PSCS Cilacap U-17 Juara Piala Soeratin Jateng, PSSI Dorong Pembinaan Usia Dini Makin Masif
rival al manaf August 30, 2026 07:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - PSCS Cilacap U-17 keluar sebagai kampiun Piala Soeratin U-17 Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Safin Pati FC U-17 dengan skor tipis 1-0 pada partai final di Lapangan Kota Barat, Surakarta, Minggu (30/8/2026) sore.

Gol tunggal kemenangan PSCS Cilacap dicetak Ahmad Arya Arshafin pada menit ke-35. Gol semata wayangnya tersebut selain menghantarkan timnya meraih gelar juara, Arshafin didapuk sebagai man of the match pada laga tersebut.

Tampil dengan kostum biru-biru, PSCS bermain lebih solid sejak menit awal. Meski tidak banyak menciptakan peluang, skuad asuhan Jimmy Suparno mampu menjalankan strategi counter attack yang disiapkan untuk menghadapi permainan Safin Pati.

Gol akhirnya tercipta pada menit ke-35 melalui sepakan melengkung Ahmad Arya Arshafin yang gagal ditepis kiper Safin Pati, Fabio Kenzhi.

Baca juga: Kecelakaan Maut Ayla vs Fuso, Pengemudi LCGC Tewas di Lokasi

Baca juga: Duka Kebakaran Rumah di Banyumanik Semarang, Kakak-Adik Meninggal, Makam Berdampingan

Unggul 1-0, PSCS lebih banyak bermain bertahan pada babak kedua. Sementara Safin Pati terus berupaya mencari gol penyeimbang.

Namun, hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta. PSCS pun memastikan gelar juara Piala Soeratin U-17 Jawa Tengah 2026.

Pelatih PSCS Cilacap U-17, Jimmy Suparno, mengatakan strategi yang diterapkan berjalan sesuai rencana. Kondisi fisik pemain juga dinilai cukup baik meski turnamen berlangsung dengan jeda pertandingan yang relatif singkat.

"Dengan jeda waktu dua hari sekali bermain, recovery anak-anak bagus sekali. Strategi yang saya terapkan untuk menghadapi Safin Pati juga alhamdulillah berjalan dengan lancar," ujar Jimmy.

"Kami mengenalkan counter attack karena mereka menggunakan tiga pemain belakang. Beberapa kali peluang memang tidak tercipta menjadi gol, tetapi kerja keras anak-anak sangat luar biasa," imbuhnya.

Menurut Jimmy, kekompakan dan mental pemain menjadi salah satu kunci keberhasilan PSCS meraih gelar juara.

Ia menanamkan kepada para pemain bahwa ketika sudah mengenakan jersey Cilacap, seluruh pemain harus memiliki semangat dan tujuan yang sama.

"Saya memberikan motivasi kepada mereka bahwa di sepak bola itu sama. Tinggal bagaimana mental dan kemauan kalian, mau bekerja keras atau tidak," kata mantan penyerang Persela Lamongan itu.

"Itu yang saya tanamkan. Kekompakan dan kebersamaan di PSCS U-17 ini sangat luar biasa. Semua pemain juga merupakan anak-anak Cilacap," lanjutnya.

Gelar juara tersebut juga menjadi bukti keberlanjutan pembinaan PSCS. Jimmy menyebut sekitar 80 persen pemain yang menjadi bagian dari tim juara Piala Soeratin 2024 masih berada dalam skuad saat ini.

"Pada 2024, semua materi pemain saya lihat ketika mereka masih U-15, kemudian saya update ke U-17. Alhamdulillah, sekitar 80 persen mayoritas pemain yang juara pada 2024 masih ada," ungkapnya.

Gelaran final Piala Soeratin U-17 tersebut menutup rangkaian final.

Sebelumnya di hari dan venue yang sama juga berlangsung final pada KU-13 dan KU-15.

Di kategori KU-13, SSB Terang Bangsa keluar sebagai juara usai menang atas Persijap Jepara U-13.

Sementara di KU-15, tim Safin Pati FC keluar sebagai juara usai menang atas Fortuna PFA Sukoharjo dengan skor 2-0.

Wakil Ketua PSSI Jawa Tengah, Kairul Anwar, mengatakan pelaksanaan Piala Soeratin kelompok usia U-13, U-15, dan U-17 tahun ini menjadi penting karena kompetisi tetap berjalan di tengah masa transisi organisasi di Jawa Tengah.

Masing-masing juara di kategori tersebut akan tampil di putaran nasional yang mulai bergulir pertengahan September bulan depan. 

"Pertama, dari proses awal Piala Soeratin mau dijalankan itu Jawa Tengah masih dalam masa transisi. Piala Soeratin kelompok usia 13, 15, 17 tidak boleh stop, harus running, jalan sampai finish. Alhamdulillah hari ini kita sudah dapatkan hasilnya," ujar Kairul.

Menurut Kairul, keberadaan tim-tim yang mampu bersaing hingga semifinal dan final menunjukkan pembinaan sepak bola usia dini di Jawa Tengah sudah berjalan cukup baik.

Ia mencontohkan Safin Pati yang memiliki jenjang pembinaan sejak usia dini hingga kelompok U-17.

"Ini sebetulnya sebagai pemantik kepada kabupaten kota lain. Silakan Anda bisa copy paste yang sudah dilakukan oleh tim-tim ini. Bagus kan?" kata Kairul.

"Ternyata mereka yang masuk semifinal, final itu adalah memang mereka yang punya basic pembinaan dari sejak usia dini. Safin, saya sempat diskusi, dia mulai kelompok usia 9 tahun dan seterusnya sampai 17 mereka punya," lanjutnya.

Kairul menegaskan PSSI Jawa Tengah akan mendorong kabupaten dan kota lain untuk mengembangkan pola pembinaan serupa.

"PSSI Jawa Tengah akan mendorong kabupaten kota untuk bisa meniru pembinaan-pembinaan yang seperti ini," tegasnya.

Ia menilai keberhasilan pembinaan tidak hanya bergantung kepada klub, tetapi juga membutuhkan dukungan pemerintah daerah.

Karena itu, PSSI Jawa Tengah akan memperkuat komunikasi dengan para kepala daerah di Jawa Tengah untuk membahas pengelolaan dan pengembangan sepak bola di masing-masing wilayah.

"Yang perlu ditingkatkan yang jelas pertama adalah kerja sama dengan pemerintah kepala daerah setempat. Wajib bupati, wali kota itu kita sambangi, kita ajak diskusi tentang sepak bola," ungkap Kairul.

Menurutnya, pemerintah daerah juga perlu memastikan pengelolaan sepak bola dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kompetensi dan kapasitas.

"Yang kedua, kita minta mereka-mereka melahirkan orang-orang yang kompeten yang ditunjuk, yang punya kapasitas untuk bisa mengelola sepak bola ini dengan baik di kabupaten kota," katanya.

Setelah fondasi tersebut terbentuk, program pembinaan dari PSSI Jawa Tengah diharapkan dapat diadopsi dan dijalankan secara berkelanjutan di tingkat kabupaten dan kota.

"Setelah itu baru kemudian program dari PSSI adopsi Jawa Tengah, Jawa Tengah kemudian eksekusi kabupaten kota. Tinggal tunggu waktu prestasi kita akan dapat," ujar Kairul.

Untuk persaingan di tingkat nasional, Kairul memastikan Jawa Tengah tetap memasang target tinggi.

Jawa Tengah sebelumnya berhasil meraih gelar juara nasional Piala Soeratin U-17 melalui Persika Karanganyar pada tahun lalu.

"Artinya tahun ini harus lebih baik. Harus lebih baik. Nanti kita PSSI Jawa Tengah akan support penuh," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.