TRIBUNBENGKULU.COM — Gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan Bengkulu pada 30 Agustus hingga 2 September 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat potensi tersebut terdapat di Perairan Bengkulu Bagian Utara, Perairan Bengkulu, Perairan Bengkulu Bagian Selatan, Perairan Pulau Enggano, dan Samudra Hindia barat Bengkulu.
Peringatan dini tersebut berlaku mulai 30 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 2 September 2026 pukul 07.00 WIB.
Kondisi angin di wilayah Provinsi Bengkulu pada umumnya berembus dari arah timur laut-barat daya dengan kecepatan berkisar 2-25 knot atau 4-50 kilometer per jam.
Kecepatan angin permukaan yang cukup kuat dapat meningkatkan potensi kenaikan tinggi gelombang laut di wilayah perairan Bengkulu.
Prakiraan cuaca maritim BMKG menunjukkan tinggi gelombang signifikan di Perairan Bengkulu pada 30 Agustus 2026 berkisar 1,6-2,1 meter.
Gelombang kemudian diprakirakan meningkat pada 31 Agustus 2026.
Pada pukul 07.00 WIB, tinggi gelombang signifikan diprakirakan 1,9 meter dan meningkat menjadi 2,4 meter pada pukul 22.00 WIB.
Memasuki 1 September 2026 pukul 01.00 WIB, tinggi gelombang diprakirakan mencapai 2,6 meter dan meningkat menjadi 2,7 meter pada pukul 04.00 WIB.
Gelombang kemudian diprakirakan mencapai 3,1 meter pada pukul 07.00 WIB dan 3,2 meter pada pukul 10.00 WIB.
Ketinggian 3,2 meter diprakirakan bertahan pada pukul 13.00 WIB, 16.00 WIB, hingga 19.00 WIB.
Pada pukul 22.00 WIB, gelombang diprakirakan menjadi 3,1 meter.
Berisiko bagi Keselamatan Pelayaran
BMKG mengingatkan kondisi gelombang dan angin tersebut berisiko terhadap keselamatan pelayaran.
Perahu nelayan berisiko apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Sementara kapal tongkang berisiko apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Pada kondisi gelombang 2,5-4 meter, BMKG juga mencantumkan risiko terhadap kapal feri apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.
BPBD Imbau Nelayan Waspada
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, I Made Ardana, mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jasa transportasi laut, agar meningkatkan kewaspadaan.
Menurutnya, masyarakat diminta memperhatikan perkembangan informasi cuaca sebelum beraktivitas di laut.
"Kami mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, agar selalu memantau informasi cuaca dari BMKG sebelum melaut. Apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan, sebaiknya aktivitas di laut ditunda demi keselamatan," kata I Made Ardana.
Ia juga meminta masyarakat tidak mengabaikan peringatan dini yang telah dikeluarkan BMKG karena kondisi cuaca di laut dapat berubah dengan cepat.
"Kami berharap masyarakat tetap waspada dan mengutamakan keselamatan. Ikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG dan arahan dari instansi terkait," ujarnya.