Duka Kebakaran Rumah di Banyumanik Semarang, Kakak-Adik Meninggal, Makam Berdampingan
deni setiawan August 30, 2026 07:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tenda terpasang dan kursi-kursi berjejer di depan sebuah rumah di Jalan Meranti Barat I, Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Minggu (30/8/2026) siang.

Karangan bunga ucapan duka disandarkan di pagar-pagar rumah sekitar. Satu di antaranya datang dari Wali Kota Semarang.

Ucapan belasungkawa itu ditujukan kepada dua nama sekaligus, Nail Alkhalifi Utama dan Arkana Mumtaz Utama.

Kakak beradik itu meninggal setelah menjadi korban kebakaran rumah di Jalan Cendana Timur, Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang pada Kamis (27/8/2026) siang.

Baca juga: Innalillahi, Bayi 6 Bulan Meninggal, Korban Kebakaran Rumah di Banyumanik Semarang

Nail, bayi laki-laki yang masih berusia enam bulan, terlebih dahulu meninggal pada Kamis (27/8/2026) malam.

Tiga hari kemudian, kakak Nail, Arkana Mumtaz Utama, yang berusia sekira empat tahun meninggal pada Minggu (30/8/2026) dini hari saat menjalani perawatan di RSUP Dr Kariadi Semarang.

Kedua korban telah dimakamkan berdampingan di TPU Someru–Kedung Winong.

Suasana duka terasa kuat di rumah keluarga korban. Sejumlah pelayat datang bergantian.

Mata ayah kedua korban tampak berkaca-kaca saat menerima dan menyalami para pelayat yang datang.

Sementara sejumlah anggota keluarga lainnya berada di dalam rumah.

Kapolsek Banyumanik, Kompol Hengky Prasetyo membenarkan kabar meninggalnya kedua korban.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran disebut masih dalam penyelidikan.

"Masih dalam penyelidikan," imbuh Kompol Hengky.

Sempat Ada Ledakan

Pada Kamis (27/8/2026) siang, rumah di Jalan Cendana Timur, yang saat itu ditempati seorang asisten rumah tangga berusia sekira 59 tahun serta Nail dan Arkana, mendadak dipenuhi asap.

Warga sekitar disebut mendengar tiga kali ledakan kecil dari dalam rumah.

Asap kemudian keluar dan bau asap tercium dari bagian belakang rumah. Warga kemudian melakukan upaya dengan cara masing-masing.

Sebagian melaporkan kejadian itu kepada keluarga dan pemadam kebakaran. Sebagian lainnya berusaha mencari jalan masuk ke dalam rumah.

Pagar rumah saat itu disebut dalam keadaan terkunci gembok.

Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian membawa alat pemadam api ringan atau APAR dan berusaha masuk untuk memadamkan api.

Dari informasi yang dihimpun dari warga setempat, titik api disebut paling besar terlihat di bagian kulkas yang berada di ruang tengah lantai satu.

Warga kemudian mengevakuasi tiga orang yang berada di dalam rumah.

Dua anak dan seorang ART tersebut disebut sudah mengalami luka bakar ketika dikeluarkan.

Warga kemudian menggunakan mobil pribadi untuk membawa ketiganya ke RS Hermina Banyumanik.

Dalam penanganan awal, Nail dan Arkana dilaporkan mengalami luka bakar berat.

• Kondisi Terkini 2 Balita Korban Kebakaran Rumah di Banyumanik Semarang, Luka Bakar Berat

Kenangan Warga Sekitar

Minggu (30/8/2026) siang, garis polisi masih terpasang di pagar rumah di Jalan Cendana Timur.

Kaca jendela dapur bagian depan tampak pecah.

Aroma sisa pembakaran masih tercium, meski kebakaran telah terjadi tiga hari sebelumnya.

Api dalam peristiwa itu sebelumnya dilaporkan melanda bagian rumah sekira pukul 11.00 hingga pukul 11.30.

Di lingkungan tempat tinggalnya, Arkana dan Nail meninggalkan kenangan tersendiri bagi warga sekitar.

Sejumlah warga mengenal Arkana sebagai anak yang semasa hidupnya kerap bermain bola bersama anak-anak tetangga di sekitar rumah.

Sementara Nail, yang masih bayi, disebut sering diajak duduk di depan rumah bersama ART.

20260830 _ Rumah Pasca Kebakaran Banyumanik Semarang
DIGARIS POLISI - Situasi rumah yang menjadi lokasi kebakaran di Jalan Cendana Timur, Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Minggu (30/8/2026), dengan garis polisi masih terpasang dan sejumlah bagian bangunan menunjukkan bekas kebakaran. Peristiwa kebakaran pada Kamis (27/8/2026) itu menyebabkan tiga penghuni mengalami luka bakar, dengan dua kakak beradik, Nail Alkhalifi Utama dan Arkana Mumtaz Utama, meninggal.

Upaya Pemadaman

Dalam keterangan sebelumnya, Dinas Damkar Kota Semarang menyebut sempat terjadi ledakan di bagian dapur hingga menyebabkan bagian tembok rumah pecah.

Kabid Operasional dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono mengatakan, sebelum api membesar sempat terjadi ledakan di bagian dapur hingga menyebabkan tembok rumah pecah.

Kondisi ruangan yang tertutup membuat api dan panas terperangkap.

"Pertama ada ledakan di dapur itu temboknya pecah, ruangannya tertutup. Luka bakar serius karena korban terjebak di ruangan tengah, tapi sempat keluar."

"Korban diselamatkan dan dibawa ke RS Hermina oleh warga setempat. Luka bakar anak-anak itu hampir sekujur tubuh," jelas dia.

Ruangan yang tertutup disebut membuat api dan panas terperangkap di dalam.

Petugas pemadam kebakaran mengerahkan total 28 personel untuk menangani kebakaran tersebut.

"Dari damkar ada lima armada. Satu mobil disupport untuk airnya," jelasnya.

Petugas juga menghadapi kendala akses menuju lokasi yang sangat sempit sehingga menyulitkan pergerakan armada.

"Gangnya sempit sekali," lanjut Tantri.

Akibat kebakaran, ruang tengah rumah mengalami kerusakan cukup parah. 

Sejumlah barang terbakar, sedangkan bagian atap dan plafon turut terdampak. 

Area yang terbakar diperkirakan mencapai sekira 90 meter persegi dari bangunan berukuran sekira 15 x 6 meter.

Sejumlah barang seperti kasur, almari pakaian, dokumen penting, peralatan rumah tangga dan perangkat elektronik juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Kerugian materiil sementara sebelumnya ditaksir mencapai sekira Rp100 juta.

Tantri mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakan tabung gas maupun peralatan listrik di rumah.

"Kami mengimbau untuk memastikan tutup dan regulator itu dicek agar aman. 

Korsleting listrik itu seperti charger HP dan harus diperiksa terus," pungkas dia. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.