SURYA.CO.ID SURABAYA - Penyanyi sekaligus penulis lagu asal Malang, Sisok Poulindria Wulandari, terus menjaga eksistensinya di dunia musik meski telah menetap di Perth, Australia, sejak 2005. Dari Negeri Kanguru, ia tetap aktif tampil sekaligus mengembangkan karya musik melalui panggung dan platform digital.
Perempuan kelahiran 20 Oktober 1975 itu kini dipercaya menjadi vokalis sekaligus entertainment leader West Kharisma. Aktivitas tersebut membuatnya tetap dekat dengan dunia pertunjukan sekaligus memperluas pengalaman bermusik di lingkungan internasional.
“Disana dia dipercaya sebagai vokalis sekaligus entertainment leader West Kharisma. Dengan aktivitas ini membuat saya tetap dekat dengan dunia panggung sekaligus mengembangkan pengalaman bermusik di lingkungan internasional," kata Poulindria pada awak media, belum lama ini.
Baca juga: Siapa Icha Yang? Penyanyi Asal Jember yang Harumkan Nama Daerahnya Usai Tampil di Acara TV China
Selain tampil bersama band, Poulindria juga terus menjalani aktivitas sebagai penyanyi dan penulis lagu. Sejumlah karyanya, di antaranya “Pahit Manisnya Cinta” dan “Curhatan Hatiku”, telah diperkenalkan melalui berbagai platform musik digital.
Untuk memperluas jangkauan karya, Poulindria menjalin kerja sama dengan Jaktive, creative agency atau creative house yang turut mendukung pengembangan karya-karya musiknya.
CEO Jaktive, Imanuel Juliman, mengatakan Poulindria telah merilis single “Pahit Manisnya Cinta” pada April 2025.
"Poulindria merilis single dan saat ini dia memanfaatkan perkembangan media sosial untuk memperluas jangkauan karyanya," kata Imanuel saat berkunjung di Surabaya, Rabu (26/8/2026).
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan karya musik Poulindria dengan perkembangan ekosistem konten digital. Pengalaman hidup dan aktivitas bermusiknya di Australia turut menjadi bagian dari materi kreatif yang dibagikan kepada audiens.
Baca juga: Hasil Moto3 Aragon 2026 jadi Balapan Berat Veda Ega Pratama yang Finis P20 dan Nir Poin
Melalui akun TikTok @poulindriawulandari, Poulindria menghadirkan konten yang memadukan musik, hiburan, serta percakapan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Aktivitas tersebut sekaligus menjadi ruang baginya untuk tetap berinteraksi dengan publik Indonesia dari Australia. Pengalaman sebagai musisi yang tinggal di luar negeri menjadi bagian dari cerita yang dibawa dalam konten digitalnya.
"Kehidupan Poulindria di Australia justru menjadi bagian dari perjalanan kreatif yang mempertemukan pengalaman bermusik, kehidupan diaspora, serta perkembangan dunia konten digital," pungkasnya.