TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kabupaten Malinau tampak semakin menebal dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi ini mulai mengganggu arus transportasi darat lintas wilayah di Kalimantan Utara (Kaltara), di mana para pengendara mengeluhkan penurunan jarak pandang yang signifikan hingga efek iritasi berupa mata perih selama perjalanan.
Penurunan visibilitas udara tersebut terpantau di sejumlah titik jalan penghubung antarkabupaten, sehingga menuntut para pengemudi untuk meningkatkan kehati-hatian dalam mengendalikan laju kendaraan.
Seorang pengemudi travel lintas daerah di Kaltara, Adnan, menuturkan peningkatan ketebalan kabut asap terasa cukup jelas dalam dua hari terakhir.
"Dua hari terakhir ini asapnya memang terasa lebih tebal dan bikin mata agak perih. Kemarin pas jalan rute ke Malinau, jarak pandang berkurang dibanding hari-hari sebelumnya," ujar Adnan saat ditemui, Minggu (30/8/2026).
Baca juga: Ancaman Serius Dampak Kabut Asap, Dinas Kesehatan Kaltara Imbau Pakai Masker N95
Adnan, yang dalam beberapa pekan terakhir rutin melintasi rute Tanjung Selor, Kabupaten Tana Tidung, hingga Malinau, menyebut situasi serupa juga dirasakan di sepanjang jalur antardaerah.
Menurutnya, kondisi medan jalan yang memiliki banyak tikungan tajam dan perbukitan memaksa para sopir untuk menjaga kecepatan tetap rendah dan tidak memaksakan laju kendaraan.
"Bukan berarti jalannya tidak bisa dilewati, hanya saja kita harus jauh lebih hati-hati. Kecepatan dikurangi sedikit biar lebih aman saat berpapasan dengan kendaraan lain," jelasnya.
Baca juga: Jarak Pandang Terbatas, Kabupaten Malinau Turut Terdampak Paparan Kabut Asap Lintas Wilayah
Selain mengurangi kecepatan, sejumlah pengemudi juga mengambil langkah inisiatif dengan menyalakan lampu utama di siang hari guna memudahkan pandangan kendaraan dari arah berlawanan.
Kehati-hatian ekstra ini diterapkan agar aktivitas mobilitas antarwilayah tetap berjalan aman di tengah pekatnya kabut asap.
Mengingat kondisi udara yang belum membaik, para pengguna jalan yang melintasi rute Malinau dan sekitarnya diimbau untuk terus menjaga jarak aman antarkendaraan serta memastikan sistem penerangan kendaraan berfungsi dengan baik.
(*)
Penulis: Mohammad Supri