyak lahan mengering, dan tragisnya lagi krisis air bersih mulai dirasakan masyarakat Khususnya di Distrik Nabire Barat, Provinsi Papua Tengah ini. 

Baca juga: Geger Penemuan Mayat Membusuk di Nabire, Saksi Cium Bau Menyengat Saat Cari Salak

Distrik Nabire Barat merupakan satu di antara 15 distrik atau kecamatan yang ada di Kabupaten Nabire, ibu kota Provinsi Papua Tengah pasca lahirnya Daerah Otonomi Baru (DOB). 

Sedangkan Kabupaten Nabire terletak di kawasan Teluk Cenderawasih yang berada di bagian "leher burung" Pulau Papua.

Daerah ini di sebelah utara berbatasan dengan Teluk Cenderawasih dan Kabupaten Kepulauan Yapen.

Sedangkan di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Waropen dan Kabupaten Paniai.

Bagian selatan berbatasan dengan Kabupaten Dogiyai dan Kabupaten Paniai, dan sebelah barat berbatasan dengan Provinsi Papua Barat (Kabupaten Teluk Wondama dan Kabupaten Kaimana). 

Di Distrik Nabire Barat ini, mayoritas sumber air milik warga dilaporkan mulai mengering dan tak lagi mampu memenuhi kebutuhan harian.

Baca juga: Cek Harga Tiket KM Gunung Dempo, Ini Jadwal Kapal Pelni Manokwari-Nabire September 2026

Menyikapi krisis tersebut, langkah cepat langsung diambil oleh pihak TNI bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire.

Kedua instansi ini sepakat berkolaborasi menjalankan langkah-langkah strategis demi menyuplai kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terdampak.

Tahap awal penanganan, tim gabungan mulai menyisir lapangan guna mengidentifikasi sumber air bawah tanah.

Baca juga: Sekda Nabire Wajibkan Semua OPD Pasang CCTV demi Cegah Kebakaran Kantor

Pencarian titik air dilakukan dengan memanfaatkan teknologi canggih berupa alat geolistrik agar proses pemetaan berlangsung akurat dan efisien.

Danramil 1705-01/Nabire, Kapten Inf La Sabara, menjelaskan, mereka telah mengidentifikasi beberapa lokasi potensial di Distrik Nabire Barat.

Dari hasil pemetaan menggunakan alat geolistrik, tim berhasil menemukan lima titik sumber air utama yang dinilai prospektif.

Baca juga: Dorong Daya Saing Lelang Proyek, DPTSP Nabire Legalkan 51 Badan Usaha OAP

​"Dari hasil penyisiran, kami berhasil mendapatkan lima titik lokasi, yakni di Waroki, Gerbangsadu, SP 3 Kampung Wadio, SP 1, serta SP 2," kata Kapten Inf La Sabara kepada awak media, termasuk Tribun-Papua.com, Minggu (30/8/2026).

​Dia menambahkan, proses pengerjaan pembuatan sumur bor di kelima titik tersebut akan segera direalisasikan mulai Senin mendatang.

"Kami berharap, ketika pembangunan sumur bor selesai, masyarakat dapat menggunakannya dengan maksimal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ujarnya.

Baca juga: Pemuda Nabire Kirim Logistik dan Tim Trauma Healing ke Lokasi Gempa NTT

Sementara itu, Kepala Distrik Nabire Barat, Osea Paul Waiki. Ia mengungkapkan, krisis air bersih telah membebani aktivitas warga di wilayahnya.

Oleh karena itu, skema kolaborasi antara Pemkab Nabire dan TNI yang dilakukan saat ini sebagai solusi nyata yang amat dinantikan masyarakat.

"Untuk itu kami Pemkab Nabire bersama TNI langsung mengambil tindakan strategis dengan membangun fasilitas sumur bor seperti yang ditinjau hari ini dan mulai dikerjakan Senin nanti," kata Osea.

Baca juga: Dilanda Kabut Asap dan Kekeringan, Pemkab Nabire Tetapkan Status Tanggap Darurat El Nino

Osea berharap, seluruh warga agar memanfaatkan serta merawat fasilitas air tersebut dengan baik setelah beroperasi.

Selain itu, Osea juga mengimbau warganya untuk mewaspadai bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.

Dia menegaskan agar warganya juga tidak dulu membuka lahan dengan cara membakar.​

"Imbauan ini sangat penting karena pembakaran lahan dengan membakar dapat berdampak buruk bagi banyak orang, seperti kabut asap dan lain sebagainya," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.