Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Penyerang anyar Bhayangkara Presisi Lampung FC, Milan Ristovski, mengakui mulai merasa nyaman menjalani kehidupan barunya di Indonesia.
Baca juga: Rela Kerja Ekstra Demi Filosofi Baru, Skuad Bhayangkara FC Siap Transformasi Total!
Striker berkebangsaan Makedonia Utara itu mengaku tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi dengan kondisi di Lampung yang menjadi markas tim yang ia bela.
Meski begitu, Milan mengakui terdapat perbedaan cuaca yang cukup mencolok dibandingkan tempatnya bermain sebelumnya.
Milan sendiri resmi bergabung dengan Bhayangkara Presisi Lampung FC pada Juli 2026 untuk menghadapi kompetisi Super League musim 2026/2027.
Sebelum bergabung dengan Bhayangkara Presisi Lampung FC, Milan Ristovski bermain untuk Bohemians 1905, klub kasta tertinggi Liga Ceko.
Menurut Milan, salah satu perbedaan paling terasa setelah datang ke Indonesia adalah cuaca yang jauh lebih panas dan hangat.
Namun, kondisi tersebut tidak lagi menjadi persoalan besar baginya.
"Dua atau tiga hari pertama mungkin ada sedikit masalah kecil, tetapi setelah itu semuanya sudah oke," kata Milan.
Ia mengatakan tidak melakukan persiapan atau metode khusus untuk menghadapi cuaca panas dan kelembapan di Indonesia.
Proses adaptasi, menurutnya, berjalan secara alami seiring dengan waktu.
"Saya tidak melakukan sesuatu yang khusus. Semuanya berjalan seiring waktu," ujarnya.
Setelah melewati masa awal tersebut, Milan mengaku sudah dapat menjalani latihan dan pertandingan dengan nyaman.
"Saya merasa sangat baik dalam latihan maupun pertandingan," katanya.
Selain cuaca, Milan juga mendapatkan kesan positif dari lingkungan barunya.
Pemain timnas Makedonia Utara ini menilai masyarakat Indonesia sangat ramah.
Menurutnya, keramahan tersebut tidak hanya ia rasakan di lingkungan klub, tetapi juga ketika berada di tengah masyarakat kota.
"Orang-orang di sini sangat ramah, tidak hanya di dalam klub tetapi juga di kota," ungkapnya.
Proses adaptasi Milan juga semakin terbantu dengan keberadaan Nehar Sadiki, Bek Bhayangkara FC yang sama-sama berasal dari Makedonia Utara seperti dirinya.
Milan mengaku dirinya memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Negar.
Milan bahkan menganggap Nehar seperti saudara sendiri karena sudah mengenalnya sejak lama.
"Nehar sudah saya anggap sebagai saudara sendiri. Saya mengenalnya seumur hidup," kata Milan.
Menurutnya, Nehar merupakan sosok yang sangat membantu selama dirinya beradaptasi dengan kehidupan di Indonesia.
"Dia orang dan pemain yang sangat baik. Dia sangat membantu proses adaptasi saya di Indonesia karena kami sangat dekat," pungkasnya.
( Tribunlampung.co.id / Hurri Agusto )