TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Warga kawasan Sungai Bangek, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, mendadak gempar pada Minggu (30/8/2026).
Geger warga ini dipicu oleh ditemukannya sesosok mayat tanpa identitas yang mengapung di aliran Sungai Batang Sako.
Penemuan jasad tersebut langsung menyedot perhatian masyarakat sekitar dan pengguna jalan yang melintas. Pasalnya, lokasi penemuan jasad manusia ini berada tak jauh dari area Kampus III Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang.
Informasi mengenai ditemukannya mayat tersebut dengan cepat menyebar luas di tengah masyarakat. Video amatir yang merekam suasana di lokasi kejadian pun mendadak viral di berbagai platform media sosial.
Baca juga: Polisi Usut Motif Pembuangan Janin di Limapuluh Kota, 2 Pelaku Ditangkap
Satu di antara unggahan yang menarik perhatian publik memvisualisasikan kondisi di sekitar lokasi kejadian. Rekaman video tersebut diunggah oleh akun Instagram @info_lintassumbar pada hari yang sama.
Dalam video berdurasi singkat itu, terlihat jelas posisi jasad korban yang tergeletak pasrah di dalam aliran air sungai. Tubuh mayat tersebut tampak berada di antara riak air dan bebatuan sungai.
Kondisi fisik jasad yang ditemukan dilaporkan sudah dalam keadaan memprihatinkan. Jasad tersebut diduga sudah mengalami pembusukan lanjut hingga beberapa bagian tubuhnya mulai rusak.
Meski kondisi fisiknya sudah memprihatinkan, jasad tersebut diketahui masih mengenakan pakaian lengkap saat pertama kali ditemukan warga. Hal ini menjadi salah satu petunjuk awal bagi pihak kepolisian.
Dari pengamatan awal di lokasi, korban tampak masih melekat celana berbahan jeans. Selain itu, selembar baju juga masih membungkus bagian tubuh atas korban saat berada di aliran sungai.
Penemuan jasad berbalut pakaian lengkap ini langsung memancing keprihatinan sekaligus rasa penasaran warga yang menyaksikan proses penemuan di lokasi.
Kabar ditemukannya mayat di aliran Sungai Batang Sako dengan cepat memancing kedatangan ratusan warga sekitar. Warga menyemut di sepanjang tepi sungai untuk melihat langsung kondisi korban dari dekat.
Kerumunan warga tampak memenuhi area sekitar aliran sungai tak jauh dari kompleks kampus UIN Imam Bonjol Padang tersebut. Suasana di lokasi sempat diwarnai kepanikan dan desas-desus terkait identitas korban.
Warga memadati sekitar lokasi sembari menunggu kedatangan aparat kepolisian dari jajaran Polresta Padang dan Polsek Koto Tangah untuk melakukan penanganan lebih lanjut.
Baca juga: Randang Bilang hingga Calempong Kayu Raih Sertifikat WBTb Indonesia 2025
Kondisi jasad yang sudah rusak cukup menyulitkan warga sekitar untuk mengenali wajah maupun ciri-ciri fisik korban secara langsung di lokasi kejadian.
Tak ada satu pun warga sekitar yang berani memastikan apakah korban merupakan warga setempat atau pendatang dari luar daerah Koto Tangah.
Kapolsek Koto Tangah, Kompol Afrino, membenarkan adanya laporan penemuan mayat yang menggegerkan warga di kawasan Sungai Bangek tersebut.
Afrino menjelaskan bahwa setelah menerima laporan dari masyarakat, personel kepolisian langsung diterjunkan menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pengamanan area.
"Benar ada penemuan mayat, anggota kita baru sampai di TKP dan sudah proses TKP," ujar Kompol Afrino saat dikonfirmasi oleh jurnalis TribunPadang.com, Minggu (30/8/2026).
Saat ditanyakan lebih mendalam terkait estimasi usia, jenis kelamin, maupun penyebab pasti kematian korban, Kapolsek Koto Tangah masih belum dapat memberikan keterangan rinci.
Pihaknya menegaskan bahwa jajaran kepolisian masih fokus mengumpulkan bukti petunjuk awal di lapangan serta mengamankan area sekitar agar tidak terkontaminasi oleh kerumunan warga.
"Belum diketahui, kita masih olah TKP," tambah Kompol Afrino singkat menutup keterangannya.