Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Pegiat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh Tamiang diajak memanfaatkan telepon seluler (ponsel) untuk meningkatkan promosi produk melalui fotografi dan teknik storytelling.
Pemanfaatan ponsel untuk menghasilkan konten kreatif dinilai memiliki efektivitas tinggi dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi pelaku UMKM.
Pelatihan tersebut dipusatkan di Karangbaru, Aceh Tamiang, dan digelar Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) dengan melibatkan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Aceh Tamiang.
Direktur Penerbitan dan Fotografi Kemenekraf, Iman Santoso, turut hadir melihat langsung hasil karya para peserta. Selama pelatihan, peserta tidak hanya dibekali pemahaman teori, tetapi juga mendapat kesempatan melakukan praktik lapangan.
Hasil foto yang diambil menggunakan ponsel kemudian dibedah dan dievaluasi oleh Ferdy Siregar, pemateri yang didatangkan dari Medan, Sumatera Utara.
“Perkembangan teknologi menyajikan ponsel dengan kamera yang bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan produk. Bila dikemas dengan baik, maka akan menjadi nilai tambah ekonomi,” kata Kabid Pariwisata Disparpora Aceh Tamiang, Thamrin Lubis, Sabtu (29/8/2026).
Thamrin mengatakan, banyak peserta mendapatkan pengetahuan baru mengenai teknik pengambilan sudut foto yang lebih menarik. Selama ini, kata dia, peserta cenderung mengambil foto sekadarnya tanpa memperhatikan aspek visual yang dapat menarik perhatian masyarakat.
“Selama ini sudut foto diabaikan, padahal ada istilah ‘gambar bercerita’. Dalam pelatihan ini mereka mulai menyadari betapa pentingnya karya foto untuk mendongkrak ekonomi,” ungkapnya.
Selain teknik fotografi, pelatihan tersebut juga membahas storytelling dan keterampilan menulis, termasuk pemahaman mengenai peluang komersialisasi karya melalui platform fotografi stok, media sosial, serta berbagai kanal digital lainnya.
“Poin penting dari kegiatan ini adalah peserta lebih memahami kalau ponsel yang ada di tangan mereka bisa lebih berharga, bisa meningkatkan ekonomi dan bisa mengekspresikan karya secara positif,” tutup Thamrin. (mad)