Ternyata Kakak Beradik, Tim SAR Masih Sisir Sungai Musi Cari Dua Bocah yang Tenggelam
Moch Krisna August 30, 2026 07:32 PM

 






TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG --
Tim Basarnas dan Polairud Polrestabes Palembang, dipimpin oleh Kanit Gakkum AKP Kamil Al Rasyid, hingga kini masih melakukan pencarian terhadap dua korban tenggelam di Sungai Musi, tepatnya di dekat Dermaga 7 Ulu Bawah Jembatan Ampera, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, Palembang, Minggu (30/8/2026) sore.

Hal ini diungkapkan Kasat Polairud Polrestabes Palembang, AKBP Yudha Setiawan, melalui Kanit Gakkum. "Benar, kita tim Basarnas dan Polairud Polrestabes Palembang hingga sore ini masih melakukan pencarian dua korban tenggelam, yakni MIA (8) dan AO (11)," ungkapnya.

Di mana menurut informasi yang dihimpun, lanjut Kamil, MIA dan AO merupakan kakak beradik. "Masih kami sisir lokasi TKP dan sekitar TKP. Mohon doanya semoga kedua korban cepat ditemukan," ucap Kamil.

Ketiga anak laki-laki tersebut yakni MIA (8) belum ditemukan, AO (11) belum ditemukan, dan RH (11) sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dilarikan ke RS AK Gani Palembang. Ketiganya diketahui merupakan warga Rumah Susun Blok 6 Lantai IV, Kelurahan 23 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang.

Belum diketahui persis kronologi peristiwa ini terjadi. Namun, hingga kini petugas SAR dan Polairud Polrestabes Palembang masih melakukan pencarian di TKP (tempat kejadian perkara) terhadap dua korban, yakni AO dan MIA.

Informasi yang dihimpun Sripoku.com, tenggelamnya tiga bocah laki-laki ini berawal saat kelima anak laki-laki yakni MIA (8), AO (11), RH (11), AR, dan LE mendatangi lokasi kejadian untuk mandi (berenang) di sungai.

Lalu, sesampainya di lokasi, empat dari lima bocah laki-laki tersebut berenang. Diduga tak bisa berenang, MIA (8), AO (11), dan RH (11) tenggelam karena arus sungai yang deras. Namun, peristiwa ini tidak diketahui temannya yakni AR dan LE yang saat itu sudah di darat.

Alhasil, peristiwa bocah tenggelam ini pun pertama kali diketahui oleh DIN (60), seorang ABK kapal yang sedang bersandar di Dermaga Plaza 7 Ulu. "Sedang sandar pak, lalu saya melihat ada seorang anak terlihat mengapung di pinggir kapal saya," ucapnya.

Mengetahui peristiwa itu, DIN pun langsung menyelamatkan korban yakni RH.

"Saya langsung selamatkan pak, karena masih terlihat bernapas, namun tidak sadarkan diri," ucapnya sambil mengatakan sempat dibantu pertolongan pernapasan, namun korban masih tidak sadar.

Alhasil, korban pun langsung dilarikan ke RS AK Gani Palembang. Sesampainya di RS AK Gani, korban dinyatakan dokter sudah meninggal dunia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.