Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnold Welianto
POS-KUPANG.COM, MAUMERE- Aksi kemanusiaan pasca-Gempa Flores di Pulau Palue, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) diwarnai ketegangan.
Sebuah mobil yang membawa rombongan relawan biarawan dan biarawati terjebak material longsor saat hendak mendistribusikan bantuan untuk korban gempa pada Minggu (30/8/2026) pagi.
Kepanikan sempat melanda seluruh penumpang. Pasalnya, mobil tersebut terjebak tepat di jalur ekstrem yang diapit tebing curam dan jurang mendalam, saat bergerak dari Desa Nitung Lea menuju Desa Rokirole.
Dengan sisa tenaga dan kewaspadaan penuh, para relawan berupaya keras meloloskan kendaraan karena longsoran susulan mengancam keselamatan mereka sewaktu-waktu.
Baca juga: Kisah Personel Polres Sikka, Terjang Ombak dan Bersihkan Longsor demi Korban Gempa Palue
"Rombongan dari Nitung hendak membawa bantuan menuju Rokirole," ujar Nestor, warga setempat yang menyaksikan kejadian tersebut.
Saat ini, mobil relawan dilaporkan masih tertahan di Dusun Koa, Desa Rokirole, Kecamatan Palue.
TNI-Polri Bersihkan Longsor dengan Tangan Kosong
Medan ekstrem ini bukan pertama kalinya menyulitkan proses evakuasi. Sehari sebelumnya, Sabtu (29/8/2026), distribusi logistik menuju Desa Nitung Lea juga menghadapi kendala serupa.
Akses jalan penghubung dari Desa Rokirole tertutup total oleh material tanah dan bebatuan gunung berukuran besar.
Tanpa adanya bantuan alat berat di lokasi, personel TNI-Polri bersama relawan terpaksa membersihkan runtuhan batu secara manual menggunakan tangan kosong dan peralatan seadanya.
Baca juga: Gempa Susulan di Flores Capai 9.870 Kali, BMKG Sebut Aktivitas Mulai Menurun
Rombongan bahkan harus mendorong truk dan mobil pengangkut bantuan beramai-ramai di atas permukaan tanah yang labil agar logistik bisa melintas.
Melihat kondisi ini, aparat keamanan mengimbau seluruh warga dan relawan untuk meningkatkan kewaspadaan.
Potensi longsor susulan dinilai masih sangat besar karena struktur tanah yang belum stabil.
Untuk diketahui, Pulau Palue menjadi salah satu wilayah dengan dampak kerusakan paling parah akibat Gempa Flores yang mengguncang pada Sabtu (15/8/2026) lalu.
Letak pulau yang hanya berjarak 20 kilometer dari pusat gempa menyebabkan jaringan internet putus total, rumah warga hancur, fasilitas umum lumpuh, serta menelan korban jiwa dan luka-luka.
Hingga kini, perjuangan kemanusiaan di Palue terus bergulir di tengah kepungan alam yang ekstrem.(awk)