Madam Pang Kirim Sinyal ke Vietnam, Thailand Siapkan Generasi Baru Jelang FIFA ASEAN di Indonesia
Hasiolan Eko P Gultom August 30, 2026 04:57 PM

Madam Pang Kirim Sinyal ke Vietnam, Thailand Siapkan Generasi Baru Jelang Piala ASEAN di Indonesia

TRIBUNNEWS.COM - Persaingan Thailand dan Vietnam kembali memanas menjelang Piala ASEAN FIFA 2026.

Setelah gagal merebut gelar dari Vietnam di final Piala ASEAN (Piala AFF) 2026, Thailand langsung menatap pertemuan berikutnya dengan sang rival—kali ini di turnamen yang akan digelar di Indonesia.

Presiden Federasi Sepak Bola Thailand (FAT), Nualphan Lamsam atau yang akrab disapa Madam Pang, menilai kegagalan di final justru memberikan modal penting bagi Thailand.

Baca juga: Rizky Ridho dan Nadeo Dikabarkan Tak Masuk Timnas Indonesia di FIFA ASEAN, PSSI: Itu Hoaks

Salah satunya adalah munculnya sejumlah pemain muda yang dinilai mampu menjadi bagian dari generasi baru tim nasional.

Thailand bermain imbang 2-2 melawan Vietnam pada leg kedua final Piala ASEAN 2026 di Stadion My Dinh. Namun, hasil tersebut tidak cukup karena Thailand kalah agregat 2-4.

Kekalahan itu menjadi yang kedua secara beruntun bagi Thailand dari Vietnam di Piala ASEAN, setelah sebelumnya juga gagal menaklukkan rivalnya tersebut pada edisi 2024.

Namun, Madam Pang memilih melihat sisi lain dari perjalanan Thailand. Menurutnya, turnamen tersebut memberi kesempatan kepada banyak pemain muda untuk merasakan atmosfer pertandingan internasional dan tampil dalam laga bertekanan tinggi.

Sekitar 10 pemain Thailand yang tampil di turnamen terakhir masih berusia di bawah 23 tahun, bahkan sebagian di antaranya belum berusia 22 tahun. Bagi Thailand, pengalaman tersebut menjadi investasi penting untuk membangun kedalaman skuad.

"Kita berada di grup maut, tetapi kita tidak akan gagal," ujar Madam Pang, seperti dikutip VietNamNet.

Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa Thailand tidak ingin kembali datang sebagai tim yang hanya mengandalkan nama-nama lama.

Mereka justru tengah mencoba membangun kombinasi pemain muda dan senior untuk menghadapi jadwal kompetisi yang semakin padat.

Thailand dan Vietnam Kembali Satu Grup

Piala ASEAN FIFA 2026 akan menjadi panggung berikutnya bagi rivalitas Thailand dan Vietnam. Kedua negara kembali berada dalam satu grup, yakni Grup B, bersama Pakistan dan Filipina.

Keduanya dijadwalkan bertemu pada 29 September. Pertandingan tersebut menarik perhatian karena hanya berselang beberapa pekan setelah Vietnam mengalahkan Thailand di final Piala ASEAN.

Bagi Vietnam, dominasi atas Thailand dalam dua edisi terakhir tentu menjadi modal psikologis. Namun, justru kondisi tersebut yang ingin diantisipasi oleh Madam Pang.

Thailand kini memiliki kesempatan menguji apakah regenerasi yang mereka bangun mampu mengubah peta persaingan.

Di sisi lain, Indonesia berada di Grup A bersama Bangladesh, Malaysia, dan Singapura. Sebagai salah satu tuan rumah turnamen, Indonesia memiliki jalur persaingan yang berbeda dari duel Thailand dan Vietnam, tetapi perkembangan kedua tim tersebut tetap penting untuk dicermati.

Jika Indonesia mampu melangkah jauh, bukan tidak mungkin persaingan dengan salah satu dari dua kekuatan tradisional Asia Tenggara itu kembali terjadi di fase berikutnya.

Pelajaran untuk Indonesia

Situasi Thailand juga menjadi gambaran tantangan yang dihadapi Indonesia. Persaingan sepak bola Asia Tenggara kini tidak lagi hanya soal sebelas pemain utama, melainkan seberapa dalam sebuah negara memiliki pilihan pemain berkualitas.

Thailand mulai memperbanyak pemain muda yang mendapat pengalaman di tim nasional.

Vietnam juga terus mempertahankan fondasi skuad yang dalam beberapa tahun terakhir berhasil mengungguli Thailand.

Timnas Indonesia melalui pelatih John Herdman pun membutuhkan kedalaman serupa jika ingin bersaing secara konsisten di level regional.

Turnamen di Indonesia nanti bukan hanya kesempatan bagi skuad Garuda untuk memanfaatkan status tuan rumah.

Kompetisi tersebut juga menjadi ujian terhadap kualitas regenerasi, kedalaman skuad, serta kemampuan Indonesia menghadapi lawan-lawan dengan karakter berbeda.

Terlebih, jadwal sepak bola internasional dan klub yang semakin padat membuat sebuah tim tidak bisa selamanya bergantung pada pemain inti.

Thailand tampaknya sudah membaca persoalan tersebut. Kekalahan dari Vietnam justru dijadikan kesempatan untuk menemukan lebih banyak opsi pemain.

Bagi Indonesia, pesan itu layak dicermati.

Sebab, jika Thailand dan Vietnam datang dengan skuad yang semakin matang, tuan rumah harus memastikan dirinya tidak hanya mengandalkan keuntungan bermain di depan pendukung sendiri.

Piala ASEAN FIFA 2026 akhirnya bukan sekadar panggung perebutan trofi. Bagi Indonesia, turnamen ini juga menjadi ujian apakah Garuda mampu berdiri sejajar dengan dua kekuatan tradisional Asia Tenggara yang kembali mempertajam rivalitas mereka.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.