BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Atlet catur Kabupaten Bangka Selatan menunjukkan performa impresif dalam Open Tournament Catur Cepat Universitas Pertiba ke-3 Putra dan Putri Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2026.
Dalam turnamen yang berlangsung di Universitas Pertiba, Kota Pangkalpinang, atlet Bangka Selatan berhasil mendominasi persaingan dengan menyapu bersih posisi juara 1, 2 dan 3.
Capaian tersebut menjadi hasil positif bagi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Bangka Selatan. Prestasi itu sekaligus menjadi modal bagi para atlet untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Bangka Belitung 2026 yang akan berlangsung di Pangkalpinang.
Salah satu peserta sekaligus Ketua Percasi Bangka Selatan, Adi Sandra, mengatakan hasil tersebut menunjukkan kesiapan atlet Bangka Selatan untuk menghadapi persaingan pada ajang Porprov.
"Juara satu sampai tiga diborong Bangka Selatan. Kita juga optimis untuk menghadapi Porprov dengan hasil ini," kata Adi kepada Bangkapos, Sabtu (29/8/2026).
Menurutnya, prestasi tersebut tidak terlepas dari latihan yang dilakukan para atlet sebelum mengikuti turnamen.
"Memang sudah sering latihan juga," ujarnya.
Adi berharap hasil yang diraih dalam Pertiba Open Cup dapat menjadi motivasi bagi para atlet untuk meningkatkan kemampuan dan mempertahankan prestasi.
"Semoga ke depannya atlet-atlet Basel bisa berprestasi," katanya.
Adi mengatakan tidak ada dukungan anggaran dari pihak terkait untuk keikutsertaan mereka dalam pertandingan tersebut.
"Kalau untuk mengikuti lomba hari ini, kita menggunakan biaya sendiri. Tidak ada support dari yang terkait," ujarnya.
Menurutnya, kebutuhan selama mengikuti turnamen ditanggung secara mandiri oleh masing-masing atlet.
"Anggarannya dari masing-masing kantong pribadi, tapi kami membuktikan Basel bisa juara," katanya.
Diikuti Hampir 100 Peserta
Ketua Percasi Provinsi Bangka Belitung, Eddy Supriadi, mengatakan Pertiba Open Cup 2026 mendapat antusiasme tinggi dari pecatur di Bangka Belitung. Jumlah peserta yang mengikuti turnamen tersebut hampir mencapai 100 orang.
"Alhamdulillah dari sisi antusias para pemain catur Bangka Belitung ini sangat luar biasa. Hampir 100 orang pesertanya," kata Eddy.
Peserta berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Menurut Eddy, penyelenggaraan Pertiba Open Cup telah memasuki tahun ketiga. Pemilihan Universitas Pertiba sebagai lokasi pertandingan dinilai memiliki keterkaitan dengan karakter olahraga catur yang mengandalkan kemampuan berpikir dan strategi.
"Ini sangat relevan karena kampus ini kan sisi akademisnya, ada pemikiran. Jadi sangat tepat korelasinya dengan dunia-dunia kampus," ujarnya.
Eddy mengatakan turnamen tersebut tidak hanya bertujuan mencari pemenang, tetapi juga memperkenalkan catur sebagai olahraga yang dapat dimainkan oleh masyarakat secara luas.
"Kami ingin menginformasikan kepada masyarakat, olahraga catur ini olahraga rakyat. Bisa dimainkan di mana saja, di pojok-pojok, di warung kopi, dengan hanya papan catur," katanya.
Pihak penyelenggara juga menetapkan biaya pendaftaran sebesar Rp40 ribu. Peserta mendapatkan makan siang dan makanan ringan selama mengikuti kegiatan.
Selain itu, penghargaan disiapkan hingga peringkat ke-30.
"Jadi bukan sebuah ajang bisnis di sini. Kami ingin catur ini menjadi merakyat," ujar Eddy.
Ia turut mengapresiasi dukungan sponsor yang membantu pelaksanaan kegiatan tersebut.
Eddy juga menyoroti pentingnya regenerasi pecatur di Bangka Belitung.
"Saya lihat hari ini pemain-pemain senior. Ada umur yang sudah 70 lebih tahun, bahkan ada 81 tahun," katanya.
“Kondisi ini menjadi perhatian Percasi Babel untuk mendorong pembinaan atlet usia muda,” katanya.
Eddy berharap ke depan terdapat kompetisi yang secara khusus memberikan ruang bagi pelajar, mulai tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah.
"Kami berharap ada liga-liga, misalnya tingkat pelajar, tingkat SD, tingkat SMP, biar mereka tidak berhenti," ujarnya. (Bangkapos.com/Erlangga)