Warga Sumberwringin Bondowoso Ikuti Jalan Sehat 7 KM, Semua Demi Misi Harmonisasi Budaya
Januar August 30, 2026 07:14 PM

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Sinca Arie Pangistu

TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO - Sesuatu yang unik terlihat di Sumberwringin, Bondowoso.

Pemerintah Kecamatan Sumberwringin menggelar gerak jalan sepanjang 7 KM bersama warganya dalam ajang Taring (Tapen-Sukosari-Sumberwringin), Sabtu (29/8/2026).

​Tak sekadar jalan kaki, banyak peserta mengenakan pakaian adat tradisional dari berbagai wilayah Nusantara sambil menampilkan variasi baris-berbaris.

​Menurut Camat Sumberwringin, Probo Nugroho, setiap kelompok terdiri dari 7 peserta yang mewakili desa maupun komunitas masing-masing.

​"Ada 60 kelompok, masing-masing terdiri dari 7 peserta," ujar mantan Sekcam Sukosari tersebut.

​Ia menjelaskan, pelaksanaan Taring ke-19 ini mengusung tema “Harmoni Nusantara dan Modernisasi”.

Baca juga: Ribuan Warga Yosowilangun Gresik Meriahkan Jalan Sehat HUT ke-81 RI, Sumringah dapat Umrah Gratis

Taring menjadi sarana untuk memperkenalkan keberagaman budaya kepada masyarakat, sekaligus memberikan hiburan dalam rangka memeriahkan bulan kemerdekaan.

“Kami ingin mengenalkan budaya kepada masyarakat luas sekaligus memberikan edukasi terkait kekayaan budaya yang ada di Nusantara,” ujarnya.

​Probo menambahkan, Taring pada awalnya merupakan kegiatan gerak jalan murni. Seiring perkembangannya, pawai budaya mulai diintegrasikan ke dalam rangkaian acara.

Pada pelaksanaan tahun ini, sejumlah peserta menampilkan unsur budaya daerah seperti budaya Bali. Sementara pada tahun sebelumnya, pawai menampilkan beragam kesenian Nusantara, termasuk legenda Roro Jonggrang.

​Kegiatan Taring ke-19 diharapkan tidak hanya menjadi hiburan masyarakat dalam peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang ekspresi kreativitas warga.

​Qurrotuaini, Kepala Sekolah KB dan TK Pertiwi 2, mengatakan tahun ini para guru di sekolahnya mengikuti Taring dengan menampilkan kisah Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso.

Persiapan dilakukan selama satu bulan, mulai dari berlatih hingga membuat miniatur candi dari bahan daur ulang.

​"Satu bulan kami melakukan persiapan," jelasnya.

​Ia menambahkan, sekolahnya rutin mengikuti agenda tahunan ini untuk memeriahkan peringatan Kemerdekaan RI sekaligus mengajak masyarakat agar tidak melupakan sejarah dan budaya bangsa.

​"Kita dulu tidak ikut berperang, tetapi sekarang kita harus memeriahkannya dengan hal-hal positif," pungkasnya.

​Pantauan di lokasi, setelah menempuh jarak 7 KM, para peserta menampilkan atraksi di garis finis. Di antaranya ada pertunjukan tari Kecak khas Bali hingga tari kolosal Roro Jonggrang.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.